
Setelah membaca semua itu Dirga dan Naya langsung mengepalkan tangannya.
" Ternyata selama ini dia berpura-pura baik pada ku hanya untuk menguasai harta peninggalan ibuku, kurang ajar... Tidak ku sangka ternyata seperti ini kenyataannya " kata Dirga yang begitu sangat kesal setelah mengetahui semuanya, dan juga bercampur sedih karena tidak mengetahui sama sekali sosok seorang ibu yang sudah melahirkannya ke dunia ini.
" Papah tega sekali, tidak mengatakan semuanya padaku tentang semua ini, aku sampai tidak mengetahui sama sekali siapa ibu kandungku yang sebenarnya " kata Dirga lagi yang kelihatan begitu sangat kecewa.
" Sabar Mas, biarkan semua sudah berlalu, yang penting sekarang kita sudah mengetahui semuanya, dan yang yang paling penting kita jangan melakukan hal yang sama, nanti saat Flo sudah besar kita katakan saja yang sebenarnya agar ia tahu dan tidak merasa kecewa seperti apa yang Mas rasakan sekarang " kata Naya sambil mengusap pundak suaminya yang masih sangat kelihatan kecewa.
" Hmm... kau benar sayang, dan ku minta padamu ku mohon sayangi putriku dengan tulus, agar ia tidak merasakan seperti apa yang sudah ku rasakan, aku tidak mau putriku merasakan seperti apa yang sudah ku rasakan sekarang. " kata Dirga yang sangat berharap pada Naya.
" Iya Mas, tanpa Mas minta pun aku akan menyayanginya dengan tulus, karena putri Mas Dirga adalah anak dari sahabatku, sahabat yang sangat ku sayangi, dan aku juga sudah berjanji pada Anggun akan selalu menjaga dan menyayangi kalian, jadi sayang ini tulus dari hatiku untuk kalian, terutama untuk Flo karena hanya dia satu - satunya yang mengingatkan ku akan sahabat yang sangat ku sayangi dan ku anggap sudah seperti saudara sendiri. " kata Naya dengan mata berkaca-kaca karena teringat kembali akan sahabat seperjuangannya semasa remaja dahulu.
__ADS_1
" Terimakasih Nay " kata Dirga yang langsung memeluk istrinya itu sambil menitikkan air mata karena sudah tidak kuat lagi membendungnya.
Begitu juga dengan Naya yang juga tidak kuat menahan air matanya dan mereka berdua sambil berpelukan menangis bersama karena merasakan sedih setelah mengetahui semuanya.
Nadiya yang melihat itu juga ikut terharu, bahkan hampir tidak kuat juga membendung air matanya. Karena tanpa di ketahui siapapun, sebenarnya mendiang ibu kandung Dirga juga adalah sahabat dan orang yang paling dekat dengan Nadiya saat masih remaja dan sama seperti Naya dan Anggun.
Dan Nadiya sengaja tidak mengatakan sebenarnya, biarlah itu menjadi rahasianya sendiri, karena tidak mau mengungkit lagi masa lalu, hanya akan memandang masa depan dengan anak dan cucunya kelak.
Mendengar itu Nadiya langsung terkejut dan juga langsung menetralkan perasaannya.
" Tidak sayang tidak apa-apa. " sahut Nadiya.
__ADS_1
" Ya sudah kami keluar lebih dulu ya, malam ini Flo tidur sama Omah ya, ayo kita tidur sekarang. " kata Nadiya yang sudah cukup merasa terharunya dan langsung di anggukan gadis kecil itu.
" Iya Mom, dan kami masih ingin di sini, titip Flo ya Mom " Sahu Naya yang juga di anggukan Dirga.
" Baiklah tenangkan lah diri kalian dulu, Mommy keluar sekarang. " kata Nadiya lagi.
Naya dan Dirga pun mengangguk, setelah itu Nadiya langsung mengajak gadis kecil ke kamarnya dan meninggalkan saja anak dan menantunya menenangkan diri di situ.
Setelah sudah lebih tenang baru Naya dan Dirga kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
Dan malam ini mereka lalui dengan perasaan yang sangat tenang karena sudah seharian penuh hari ini mereka melalui dengan berbagai macam yang menguras emosi dan tenaga, jadi sekarang mereka bisa beristirahat dengan tenang dan nyaman.
__ADS_1