
Setelah suara jeritan Lala tidak terdengar lagi, baru pintu ruangan itu terbuka dan keluarlah Naya dan Dirga yang penuh dengan bercakkan darah.
Sungguh melihat keadaan Lala yang sudah mati dengan sangat mengenaskan tidak di pungkiri darah Mafia yang ada pada Nadiya Naya dan Dirga menunjukkan betapa kejamnya mereka yang tidak mempunyai perasaan sama sekali.
Dan nasib Diana tak jauh berbeda dengan Lala, ia juga dalam kondisi yang sudah mati dengan sangat mengenaskan karena di siksa oleh anak buah Dirga.
" Ayo kita pulang, selanjutnya biar mereka yang urus " ajak Nadiya yang berada di luar menunggu anak dan menantunya.
" Baik Mom kita pulang sekarang. " sahut Lala yang juga di anggukan Dirga.
lalu mereka bertiga langsung keluar dari tempat itu dan membiarkan sisanya di urus oleh semua anak buah Nadiya.
" Sekarang Naya sudah bisa tenang Mom, karena kedua orang yang sudah membuat Anggun dan Flo menderita kini juga merasakan hal yang sama " kata Naya dalam perjalanan.
" Kamu benar sayang, sekarang tidak ada lagi yang bisa menyakiti Flo, kasihan anak itu " Sahut Nadiya.
" Oh ya Mom, kami mau minta tolong, tolong bantu kami mencari tahu siapa ibu kandung Mas Dirga yang sebenarnya, karena biasanya Mommy selalu lebih tahu dan sangat cepat mendapatkan informasi " kata Naya lagi yang juga di anggukan Dirga sambil menyetir mobil.
__ADS_1
" Kamu masih belum mengetahuinya Dirga ?" tanya Nadiya
" Belum Mom, anak buah Dirga masih menyelidikinya, dan baru saja mengetahui sebenarnya setelah mendengar langsung dari mulut wanita iblis itu. " sahut Dirga.
" Baiklah, nanti setelah kita sampai di rumah Mommy akan tunjukkan hasil penyelidikan orang - orang Mommy tentang itu. Karena sebelumnya Mommy sudah curiga tidak mungkin seorang nenek tidak menerima cucunya sendiri kecuali ia bukanlah nenek kandungnya, dan sebab itulah yang membuat Mommy memutuskan untuk mencari tahu semuanya. " kata Nadiya yang sudah melakukan semuanya sebelum di minta anak dan menantunya.
Begitulah Nadiya, ia langsung cepat tanggap dengan hanya melihat situasi dan keadaan.
" Jadi Mommy sudah menyelidikinya, dan sudah mencari informasi terlebih dahulu ?" tanya Naya lagi memastikan.
" Iya Mom baiklah, terimakasih sebelumnya " kata Naya lagi dengan sedikit malas mendengar gaya bicara ibunya yang sedikit ngegas itu.
Sedangkan Dirga hanya mendengarkan saja ibu dan anak itu bicara.
Memang tidak salah kalau Mommy Nadiya sampai menjadi Queen karena hanya dengan melihat keadaan ia langsung peka akan sesuatu hal yang tidak di sadari orang lain dan langsung mencari solusi sebelum hal itu menjadi sebuah masalah.
Dan dalam hati Dirga pun mengakui akan hal itu, Dirga merasa sangat bersyukur bisa masuk dalam keluarga ini.
__ADS_1
Hingga tidak ada percakapan lagi di antara mereka dalam perjalanan pulang, mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Sesampainya di rumah Nadiya mereka bertiga langsung di sambut oleh gadis kecil itu dengan wajah sembabnya.
" Hey anak Bunda kanapa seperti habis nangis seperti ini ?" tanya Naya yang langsung memeluk putri sambungnya itu.
" Kenapa sayang, sini gendong papah ?" tanya Dirga juga.
Sedangkan Nadiya langsung menatap Bi Imah, dan bi Imah pun mengerti hanya melihat tatapan Nadiya saja.
" Nona kecil menangis mencari bundanya tuan, ia tidak mau di Sentuh siapapun dan terus menangis sampai ini dan baru berhenti saat melihat neng Naya datang. " kata bi Imah sambil menunduk takut di salahkan.
" Iya bi tidak apa-apa, tenang ya sayang maaf tadi Bunda sama papah keluar sebentar, tenang ya sayang " kata Naya sambil mengusap punggung gadis kecil yang sudah berada dalam pelukannya.
Gadis kecil itu masih sesenggukan berada dalam pelukan Naya sedang Dirga juga langsung memeluk anak dan istrinya itu.
Dan di sini hati Nadiya lah yang paling bahagia, karena sudah menyaksikan sendiri bagaimana kebahagiaan rumah tangga putrinya semata wayangnya itu dan berjanji akan selalu membantu anak dan menantunya dalam hal apapun.
__ADS_1