
" Lalu setelah itu bi ?" tanya Naya yang mulai takut kalau pikirannya tentang sahabatnya itu benar terjadi.
Kemudian bi Ijah melanjutkan lagi ceritanya dengan berkata pelan agar tidak di dengar sama sekali oleh orang lain dan hanya Naya yang bisa mendengarnya.
" Setelah meminum air yang di berikan non Lala itu, ke esokan paginya nyonya Anggun mulai sakit sakitan, dan setelah di periksa dokter ternyata nyonya Anggun mengidap penyakit ginjal neng. Dan ketika itu nyonya Anggun ingin mengatakan sebenarnya pada tuan, tapi non Lala mengancam akan memberikan itu juga pada nona kecil kalau nyonya Anggun berani mengatakan yang sebenarnya pada tuan, maka dari itu nyonya Anggun hanya diam saja, dan hanya berani bilang pada bibi, makanya bibi tahu akan hal itu " kata bi ijah yang mengatakan sebenarnya pada Naya.
" Jadi neng Naya sebaiknya berhati-hati pada non Lala, beliau sangat berbahaya neng, kalau non Lala memberikan sesuatu untuk di makan atau di minum, neng jangan terima, bisa jadi itu racun neng seperti nyonya Anggun dulu, dan racun itu tidak terdeteksi oleh medis, sehingga nyonya Anggun tidak mempunyai bukti, tapi nyonya Anggun yakin kalau ia memang di racuni karena nyonya Anggun melihat sendiri non Lala menumpahkan sesuatu kedalam minuman sebelum di berikan padanya. " kata bi Ijah lagi yang menceritakan apa yang pernah di ceritakan Anggun padanya sebelum Anggun meninggal dulu.
" Ya Tuhan... Ternyata dugaan ku benar, " kata Naya dalam hati, sambil diam karena begitu sangat terkejut mendengarnya.
" Jadi Neng Naya lebih baik menjauh dari perempuan itu ya neng, bibi tidak mau hal buruk terjadi pada neng Naya seperti nyonya Anggun dulu, karena bibi tidak bisa berbuat apa-apa kalau sampai itu terjadi " kata bi Ijah lagi menasehati majikannya ini karena bi Ijah tidak mau nona kecilnya kembali kehilangan sosok ibu yang sangat menyayangi gadis kecil itu.
" Iya Bi, terimakasih sudah memberitahu saya, mulai sekarang saya akan lebih berhati-hati lagi dengan perempuan iblis itu " kata Naya
__ADS_1
" Ya sudah kalau begitu bibi kembali ke dapur dulu ya neng, takut ada yang dengar, bahaya nanti kita " kata bi Ijah dan langsung di anggukan Naya.
Bi Ijah langsung pergi ke dapur, dan hanya Naya yang masih berada di kursi taman itu.
" Ya Tuhan, tidak ku sangka Gun, nasibmu seburuk itu, kenapa kamu tidak datang padaku kalau saat itu kamu dalam masalah seperti itu. Baiklah Gun, tidak akan ku biarkan orang yang sudah membuat mu menderita hidup tenang, akan ku balas semuanya, aku berjanji akan membuat perempuan iblis itu merasakan seperti apa yang pernah kamu rasakan dulu, aku berjanji Gun " kata Naya dalam hati sambil menghapus air matanya karena sangat kasihan mendengar tentang sahabatnya itu.
Setelah puas duduk di taman itu sendirian dan sudah merasa tenang Naya pun kembali ke dalam rumahnya, lalu langsung menuju ke kamarnya untuk melihat keadaan putrinya itu.
Dengan sedihnya tak terasa Naya juga ikut larut memejamkan matanya, tapi baru saja terlelap tiba-tiba...
Dor dor dor...
" HEY PEREMPUAN MISKIN TIDAK TAHU DIRI DIMANA KAMU, KELUAR KAMU PEREMPUAN MISKIN... " Dor dor dor... teriak seseorang dari luar sehingga mengagetkan Naya dan gadis kecil yang terlelap itu.
__ADS_1
" Astaga... " Kata Naya dan gadis kecil itu bersamaan yang langsung terbangun.
" Suara siapa itu Bunda, kenapa berteriak seperti itu ?" tanya gadis kecil itu yang sangat terkejut mendengarnya.
" Tenang ya sayang... Siapapun itu, jangan pernah takut lagi ya karena kita juga kuat dan akan melawan siapapun yang akan menyakiti kita " kata Naya memberi ketenangan pada gadis kecil itu.
" Baiklah bunda, Flo akan berusaha berani sekarang " kata gadis kecil itu.
" Bagus sayang, ayo kita keluar, kita hadapi bersama orang yang sudah membuat kekacauan di rumah kita ini " kata Naya yang langsung di anggukan gadis kecil itu.
Dor dor dor... BUKA...
Panggil orang itu yang sangat tidak tahu malunya membuat keributan di rumah orang.
__ADS_1