Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung

Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung
Part 46


__ADS_3

Sesampainya di rumah baru saja mereka melangsungkan kakinya masuk kedalam rumah tiba-tiba langsung di kagetkan dengan kehadiran seseorang.


" Baru pulang " kata orang itu dan sukses membuat mereka sangat terkejut.


" Mamah... Kenapa pagi begini sudah ada di sini ?" tanya Dirga yang terkejut melihat ibunya itu.


Sedangkan gadis kecil itu langsung bersembunyi di belakang Naya karena sangat ketakutan.


" Tenang sayang " kata Naya sambil mengusap kepala gadis kecil itu.


" Mamah kesini ada perlu dengan mu " kata Diana


" Kami kedalam dulu Pak " kata Naya

__ADS_1


" Baiklah bawa Flo kedalam " sahut Dirga yang kasihan melihat putrinya yang kelihatan begitu ketakutan melihat ibunya.


Naya langsung mengangguk dan membawa gadis kecil itu masuk kedalam kamar.


" Mamah ada perlu apa dengan ku, sepertinya sangat penting sampai sepagi ini mamah datang " kata Dirga yang duduk di sofa ruang tamu.


" Ikut Mamah hari ini, mamah mau mengenalkan mu dengan anak teman mamah, mereka dari keluarga yang sangat kaya yang sederajat dengan kita, jadi mamah berencana mau menjodohkan mu dengan anak teman Mamah itu. " kata Diana yang sangat antusias sekali dengan rencananya.


" Tidak Mah, bukankah sudah ku katakan kalau aku akan menikah dengan Naya, jadi aku tidak mau dengan siapapun lagi. " sahut Dirga dengan tegasnya.


" Aku tidak perduli Mah, yang bekerja aku, untuk apa aku mengumpulkan harta kalau bukan untuk anak dan istri ku nanti, jadi masalah dia miskin itu tidak masalah, toh aku sudah kaya, jadi kami tidak akan kehabisan harta " sahut Dirga yang tak kalah kerasnya.


" Haaah... Mamah tidak habis pikir sama kamu Dirga, kenapa sih maunya sama perempuan miskin, bikin nambah beban saja. " kata Diana lagi dengan gaya elegannya.

__ADS_1


" Bagiku harta tidak penting Mah, toh aku sudah memiliki segalanya, yang penting itu ketulusan mah, bisa membuat kita bahagia dan setia mendampingi kita dalam suka dan duka itu saja sudah cukup untuk ku " kata Dirga lagi berusaha memberi pengertian pada sang ibu.


" Tapi harta juga penting Dirga, pokoknya mamah tidak mau tahu, kamu harus mau mamah jodohkan dengan anak teman mamah itu, tapi kalau kamu bersikeras dengan si pengasuh miskin itu, sampai kapanpun mamah tidak akan pernah merestuinya. " kata Diana yang sangat kesal dengan putranya yang tidak menurut.


" Dirga tetap tidak mau mah, dan asal Mamah tahu, Minggu depan Dirga akan menikahi Naya, jika berkenan mamah hadir di acara pernikahan kami nanti. " kata Dirga yang langsung tu go points.


" APA... Kamu mau menikah Minggu depan dengan pengasuh miskin itu, haaah... tidak boleh Dirga, sampai kapanpun mamah tidak akan merestuinya, dan tidak Sudi mamah datang ke acara pernikahan orang miskin seperti itu iiiiiii jijik " kata Diana yang membayangkan berkumpul dengan keluarga miskin membuatnya langsung bergidik.


" Terserah Mamah, yang penting Dirga sudah mengabari mamah, tapi kalau mamah tidak datang juga itu hak Mamah, dengan atau tanpa adanya Mamah, Dirga akan tetap menikah dengan Naya titik tidak bisa di ganggu gugat. " kata Dirga yang tidak perduli dengan ibunya yang sangat menentang itu, dan langsung berlalu begitu saja masuk kedalam kamarnya untuk bersiap pergi ke kantor.


" DIRGA... Dasar anak keras kepala, lihat saja nanti kalau sampai perempuan miskin itu menjadi istrimu, aku tidak akan tinggal diam, dan jangan salah mamah, kalau kamu akan menjadi duda untuk yang kedua kalinya Dirga. " kata Diana saking kesalnya dan langsung keluar dari rumah setelah mengatakan itu.


Karena kerasnya Diana mengatakan itu, Dirga yang sudah masuk kedalam kamarnya pun masih mendengar semuanya, begitu juga dengan Naya, ia pun mendengar semuanya.

__ADS_1


" Kita lihat saja nanti, apa yang bisa anda lakukan Nyonya... " gumam Naya dalam hati.


Berbeda dengan Dirga yang sangat cemas setelah ibunya mengatakan itu.


__ADS_2