
Naya dan gadis kecil itu berlalu begitu saja dari hadapan Diana, dan itu sungguh membuat Diana sangat - sangat kesal, sampai ide jahat muncul di benaknya dan langsung membuat Diana tersenyum sinis menatap ke arah Naya.
" Bersenang-senang lah perempuan miskin, setelah ini aku pastikan kau dan bocah kecil itu tidak akan kembali ke rumah putraku hmm... " kata Diana dalam hati sambil berlalu meninggalkan mall itu.
Melihat calon mertuanya sudah tidak terlihat lagi, Naya pun kembali menenangkan anak asuh yang sebentar lagi menjadi anak sambung yang masih merasa ketakutan itu.
" Takut Bunda, nenek jahat Bunda, Flo takut... " gumam gadis kecil itu sambil memeluk erat di belakang Naya.
" Tenang sayang, Flo tidak usah takut, nenek tidak akan bisa menyakiti Flo karena ada bunda yang akan selalu melindungi mu sayang. " kata Naya yang terus mengusap punggung dan kepala gadis kecil yang masih bergetar karena ketakutan.
" Mamah juga dulu bilang seperti itu, tapi tetap saja nenek bisa menyakiti kami, Flo takut Bunda " kata gadis kecil itu mencurahkan apa yang pernah ia alami.
" Ya ampun, jadi mamah Flo juga di gituin sama nenek ?" tanya Naya yang langsung di anggukan gadis kecil itu.
" Ya Tuhan apakah kematian Anggun tidak wajar dan... Ah sudahlah, biar bagaimanapun rahasia di sembunyikan, suatu saat pasti akan ketahuan juga meskipun yang bersangkutan sudah tidak ada lagi di dunia ini " gumam Naya pelan sambil teringat dengan sahabat lamanya itu.
__ADS_1
" Ya sudah sayang, ayo kita lanjutkan belanjanya, yu temani bunda kita baru sampai dan belum beli apa-apa " ajak Naya untuk mengalihkan rasa takut gadis kecil itu.
" Tapi Flo takut Bunda, bagaimana kalau nenek ada lagi, dan memarahi kita lagi, Flo takut Bunda " gumam gadis kecil itu yang masih menyembunyikan wajahnya di punggung Naya.
Mendengar itu Naya langsung berbalik dan membawa gadis kecil itu dalam pelukannya.
" Hey sayang, nenek sudah pulang, jadi tidak ada lagi di sini, Flo tidak usah takut ya, kalau nenek memarahi kita lagi, tinggal kita tinggalkan saja biar nenek capek sendiri ngomel - ngomelnya hmm... " kata Naya yang terus berusaha menenangkan gadis kecil itu.
Mendengar itu gadis kecil itu langsung memandang wajah Naya sambil mengerjabkan matanya.
" Bunda sudah biasa di omeli seperti itu sayang, Flo tahu sendiri kan bagaimana mommy Bunda, mommy bunda itu galaknya melebihi nenek Flo. " kata Naya sambil membawa gadis kecil itu duduk di sebuah kedai eskrim yang ada di dalam mall itu.
Gadis itu pun menurut karena begitu penasaran dengan cerita Bundanya, sehingga sedikit mengurangi rasa takutnya.
" Mau makan eskrim sayang, nanti bunda lanjut lagi ceritanya bunda haus sekali. " kata Naya yang berinisiatif memulihkan lagi perasaan gadis kecil dengan makan yang dingin dan segar agar berkurang rasa takut di pikirkan gadis kecil itu.
__ADS_1
" Iya bunda, Flo mau rasa stroberi dan vanila " sahut gadis kecil itu yang sudah mulai melepaskan pelukannya dari Naya.
" Baiklah, Flo tunggu sebentar ya. Mbak... " panggil Naya pada salah satu pelayan kedai eskrim itu.
Kemudian pelayanan itu langsung melayani Naya dan gadis kecil itu sambil menunggu pesanan mereka datang, Naya melanjutkan lagi ceritanya untuk memulihkan lagi mental gadis kecil itu.
" Flo tahu, dulu Bunda sering di omeli omah, sampai bunda di siram air karena bangun kesiangan, tega sekali omah Nadiya sama bunda, kan basah kuyup deh bunda di atas tempat tidur seperti karena ngompol saja " kata Naya bercerita sambil nada suaranya di buat lucu, untuk menghibur gadis kecil itu.
Dan benar saja gadis kecil itu langsung tersenyum dan kembali tertawa saat Naya mengatakan tentang ngompol...
" Hahahaha... Jadi bunda kira kalau bunda ompol, padahal di siram sama omah " kata gadis kecil itu sambil membayangkan cerita Naya dan langsung di anggukan Naya dengan gaya lucunya.
Bertambah tertawa dengan puasnya gadis kecil itu karena merasa lucu dengan cerita Bundanya itu.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang memandang mereka dengan tatapan sinis, setelah mendengar percakapan antara gadis kecil itu dengan Naya.
__ADS_1