Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung

Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung
Part 95


__ADS_3

Sesampainya di rumah Dirga dan gadis kecil itu langsung di sambut Naya.


" Sayang... kamu tidak apa-apa kan ?" tanya Naya yang langsung memeluk putri sambungnya itu.


" FLO tidak apa-apa Bunda, Bunda jangan cemas ya kasihan Dede bayinya nanti " sahut gadis kecil itu sambil mengelus dan mencium perut Naya yang sudah sangat besar.


" Tetap saja sayang, Bunda tahu sekarang Flo sudah bisa menjaga diri tapi tetap saja bunda khawatir. " kata Naya lagi sambil memeluk erat gadis kecil itu.


" Terimakasih Bunda, Flo baik - baik saja. " sahut gadis kecil itu lagi yang sangat bahagia bundanya benar - benar masih menyayanginya.


" Ya sudah sekarang kita masuk, bunda cepat bersiap ya kita pergi ke toko perlengkapan bayi, untuk membeli keperluan melahirkan nanti " kata Dirga yang langsung merangkul kedua perempuan kesayangannya itu.


" Baik Pah " Sahut keduanya.


Kemudian Naya langsung pergi ke kamar untuk bersiap, sedangkan Flo dan Dirga menunggu di ruang keluarga.


Setelah siap, mereka bertiga langsung berangkat ke toko perlengkapan bayi, sesampainya di sana, Dirga dan Flo lah yang paling antusias memilih semuanya.


Sedangkan Naya hanya mengikuti saja, dan menyetujui apa yang mereka berdua inginkan.

__ADS_1


Setelah puas membeli keperluan yang menurut selera ayah dan anak itu, mereka langsung menuju tempat makan untuk makan siang bersama.


" Bunda, Dede bayinya laki - laki atau perempuan ya ?" tanya gadis kecil itu di sela makannya.


" Belum tahu sayang, coba Flo tebak, kira - kira Dede nya laki - laki atau perempuan, dan Flo maunya yang mana?" sahut Naya dan kembali bertanya pada putri sambungnya itu.


" Hmm... Apa ya, kalau Flo maunya laki - laki , tapi perempuan juga tidak apa-apa, Flo bingung mau yang mana, jadi keduanya saja " jawab gadis kecil itu sambil terlihat sedang berpikir, dan itu sungguh membuat Dirga dan Naya begitu sangat gemasnya.


" Ya sudah sayang, terserah mau dikasih apa, perempuan atau laki-laki juga tidak apa-apa, yang penting sehat dan selamat. " kata Dirga yang sedari tadi hanya mendengarkan.


" Iya Pah, yang penting bunda dan Dede bayinya sehat " kata gadis kecil itu juga.


**


Tidak terasa sudah sembilan bulan kehamilan Naya, dan tinggal menunggu seminggu lagi perkiraan dokter Naya akan melahirkan.


Dan saat ini Naya dan Dirga dan Flo sedang sarapan bersama, sudah seminggu Flo tinggal kembali bersama kedua orang tuanya untuk menjaga Naya, kalau Dirga sedang ke kantor.


" Sayang, papah sudah selesai papah pergi ke kantor dulu ya, Flo jaga bunda, kalau ada apa-apa langsung hubungi papah ya sayang " kata Dirga sambil bersiap untuk berangkat kerja.

__ADS_1


" Baik Pah, Flo akan siap siaga menjaga Bunda, papah tenang saja " Sahut Flo dengan semangatnya.


" Terimakasih sayang " kata Naya sambil tersenyum dan mengusap kepala putri sambungnya itu.


" Ya sudah papah berangkat sekarang, pergi dulu ya " cup... pamit Dirga pada istri dan anaknya dan mencium kening mereka berdua sebelum pergi.


" Iya Pah, hati - hati di jalan ya pah " sahut Naya dan Flo bersamaan, dan langsung di anggukan Dirga sambil tersenyum hangat pada keduanya.


Setelah berpamitan Dirga langsung pergi menuju ke perusahaannya, sedangkan Naya dan Flo melanjutkan kembali sarapannya.


" Kenapa perasaanku tidak enak ya, ada apa ini... ya Tuhan semoga saja tidak terjadi apa-apa...." kata Naya dalam hati sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit tinggal menunggu harinya saja lagi.


" Bunda kenapa, apa perut bunda sakit ?" tanya Flo yang bingung melihat Naya hanya diam saja dari tadi.


" Eh tidak sayang, perut bunda tidak apa-apa, cuma perasaan bunda saja yang sedikit tidak tenang, ada apa ya " jawab Naya yang memang merasakan tidak nyaman dalam hatinya.


" Mungkin Dede bayinya mau cepat keluar makanya bunda merasa seperti itu hihihihihi... cepat keluar ya Dede bayi, Kaka Flo sudah menunggu di sini " kata gadis kecil itu, yang belum mengerti apa-apa.


" Kamu sayang bisa saja... " kata Naya yang ikut tersenyum melihat tingkah putri sambungnya itu, meskipun di dalam hati Naya masih sangat tidak nyaman dan terus memikirkan perasaan cemas yang timbul secara tiba-tiba itu.

__ADS_1


Sampai bunyi dering ponsel Naya mengagetkan keduanya yang masih berada di meja makan.


__ADS_2