Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung

Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung
Part 45


__ADS_3

Uhuk uhuk uhuk...


Mendengar itu Naya langsung tersedak karena sangat terkejut mendengarnya, sedangkan Nadiya bertambah senang mendengar semua itu.


" Oh kalau begitu, bagaimana kalau secepatnya saja kalian berdua menikah, bagaimana ?" tanya Nadiya yang dengan sangat antusianya, karena ia sudah mengetahui siapa Dirga dan keluarganya sebenarnya.


Hanya saja Nadia tidak menyangka kalau orang yang di ceritakan Naya adalah Dirga rekan bisnisnya, tapi sekarang setelah mengetahui tidak ada alasan lagi untuk Nadiya menolaknya, dan langsung menerima dengan senang hati.


" Baiklah, Dirga terserah mommy dan Naya saja. " kata Dirga yang juga dengan senangnya karena lamarannya di terima oleh orang tua sang pujaan hati.


" Bagaimana kalau Minggu depan, jadi bertepatan dengan pembukaan proyek hotel yang baru selesai kita kerjakan bersama. Dan sekalian saja acara pernikahannya kita adakan di hotel bintang lima itu sekaligus syukuran untuk pembukaan hotel baru kita " kata Alan yang memberi saran.


" Baiklah mommy setuju, jadi kita bisa langsung mengumpulkan semua rekan bisnis kita untuk menghadiri pembukaan hotel sekaligus pernikahan kalian. " kata Nadiya dengan sangat antusianya.


" Baiklah mom, Dirga juga sangat setuju, bagaimana sayang " kata Dirga pada Naya.


Muka Naya langsung bersemu merah mendengar Dirga memanggilnya sayang.


" Mm... Naya terserah saja bagaimana baiknya " kata Naya yang ikut saja yang penting semuanya bahagia dengan semua ini.


" Pas kalau begitu, jadi mulai besok kita sudah mulai mempersiapkannya. Lalu bagaimana dengan orang tua mu nak Dirga, apa tidak di beri kabar ?" kata Nadiya

__ADS_1


Dirga dan Naya saling pandang karena bingung mau menjawab apa.


" Kita lihat nanti mom, tapi nanti akan Dirga kabari ko Mamah, dan maaf kalau nanti mamah saya tidak datang, karena beliau tidak tahu siapa Naya, dan Naya pun tidak mau memberitahu siapa dia sebenarnya. " Kata Dirga yang juga di anggukan Naya.


" Memangnya kenapa begitu, apa orang tua nak Dirga tidak merestui hubungan kalian ?" tanya Nadiya yang sangat bingung mendengar jawaban calon menantunya itu.


" Begini Mom... " Dirga dan Naya langsung menceritakan apa yang sudah terjadi tadi sebelum mereka ke rumah ini.


" Ya ampun, kenapa sampai seperti itu, terus bagaimana apa kamu tidak mau mengatakan yang sebenarnya nak " kata Nadiya pada Naya setelah mendengar semuanya.


" Nanti saja Mom, biarlah ibunya pak Dirga menganggap Naya sebagai perempuan miskin Naya tidak masalah, biar ibunya Pak Dirga tahu sendiri nanti tidak usah di beri tahu " kata Naya.


" Kalau nak Dirga bagaimana, apa tidak mau memberitahu siapa Naya sebenarnya " tanya Nadiya lagi.


" ya sudah kalau begitu, mommy terserah kalian saja bagaimana baiknya " kata Nadiya lagi dan langsung di anggukan keduanya sedang Alan hanya mendengarkan saja.


Setelah pembahasan selesai Nadiya meminta mereka menginap di rumahnya malam ini, dan mereka pun menyetujuinya, bertambah bahagia lah hati Nadiya saat ini.


--------------------------------


Ke esokan paginya, suasana berbeda terjadi di rumah Nadiya.

__ADS_1


Biasanya Nadiya hanya sarapan sendiri, tapi tidak dengan sekarang. Saat ini mereka semua sedang menikmati sarapan dengan penuh suka cita, bahkan Naya yang biasanya bangun kesiangan, sekarang sudah bisa bangun pagi Karena gadis kecil itu membangunkannya.


" Jadi rencananya setelah ini kalian akan pulang ?" tanya Nadiya di sela sarapannya.


" Iya Mom, saya harus mengerjakan beberapa pekerjaan dulu sebelum acara pernikahan " sahut Dirga yang juga di sela sarapannya.


" Lalu kamu Nay, apakah kamu juga akan ikut pulang, atau langsung di sini saja ?" tanya Nadiya lagi.


" Naya ikut pulang dulu Mom, kalau Naya tidak ikut bagaimana dengan Flo " sahut Naya sambil menyuapi gadis kecil itu.


" Kalian berdua bisa tinggal di sini mommy tidak keberatan sama sekali. " kata Nadiya


" Tidak bisa Mom, masih ada beberapa yang harus Naya selesaikan dulu, nanti saja setelah menikah baru nginap di sini lagi ya " kata Naya.


Mendengar itu Nadiya hanya mengangguk tanda mengerti. Setelah selesai sarapan mereka langsung berpamitan untuk pulang.


Dalam perjalanan pulang gadis kecil itu kembali ceria karena ada Naya yang bisa membuat gadis kecil itu selalu tersenyum dan tertawa.


Sesampainya di rumah, baru saja mereka melangkah masuk kedalam tiba - tiba langsung di kagetkan dengan kehadiran seseorang.


" Baru pulang... " kata orang itu dan sukses membuat mereka sangat terkejut.

__ADS_1


 


__ADS_2