Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung

Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung
part 92


__ADS_3

Hari - hari berlalu begitu cepat, setiap hari Flo berlatih bela diri dan banyak mempelajari semua yang ingin gadis kecil itu pelajari.


Tidak terasa kehamilan Naya sudah menginjak usia delapan bulan, tinggal menunggu satu bulan lagi akan tiba kelahiran anggota baru keluarga mereka.


" Oma, hari ini Flo mau tempat bunda ya, Bunda minta di temani ke toko perlengkapan bayi. " kata gadis kecil itu ijin pada Oma Nadiya di sela sarapannya.


" Baiklah, bilang sama bunda kamu Oma tidak bisa ikut temani, karena hari ini Oma harus ke perusahaan sudah lama Oma tidak keperusahaan. " sahut Nadiya di sela makannya juga.


" Baik Oma, nanti Flo bilang. Flo sudah selesai, Flo langsung berangkat saja ya Oma " kata gadis kecil itu sambil mencium punggung tangan Oma Nadiya.


" Iya sayang, hati - hati, minta supir kita saja yang mengantar kalian ya " kata Nadiya lagi.


" Iya Oma, daaah Oma... " pamit gay kecil itu sebelum melangkahkan kakinya keluar.


" Dah... sayang " Sahut Nadiya sambil tersenyum hangat pada gadis kecil itu.


Dengan langkah kecilnya yang terlihat sangat cepat, gadis kecil itu sudah berada di depan rumah dan bersiap masuk ke dalam mobil.


" Ayo pak kita berangkat sekarang, Bunda sudah menunggu " ajak gadis kecil itu.

__ADS_1


" Baik Nona kecil kita berangkat sekarang " kata supir yang khusus antar jemput gadis kecil itu.


Tanpa menunggu lama lagi mereka langsung melaju menuju rumah Dirga dan Naya, tanpa mereka sadari sedari tadi mobil mereka di ikuti, dan dengan kecepatan tinggi akhirnya mobil itu berhenti tepat di depan mobil yang di tumpangi Gadi kecil itu.


"Astaga, kenapa berhenti mendadak pak ?" tanya gadis kecil itu yang hampir saja terbentur kursi depan mobil.


" Maaf nona kecil itu ada mobil berhenti tiba-tiba di depan kita, makanya bapak rem mendadak." jawab pak supir.


Mendengar itu Flo langsung menengok ke depan dan benar saja ada mobil yang berhenti di depan mobil mereka dan menghalangi perjalanan mereka.


" Mobil siapa Pak, kenapa berhenti tiba-tiba ?" tanya gadis kecil itu.


Tidak lama keluar seorang wanita dengan di dampingi dua orang berbadan besar melangkah menuju mobil yang Flo tumpangi.


Tok tok tok, " KELUAR CEPAT... " tok tok tok... Panggil orang itu sedangkan perempuan itu hanya memasang wajah sinis sambil menunggu orang yang mereka panggil keluar.


" Hati - hati nona kecil, sepertinya mereka orang jahat " kata supir itu.


" Bukan sepertinya lagi Pak, mereka memang orang jahat " Sahut Flo sambil memandang ke arah perempuan itu.

__ADS_1


" Apa nona kecil mengenali mereka ?" tanya Supit itu lagi.


" Iya pak saya mengenalnya, lebih baik bapak hati - hati, dan tetap waspada" kata gadis itu dan langsung di anggukan oleh supir itu.


" CEPAT KELUAR SI***N " panggil salah satu anak buah orang itu sambil menggedor-gedor pintu mobil itu.


Dan mau tidak mau supir itu keluar untuk menghadapi mereka.


" Siapa kalian Kenapa menghalangi jalan saya " kata pak supir yang berusaha berani menghadapinya


" Serahkan gadis kecil yang berada dalam mobil ini, kalau tidak jangan salahkan kami kalau kami akan mengambilnya dengan paksa. " kata salah satu orang itu.


" Jangan coba-coba kalian menyentuh anak ini, hadapi saya dulu " kata supir itu dengan sedikit keberaniannya.


Mendengar dan melihat itu jika gadis kecil itu masih seperti dulu ia akan langsung ketakutan dan tubuhnya bergetar hebat menahan rasa takutnya melihat perempuan yang terlihat sangat angkuh itu.


Tapi tidak dengan sekarang, setelah mendapat banyak pelajaran dari Oma Nadiya, meskipun usianya mau menginjak enam tahun, Flo sudah tidak takut lagi melihat dan bertemu orang itu, dan hanya bersikap santai seperti layaknya anak kecil pada umumnya.


Dor dor dor...

__ADS_1


Gedoran pintu mobil semakin keras karena orang itu kelihatan sangat kesal .


__ADS_2