
Setelah pulang sekolah Naya langsung menuju ke rumah ibunya.
" Kita mau kemana Bunda ?" tanya gadis kecil itu.
" Kita ke rumah omah sayang, Flo mau kan " sahut Naya.
" Mau Bunda, Flo juga tidak mau pulang pasti di rumah sekarang ada nenek dan Tante jahat itu, lebih baik kita ke rumah omah saja " kata gadis kecil itu.
" Baiklah sayang, tapi nanti kalau kita sampai di rumah omah, omahnya tidak ada nggak papa ya, soalnya jam segini omah masih bekerja di kantor " kata Naya lagi.
" Iya Bunda tidak apa-apa, sekalian kita berlatih bela diri lagi ya Bunda biar Flo tambah kuat " kata gadis kecil itu dengan sangat antusianya.
" Iya sayang baiklah. " sahut Naya sambil mengusap kepala putri sambung yang sudah Naya anggap seperti putrinya sendiri.
Naya dan gadis kecil itu langsung menuju ke rumah Nadia dan beristirahat disana.
Sedangkan di rumah Dirga sendiri, saat ini Diana dan Lala begitu sangat kesal.
__ADS_1
" Kemana sih tuh perempuan sudah tengah hari belum pulang juga, dasar perempuan tidak tahu diri " kata Diana yang sangat kesal karena sudah menunggu lama.
" Tante benar, apa perempuan itu tahu kalau kita akan menyiksanya sehingga dia tidak berani pulang sekarang. " kata Lala yang terpikir seperti itu.
" Mana mungkin dia tahu, kalau tahu pun tidak masalah, biar dia tahu kalau saya benar - benar tidak menerimanya sama sekali " kata Diana dengan sangat kesalnya.
" Bagaimana kalau perempuan dan bocah itu kita cekakakan saja Tante, biar cepat kelar Lala sudah sangat malas berurusan dengan mereka lagi. " kata Lala mengutarakan apa yang ada dalam pikirannya.
" Kamu sabar dulu sayang, kita suruh dia pergi sendiri dari rumah ini, tapi kalau dia memaksa ingin tetap bertahan baru kita selesaikan dia " kata Diana dengan sinisnya.
" Huh baiklah Tante Lala akan bersabar, pokonya bagaimana pun caranya kak Dirga harus menjadi milikku " kata Lala lagi dengan sangat angkuhnya.
Tanpa kedua perempuan itu sadari, bi Ijah dan maid yang lainnya mendengar semuanya.
" Untung nyonya Naya tidak pulang kalau tidak bisa di siksa seperti nyonya Anggun dulu " ucap salah satu maid pelan yang mendengar itu.
" Aku tidak yakin mereka bisa menyiksa nyonya Naya, yang ada tangan mereka yang akan patah karena telah berani menyentuh nyonya kita " kata Bu Ijah yang juga mendengar kedua perempuan itu bicara.
__ADS_1
" Bibi benar, belum tahu mereka siapa nyonya Naya, dasar pelakor tidak tahu diri " kata salah satu maid lagi yang sangat benci dengan yang namanya pelakor.
Setelah itu semua maid dan bi ijah langsung kembali ke pekerjaan masing-masing, dan membiarkan saja kedua perempuan itu menunggu Naya sampai garing.
Lama kedua perempuan itu menunggu tapi yang di tunggu tidak kunjung datang juga akhirnya mereka memutuskan untuk pergi dari rumah itu dengan perasaan kesal karena gagal ingin membuat Naya menyesal dengan cara menyiksanya.
Sedangkan di rumah Nadiya, Naya sedang berlatih bela diri lagi bersama putri sambungnya itu, setelah puas berlatih kedua perempuan beda usia itu langsung membersihkan diri dengan berenang bersama.
Dengan penuh kebahagiaan Naya dan gadis kecil itu berada di rumah Nadiya, sampai Naya mendapat pesan dari bi ijah kalau mertuanya sudah pergi dari rumahnya baru Naya bersiap untuk pulang.
" Ayo sayang kita pulang harinya sudah sore " ajak Naya.
" Tapi kalau ada nenek bagaimana bunda ?" sahut gadis kecil itu.
" Flo tenang saja kan ada bunda jadi Flo jangan takut ya, kita kan kuat " kata Naya lagi.
" Baiklah bunda " sahut gadis kecil itu dengan senyum mengembangnya.
__ADS_1
lalu mereka berdua bersiap hendak pulang, tapi tiba-tiba...
"Eehhhmm... " dehem seseorang yang langsung mengagetkan Naya dan gadis kecil itu.