Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung

Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung
Episode 60


__ADS_3

" Jadi Mamah menggertak mu, keterlaluan sekali huh... " kata Dirga yang kelihatan begitu sangat kesal, bahkan Dirga sangat tidak terima istrinya diperlakukan seperti itu meskipun oleh ibunya sendiri.


" Sabar Mas, aku tidak masalah di perlakukan seperti itu, Kalau cuma menggertak saja tidak apa-apa kecuali sampai menyakiti fisik. " kata Naya yang menenangkan suaminya.


" Kalau sampai ibu macam - macam dengan mu bilang saja pada Mas, tidak akan Mas bicarakan beliau menyakiti mu sayang " kata Dirga yang begitu sangat menyayangi istrinya dan langsung memeluk erat istrinya itu.


" Ia Mas, Mas tenang saja ya " kata Naya sambil tersenyum hangat dan membalas pelukan suami yang sangat di cintanya sekarang.


Dan seperti biasa setelah pembahasan suami istri itu langsung melakukan ritual pasangan pengantin baru dan malam ini mereka lalui dengan penuh cinta dan kehangatan.


 


Ke esokan paginya setelah selesai sarapan dan mengantarkan suaminya pergi ke kantor Naya dan gadis kecil itu langsung bersiap untuk pergi ke sekolah karena sudah beberapa hari gadis kecil itu tidak masuk sekolah.


" Sudah siap sayang ?" tanya Naya sambil merapikan penampilannya setelah putri sambungnya sudah siap.


" Sudah bunda, Bunda antara Flo sekolah kan " kata gadis kecil itu dengan senangnya.

__ADS_1


" Tentu sayang, kamu kan anak Bunda kalau bukan bunda yang antara siapa lagi, ayo kita berangkat sekarang " ajak Naya dengan sangat semangatnya.


" Ayo go... " sahut gadis kecil itu yang tak kalah semangatnya.


Lalu mereka melangkahkan kakinya menuju luar.


" Wah wah wah... Kalian mau kemana, mau sekolah hebat sekali ya " kata seseorang yang langsung mengagetkan Naya dan gadis kecil itu.


Naya tidak menyahut dan tidak memperdulikan mertuanya sama sekali.


" Iya bunda " sahut gadis kecil itu yang berusaha memberanikan diri untuk menghilangkan ketakutannya.


" BERHENTI... " kata Lala dan langsung mengagetkan Naya dan gadis kecil itu.


" Biar saya yang mengantarnya, dan kamu, kamu tidak pantas menjadi ibu untuk anak ini dan hanya saya yang pantas minggir... " kata Lala dengan angkuhnya sambil merampas tangan gadis kecil itu dari genggaman Naya.


" Lepaskan Tante, bunda tolong Flo " jerit gadis kecil itu terus memberontak tidak mau dengan Lala.

__ADS_1


" Memangnya kamu siapa, datang ke rumah orang sangat tidak tahu diri sama sekali, minggir jangan sentuh anak saya, kamu menyakitinya tahu " kata Naya dengan sangat kesalnya dan langsung merebut gadis kecil itu kembali dan langsung membawa dalam pelukannya.


" Dasar kamu ya perempuan miskin tidak tahu diri, dia ini calon mantu saya jangan sembarang kamu " bentak Diana dengan sangat kesalnya.


" Hey kamu perempuan miskin, asal kamu tahu sebentar lagi aku yang akan menjadi istri Dirga, dan ku pastikan tidak lama lagi kamu akan dibuang oleh Dirga. Jadi jangan macam-macam, serahkan anak itu padaku " kata Lala yang juga tak kalah kesalnya dan kembali ingin merampas gadis kecil yang berada dalam pelukan Naya itu.


" Jangan coba - coba menyentuh putriku, kalau kamu berani macam-macam akan ku patahkan tanganmu mengerti. " kata Naya dengan tatapan tajamnya.


" Dan satu lagi, jangan pernah bermimpi untuk merebut suamiku dari ku, karena aku tidak akan tinggal diam, dasar pelakor tidak tahu diri, nggak laku ya di luar sana sampai menginginkan suami orang, cuuiiihh... " kata Naya yang langsung meludahi Lala, lalu langsung berlaku begitu saja dari hadapan mereka sambil membawa putrinya yang sudah sangat ketakutan.


" Dasar kamu perempuan miskin tidak tahu diri, lihat saja nanti pembalasan ku " ucap Lala dengan sangat kesalnya.


" Awas saja kamu perempuan miskin, tunggu saja pembalasan kami, dasar perempuan tidak tahu diri... " kata Diana yang juga tak kalah kesalnya.


Naya tidak memperdulikan perkataan ibu mertuanya itu, dan langsung pergi dari rumah itu begitu saja karena takut terlambat mengantarkan putrinya sekolah.


Kalau Naya mau Naya bisa langsung membungkam mulut kedua wanita itu, tapi Naya masih sabar karena tidak mau berbuat kasar di depan putrinya itu, dan membiarkan saja dulu apa yang akan kedua perempuan itu lakukan padanya.

__ADS_1


__ADS_2