
Di tempat lain saat ini Dirga sangat lega karena perusahaannya bisa terselamatkan berkat bantuan dan anak buah mertuanya.
" Syukurlah kita tidak terlambat, Alan apa kamu sudah tahu siapa orang yang sudah berani mencoba membobol data perusahaan ku ?" kata Dirga saat ia berada di ruang kerjanya.
" Kami masih belum mengetahuinya tuan, sepertinya orang itu sangat berpengalaman sehingga dengan sangat mudah menghilangkan jejak. " sahut Alan.
" Kurang ajar... Baiklah cepat atau lambat aku pasti akan mengetahui siapa orang yang sudah berani melawanku " kata Dirga dengan sangat kesalnya.
Sedangkan Alan hanya mengangguk saja mengiyakan, kemudian mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing sampai ketukan pintu mengagetkan mereka berdua.
Tok tok tok...
" Tuan... tuan buka pintunya tuan, tuan... " panggil seseorang dari luar ruang kerjanya.
" Cepat buka pintunya Lan " perintah Dirga.
" Baik tuan " sahut Alan yang langsung bangkit dari duduknya untuk membukakan pintu.
" Ada apa bi?" tanya Alan berdiri di depan pintu.
" Tuan, ada tuan Dirga di dalam?" kata bi Ijah yang malah balik bertanya.
" Ada di dalam bi, memangnya ada apa ?" kata Alan yang kembali bertanya.
__ADS_1
" Itu tuan, nyonya Naya dan nona kecil sudah menunggu di meja makan, bibi di minta untuk memanggilnya tuan untuk makan malam. " kata bi ijah.
" Oh baiklah Bi, kami akan segera ke sana " sahut Alan.
"Baiklah kalau begitu bibi permisi dulu tuan " kata bi Ijah dan langsung di anggukan Alan.
Setelah itu bi Ijah pergi dari sana, dan Alan langsung masuk dan memberi tahu Dirga kalau sudah di tunggu anak dan istrinya di meja maka.
Setelah itu mereka berdua langsung menyusul Naya dan gadis kecil itu untuk makan malam, dan Alan pun ikut bergabung makan malam bersama mereka.
" Pah setelah makan ini kita ke rumah mommy Nadiya ya, katanya mommy sudah ada di rumah " kata Naya di sela makannya.
" Iya Pah, Flo juga sudah kangen banget sama Omah, kita ke tempat Omah ya pah " ajak gadis kecil itu juga.
" Yeeee... Horeee kita menginap di rumah Omah... " seru gadis kecil itu dengan sangat bahagianya.
" Ya sudah cepat selesaikan makannya dulu ya " kata Naya pada putrinya dan langsung di anggukan gadis kecil itu dengan sangat bahagianya.
Sedangkan Alan hanya tersenyum saja melihat kebahagiaan keluarga kecil bos sekaligus sahabatnya itu.
Setelah makan malam seperti yang sudah di rencanakan mereka langsung menuju ke rumah Nadiya, dan sebelum ke sana mereka sudah menghubungi Nadiya.
Sesampainya di rumah Nadiya, mereka bertiga langsung di sambut wanita paruh baya itu dengan sangat bahagianya.
__ADS_1
" Hay sayang, duh senengnya omah kedatangan cucu cantik omah ini, yu langsung masuk saja sayang " kata Nadiya yang langsung membawa gadis kecil itu kedalam rumahnya, Naya dan Dirga juga mengikuti masuk kedalam rumah itu.
" Kalian sudah makan?" tanya Nadiya setelah mereka duduk di ruang keluarga.
" Sudah Omah, omah sudah makan?" kata gadis kecil itu yang saat ini duduk di sebelah Nadiya.
" Omah juga sudah.... Naya nak Dirga, Mommy mau bermain bersama cucu mommy ini dulu, nanti setelah ia tidur temui mommy di ruang kerja, mommy tunggu di sana, ada yang akan mommy sampaikan dan bicarakan sama Kalian " kata Nadiya
" Baiklah Mom " sahut keduanya.
" Baiklah mommy tinggal dulu ya. " kata Nadiya pada anak dan menantunya itu, dan langsung di anggukan keduanya.
" Ayo sayang, ikut omah ke kamar kamu disana banyak sekali mainan jadi kita main sepuasnya di sana " kata Nadiya dengan sangat senangnya.
" Baiklah Omah, ayo kita pergi sekarang Flo sudah tidak sabar " kata gadis kecil itu dengan sangat antusianya dan juga langsung di anggukan Nadiya dengan sangat senangnya.
Lalu kedua perempuan itu langsung pergi ke kamar yang sudah di sediakan Nadiya untuk gadis kecil yang sudah ia anggap seperti cucunya sendiri itu.
Sedangkan Dirga dan Naya hanya tersenyum saja melihat itu semua, mereka berdua sangat bahagia melihat gadis kecil itu tidak pernah lagi merasa sedih dan malah sangat bahagia dengan semua.
Dan seperti yang tadi di katakan Nadiya, setelah gadis kecil itu tidur setelah puas bermain-main bersamanya, Nadiya langsung ke ruang kerjanya dan di sana sudah berkumpul anak serta menantunya, begitu juga beberapa anak buahnya berada di sana.
Suasana langsung mencekam setelah Nadiya masuk dengan aura Queen Nya, tak terkecuali Naya meskipun dia adalah ibu kandungnya, tapi tetap saja jika dalam keadaan seperti ini ia juga tidak bisa berkutik.
__ADS_1