Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung

Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung
Extra part 4


__ADS_3

Tidak lama setelah drama yang sedikit menguras emosi Flo, akhirnya bel sekolah berbunyi, tanda pelajaran mereka di mulai.


Semua murid berkonsentrasi dengan tenang mempelajari setiap pelajaran, termasuk Flo dan Nisa yang dengan serius mempelajari semuanya.


Dan akhirnya bel sekolah kembali berbunyi, tanda semua murid istirahat, dan mereka semua langsung keluar kelas menuju ke kantin.


" Ayo Nis kita ke kantin " ajak Flo yang membereskan peralatan belajarnya.


" Kamu saja Flo, aku mau ke taman saja " tolak Nisa yang mengeluarkan bekal yang di bawanya sendiri dari rumah.


" Oh jadi kamu bawa bekal ya, pantas saja tidak mau di ajak ke kantin, kalau begitu besok aku bawa bekal juga biar kita sama. " kata Flo lalu mereka keluar kelas bersama, Nisa ke taman belakang sekolah lebih dulu, sedangkan Flo ke kantin untuk membeli makanan sebentar setelah itu langsung menyusul Nisa ke taman.


Tapi sesampainya di kantin, semua orang yang ada di kantin itu langsung melihat kearah Flo yang berjalan masuk dengan santainya untuk membeli makanan.


" Bu beli roti sama minuman ya " kata Flo yang sudah masuk.

__ADS_1


" Baik neng, tunggu sebentar ibu ambilkan " sahut ibu kantin itu.


FLO mengangguk sambil menunggu pesanannya di ambilkan Flo mengedarkan pandangannya melihat seluruh yang ada di kantin itu.


" Lho kenapa semua pada melihat ke arah ku, apa ada yang salah padaku ya, aneh sekali perasaan aku begini - begini saja deh " kata Flo dalam hati yang bingung semua yang ada di situ melihat ke arahnya.


Tanpa Flo sadari, ada beberapa pasang mata yang menatap tajam ke arah Flo dan langsung mendekat kepada Flo yang terlihat sangat santai itu.


" Wah wah wah... CK ck ck... berani juga kamu melangkah masuk kedalam kantin ini. Punya apa kamu berani masuk ke dalam sini... Dasar cupu tidak tahu diri " kata perempuan yang pagi tadi membully temannya.


Mendengar itu Flo mengerutkan keningnya menatap heran.


" Wah... belagu sekali dia, beritahu si cupu ini agar ia sadar diri dan tidak sembarang dalam berbuat " kata perempuan yang bernama Rosa itu.


" Heh cupu, di kantin ini hanya orang kaya yang boleh masuk, sedangkan lo, masuk hanya dengan beasiswa, gue peringatkan jangan pernah menginjakkan kaki Lo di tempat ini lagi, kalau tidak Lo rasakan sendiri akibatnya. " kata Mia teman Rosa itu.

__ADS_1


" Bodo suka - suka aku lah, emang situ siapa sok melarang orang segala, minggir aku mau lewat, awas sampai menghalangi jalanku. " kata Flo yang melangkah dengan santainya sambil menatap ketiga orang itu dengan tajamnya.


Di tatap seperti itu membuat Mia dan Bella langsung menunduk karena sedikit takut melihat tatapan Flo yang sangat tajam.


Berbeda dengan Rosa, meskipun ia diam tapi terlihat jelas ia menahan rasa kesalnya terhadap Flo dan genggaman tangannya mengepal kuat.


Sedangkan Flo sendiri langsung berlalu begitu saja, sedari kecil Flo sudah sering di sakiti hanya karena ia kecil dan lemah, tapi sekarang Flo sudah besar dan sudah merasa sangat kuat, jadi bagaimana pun sekarang Flo akan melawan dan tidak membiarkan siapapun menyakitinya lagi.


Setelah mendapatkan yang di belinya Flo langsung meninggalkan tempat itu, dan langsung menuju ke taman belakang menemui Nisa yang lebih dulu berada di sana.


" Hai Nis, maaf ya sedikit lama " kata Flo yang baru tiba di taman belakang itu.


" Tidak apa-apa Flo, bagaimana tadi kamu ke kantin, tidak ada masalah kan, huuuh... aku sangat khawatir sekali dengan keadaan mu sekarang " kata Nisa sambil melihat keadaan temannya itu.


" Memangnya kenapa, apa karena kita orang tidak mampu hingga tidak boleh menginjakkan kaki di sana, huuuh... menyebalkan sekali " gerutu Flo sambil meminum minuman yang lalu membuang nafasnya dengan kasar mengingat kejadian di kantin tadi.

__ADS_1


Mendengar itu Nisa sangat yakin sudah terjadi sesuatu pada temannya ini di kantin.


" Apa sudah... " pertanyaan Nisa terhenti saat melihat beberapa orang berjalan ke arah mereka berdua.


__ADS_2