Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung

Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung
Part 76


__ADS_3

Di tempat lain tepatnya di perusahaan Dirga, saat ini semua karyawan para staf dan para petinggi sedang berjuang memulihkan kembali data yang baru saja di retas seseorang.


" Bagaimana Alan, apa sudah bisa di pulihkan ?" tanya Dirga yang saat ini sangat bingung dengan semuanya.


" Belum tuan kami masih berusaha memulihkannya " jawab Alan yang saat ini masih berkutat dengan komputer nya.


Begitu juga dengan yang lainnya, mereka juga mencoba membantu untuk memulihkan dan mencari siapa pelaku dan dalang dari kekacauan yang menimpa perusahaannya sekarang.


Dalam keadaan bingungnya Dirga teringat dengan mertuanya dan langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi ibu mertuanya.


" Hallo Mom, Mom Dirga dalam masalah kami kecolongan lagi Mom, dan saat ini semua tenaga IT sedang berusaha memulihkan data - data perusahaan yang telah di curi, mohon kiranya bantuannya Mom " kata Dirga padahal semua sudah ia kerahkan tapi tidak juga menemukan hasilnya dan mau tidak mau ia minta bantuan pada mertuanya.


" Kamu tenang Dirga, coba kamu hubungi istrimu, karena ia yang sangat ahli dalam dunia IT, kalian bekerja sama dalam mengatasi masalah ini biar cepat selesai " kata Nadiya dari sebrang telpon sana.


" Apa, Naya jago IT Mom, baiklah Dirga akan coba menghubunginya, terimakasih sarannya Mom " kata Dirga yang sangat terkejut dengan keahlian yang di miliki Naya.

__ADS_1


" Baiklah semoga kalian berhasil mengatasinya, dan kalau kalian perlu bantuan lagi hubungi saja mommy ya " kata Nadiya lagi.


" Iya Mom, sekali lagi terima kasih banyak Mom " kata Dirga setelah itu ia langsung mematikan sambungan dengan mertuanya dan langsung mencari kontak istrinya.


Tapi sebelum Dirga menghubungi istrinya tiba - tiba Alan bicara.


" Tuan kami masih tidak bisa menyelamatkan data perusahaan kita tuan bagaimana ini, tim IT kita banyak yang menyerah karena sangat susah sekali menangkap pelakunya, ia menggunakan berbagai jebakan sehingga membuat tim kita kewalahan dan banyak yang menyerah, bagaimana ini tuan. "Kata Alan yang sangat bingung dan masih berkutat di komputernya.


Mendengar itu Dirga semakin bingung ia terus mondar mandir sambil terus mengamati komputernya, bahkan ia sampai lupa untuk menghubungi istrinya saking bingungnya.


 


" Hahaha... Rasakan kamu Dirga, aku akan mengambil semua milikmu, akan ku buat kau kehilangan segalanya bahkan sampai tidak memiliki apapun lagi, hahahaha... " kata orang itu dengan wajah tertutup cadar dan baju jubah hitam sedang mengontak atik komputernya.


Ya dialah orang misterius yang sudah mengacaukan perusahaan Dirga, dan ia juga yang sudah menyuruh Lala untuk menyingkirkan pasangan hidup Dirga, semua itu ia lakukan karena sangat membenci Dirga dia ingin membuat Dirga hidup menderita seperti yang ia rasakan sekarang karena kehilangan orang tercintanya.

__ADS_1


 


Kembali ke kantor Dirga, saat ini ia benar-benar sangat frustasi semua data perusahaannya hilang dan hampir semua tim IT nya menyerah karena tidak bisa memulihkan kembali data perusahaan itu.


Hingga dering telpon mengagetkannya.


" Ada apa ?" tanya Dirga yang langsung mengangkat telponnya.


" Maaf Pak, ibu Naya dan nona kecil berada di hadapan saya, apakah langsung di suruh masuk langsung atau harus menunggu dulu ? Maaf Pak saya lancang bertanya karena kondisi perusahaan kita saat ini lagi kacau makanya saya bertanya terlebih dahulu takutnya mengganggu Bapak. " kata resepsionis melaporkannya.


" Baiklah suruh saja langsung ke ruangan saya, dan antarkan mereka agar tidak tersesat mencari ruangan saya. " kata Dirga yang terasa sangat senang kedatangan istri dengan putrinya


" Baik Pak, saya akan segera mengantarkan beliau ke ruang bapak, " kata resepsionis itu, dan hanya di jawab Dirga dengan deheman saja.


Sambil menunggu istri dan anaknya datang Dirga masih berkutat dengan komputernya bersama Alan, sampai ketukan pintu mengagetkan keduanya.

__ADS_1


__ADS_2