
Suasana mencekam setelah Nadiya masuk dengan aura Queen Nya, tak terkecuali Naya meskipun Nadiya adalah ibu kandungnya. tetap saja dalam keadaan begini Naya tidak bisa berkutik.
Dengan berjalan elegan Nadiya langsung bergabung bersama anak menantu dan juga anak buahnya.
" Selamat malam queen... " salam anak buahnya sedangkan Naya dan Dirga hanya mengangguk saja.
" Hmm... langsung saja bagaimana hasil penyelidikan kalian... dan kamu Dirga apa sudah mengetahui siapa orang yang sudah mencoba membobol perusahaan mu... kamu Naya, apa ada sesuatu yang kamu ketahui dengan semua ini... ?" tanya Nadiya sambil menatap mereka satu persatu dengan tatapan yang sangat tajam.
Mereka yang di tanya seperti itu langsung saling pandang satu sama lain.
" Begini queen setelah kami selidiki kasus ini, ternyata pelakunya mengarah pada seseorang... " kata salah satu anak buah Nadiya yang menghentikan ucapannya karena ragu untuk melanjutkan perkataannya, dan Nadiya pun mengerti.
" Kamu Dirga... ?" tanya Nadiya lagi.
" Anak buah saya tidak dapat menemukan orang itu Mom, mereka tidak meninggalkan jejak sedikitpun sehingga sangat sulit bagi anak buah saya untuk menyelidikinya " jawab Dirga, meskipun Dirga adalah ketua Mafia juga, tapi di hadapannya Sekarang bukan hanya ketua Mafia tapi mertuanya juga sehingga ia sangat sungkan sekarang.
__ADS_1
Mendengar itu Nadiya mengangguk dan beralih pada putrinya.
" Naya... " kata Nadiya lagi.
" Mm... Begini Mom, untuk masalah perusahaan mas Dirga Naya memang tidak mendapatkan informasi sama sekali, tapi ada masalah lain yang membuat Naya terpikir jangan - jangan semua ini ada sangkut pautnya, maksud Naya penyusup yang ingin menjatuhkan perusahaan mas Dirga itu adalah orang yang sama dengan yang di duga Naya. " sahut Naya.
Mendengar jawaban putrinya, Nadiya juga langsung mengerti dan mengangguk.
" Baiklah sepertinya saya tahu apa yang akan di lakukan, kalian tetap mengawasi orang yang kalian curigai, kalau sudah menemukan bukti semuanya, kalian datang lagi. " kata Nadiya dan langsung di anggukan oleh beberapa anak buahnya.
"Dan kamu Dirga, tetap cari tahu dan tetap waspada karena bisa jadi musuh kita adalah orang terdekat kita sendiri " kata Nadiya dan itu sukses membuat Dirga sangat terkejut.
" Cari tahu dan kumpulkan saja di buktinya, karena saya juga melakukan hal yang sama. " jawab Nadia
Mendengar itu Dirga mengangguk tanda mengerti.
__ADS_1
" Pasti mommy mengetahui sesuatu, makanya mommy bicara seperti itu, aku harus cepat menemukan bukti siapa orang itu " kata Dirga dan hati.
" Naya... Mommy tahu kamu pasti sudah mengetahui sesuatu, terus selidiki apa yang sudah kamu ketahui, karena bisa jadi apa yang kamu pikirkan memang yang sebenarnya terjadi, kalau kamu sudah tahu dan tidak bisa membuktikannya, langsung saja lakukan hal seperti biasa kita lakukan, kamu mengerti kan... " kata Nadiya dan langsung di anggukan oleh Naya.
Meskipun mereka semua bingung dengan apa yang Nadiya ucapkan pada putrinya, tapi mereka tahu hal itu adalah hal yang menunjukkan itulah mereka berdua sebenarnya.
" Baiklah kalau kalian semua mengerti jangan tunggu lama lagi karena saya yakin apa yang kalian lakukan akan bertemu di tempat titik yang sama, hanya cara kalian yang berbeda untuk menemukan bukti yang sebenarnya. " kata Nadiya yang berdiri di hadapan mereka semua.
Mereka semua mengangguk termasuk Dirga dan Naya, mereka semua bisa menduga kalau sebenarnya Nadiya sudah mengetahui semuanya, hanya Nadiya tidak mau mengatakannya, dan menyuruh mereka semua untuk menemukan bukti masing-masing agar bisa menjerat pelaku yang sebenarnya.
Setelah mengatakan itu Nadiya tersenyum sinis dan itu menambah keyakinan mereka dengan semua itu, Karena senyum seperti itu hanya di mengerti oleh orang yang mengerti dengan dunia Mafia.
Jadi tanpa bertanya mereka sudah mengerti dengan arti dari senyuman sinis yang di tunjukkan Nadiya pada mereka.
Setelah pembahasan selesai, mereka langsung bubar masing-masing, begitu juga dengan Dirga dan Naya yang langsung pamit ke kamar mereka untuk beristirahat.
__ADS_1
Dan hanya Nadiya yang masih berada di ruangannya sendiri menatap ke arah jendela luar.
" Biarkan mereka menemukan buktinya masing-masing, agar mereka tidak terkejut akan kejadian sebenarnya. " gumam Nadiya pelan sambil menatap gelapnya malam.