
Mendengar itu Dirga dan Mommy Nadia saling pandang dan Dirga begitu sangat terkejut mendengar perkataan putrinya itu.
" Sayang hey... kenapa Flo bilang seperti itu hmm... ?" Tanya Dirga
" FLO takut kalau papah sama Bunda tidak sayang Flo lagi kalau nanti bunda punya adik " kata Flo sambil menunduk sedih.
" Sayang, sampai kapanpun kasih sayang papah sama bunda tidak akan pernah berkurang apalagi sampai hilang, Flo anak papah, dan semua anak papah pasti akan papah sayangi, jadi Flo jangan takut ya papah dan bunda janji akan selalu menyayangi Flo. " jelas Dirga lagi memberi pengertian pada putrinya itu.
" Janji ya Pah " ucap gadis kecil itu lagi sambil menatap dalam pada ayahnya.
" Iya sayang, papah janji. " kata Dirga yang memeluk erat putrinya itu.
Sedangkan Nadiya yang melihat itu hanya diam saja mendengarkan ayah dan anak itu bicara serius.
lumayan lama mereka menunggu akhirnya Naya sadar dan bingung sedang berada dimana.
" Ini dimana... " gumam Naya pelan setelah membuka matanya secara perlahan.
" Sayang... Sayang kamu sudah bangun, sebentar ya aku panggilkan dokter dulu " kata Dirga yang langsung memanggil dokter dengan tombol darurat.
__ADS_1
Tidak lama dokter pun datang dan langsung memeriksa Naya, setelah selesai memeriksa dokter itu pun keluar dan hanya tertinggal Dirga dan Naya yang berada di dalam.
" FLO mana Mas ?" tanya Naya yang kembali berbaring karena memang harus istirahat total.
" FLO keluar tadi sama Mommy. " jawab Dirga sambil mengelus perut Naya yang masih rata.
" Terimakasih sayang sudah memberikan aku hadiah terindah ini, semoga sehat selalu sampai lahiran nanti ya anak papah, jangan rewel di dalam ya sayang, terimakasih Nay " cup... Dirga langsung mencium kening dan punggung tangan istrinya itu.
" Sama - sama Mas, bagaimana dengan Flo mas, apa dia juga senang akan memiliki adik ?" tanya Naya yang masih dengan suara lemasnya.
" Tadi... " Dirga langsung menceritakan apa yang di katakan putrinya tadi pada Naya.
" Bawa Flo kesini Mas, aku ingin bicara dengannya, aku tidak mau ia berpikir kalau aku tidak menyayanginya lagi setelah memiliki anak, biar bagaimanapun aku tetap menyayanginya ia anak pertama ku meskipun tidak terlahir dari rahim ini, tapi aku sangat menyayanginya Mas. " kata Naya lagi.
" Iya sayang tadi Mas juga sudah bilang seperti itu, dan mudah-mudahan saja Flo mengerti " kata Dirga lagi yang langsung juga di anggukan Naya.
" Permisi... " kata seseorang yang baru masuk.
" Mommy, silahkan masuk Mom, Flo mana Mom ?" kata Dirga yang juga di anggukan Naya.
__ADS_1
" Ada di luar, katanya takut ketemu kamu Naya, takut kamu tidak menyayanginya lagi " kata Nadiya yang belum masuk dan masih berdiri di depan pintu karena gadis kecil itu masih berada di luar.
" Bawa sini Flo Mon " kata Naya yang langsung di anggukan Nadiya.
Dengan perlahan gadis kecil itu masuk di tuntun Nadiya mendekati Naya dan Dirga.
" Sayang, kenapa tidak temui Bunda, sini sayang berbaring bersama Bunda " kata Naya sambil menari pelan gadis kecil itu ke dalam pelukannya.
Gadis kecil itu mengangguk dan menurut saja apa yang Naya katakan, karena sedikit takut kalau Naya tidak menyayanginya lagi.
" Bunda masih menyayangi Flo ?" tanya gadis kecil itu saat berbaring dan memeluk erat Naya.
" Tentu saja sayang, Flo juga anak Bunda, Flo dan adik sama - sama spesial di hati Bunda, mana mungkin bunda tidak menyayangi Flo " sahut Naya sambil mengusap dan mencium kening gadis kecil itu.
" Flo sayang Bunda " kata gadis kecil itu lagi yang langsung membenamkan wajahnya di dada Naya sambil mengeratkan pelukannya terhadap Naya, dan di balas Naya dengan pelukan hangat juga.
" Bunda juga sangat menyayangi Flo, jadi jangan pernah berpikir yang tidak - tidak ya sayang kita adalah satu keluarga, harus saling menyayangi dan melindungi, jadi Flo juga nanti kalau adik ada, sayangi adik ya, kan Flo sudah menjadi kakak. " Kata Naya yang memberi pengertian pada putrinya itu.
Dan akhirnya gadis kecil itu sudah tidak murung lagi setelah mendengar langsung dari perkataan kedua orang tuanya itu.
__ADS_1