
BRAAKH...
Dengan kerasnya Lala menggebrak meja, dan itu sungguh membuat Diana sangat terkejut.
" Apa - apaan kamu Lala, kenapa menggebrak meja saya sembarang haah... " kata Diana yang langsung emosi melihat kelakuan Lala.
" Tante yang apa - apaan, pokoknya Lala tidak akan menyerah, sudah cukup aku melepaskan kak Dirga untuk perempuan kampung itu dulu, dan sekarang aku tidak akan pernah melepaskannya untuk yang kedua kalinya, apalagi untuk perempuan miskin tidak tahu diri itu, lihat saja nanti, akan ku rebut paksa kak Dirga dari perempuan sialan itu hmm... " BRAAKH... Lala kembali menggebrak meja dan langsung pergi begitu saja dengan sangat marahnya.
" Lala... Lala... dengarkan Tante dulu Lala... kamu mau kemana... " panggil Diana tapi tidak di indahkan oleh Lala yang langsung pergi begitu saja.
BRAAKH...
Bahkan Lala langsung membanting pintu ketika keluar rumah Diana saking kesalnya.
" Astaga... Dasar keras kepala, terserah kamu saja Lala, aku tidak mau ikut campur lagi, lebih baik sekarang aku diam dari pada berurusan dengan Naya, aku masih mau hidup huuuh... " kata Diana yang terkejut dan kembali merebahkan tubuhnya di sofa karena masih syok dengan semuanya.
Sedangkan Lala langsung pergi begitu saja dengan membawa perasaan marahnya.
" Kurang ajar Tante Diana, kenapa coba bicara seperti itu. Pokoknya aku tidak mau tahu dan tidak perduli siapa Naya, yang aku mau kak Dirga harus menjadi milikku, dan kau perempuan miskin tidak tahu diri, tunggu saja akan ku buat kau merasakan seperti perempuan kampung itu dulu rasakan, sakit dengan perlahan dan langsung mati begitu saja hahahaha... " kata Lala yang tertawa sinis sambil mengendarai mobilnya.
__ADS_1
Di rumah Dirga, setelah berbicara dengan ibunya dan ibunya sudah pulang Dirga langsung ke kamarnya untuk membersihkan diri.
" Kamu belum tidur sayang ?" tanya Dirga yang melihat Naya masih terjaga sambil menepuk punggung putrinya.
" Belum Mas, mas bersih - bersih dulu gih baru kita makan malam bersama " kata Naya
" Baiklah Mas bersih - bersih dulu " sahut Dirga dan langsung masuk kedalam kamar mandi.
" Nenek bicara apa ya Bunda, apa nenek memarahi papah lagi ?" tanya gadis kecil itu sambil menatap wajah Naya.
Gadis kecil itu mengangguk dan tidak lama Dirga pun selesai membersihkan diri.
" Ayo kita makan malam sekarang " ajak Dirga dan langsung di anggukan keduanya.
Di tempat lain saat ini Nadiya baru menyelesaikan pekerjaannya.
__ADS_1
" Huuh lelah sekali, ya tuhan kapan aku bisa istirahat dan bermain dengan cucu saja lagi, haaah... rasanya aku sudah tidak sabar menyerahkan jabatan ini untuk cucuku kelak " kata Nadiya sambil meregangkan otot-otot setelah lelah bekerja seharian.
Kemudian ponselnya berdering dan mau tidak mau ia harus mengangkatnya.
" Iya Bi Imah ada apa ?" tanya Nadiya sambil mengistirahatkan tubuh sejenak.
" Tadi nona Naya dan keluarganya berada di rumah ini nyonya, dan baru pulang sebelum magrib tadi, karena menunggu nyonya tidak pulang juga jadinya mereka langsung pulang saja " Lapor Bu Imah pekerja di rumahnya.
" Oh tidak apa-apa bi, tadi Naya juga ada menghubungi saya bilang kalau mereka di sana, saya tidak pulang malam ini bi, saya masih berada di anak cabang perusahaan yang di luar kota, mungkin besok atau lusa baru pulang " kata Nadiya lagi.
" Oh begitu baiklah nyonya, bibi kira nyonya tidak tahu, makanya bibi kabari. " kata bi Imah lagi.
" Saya sudah tahu kok bi tenang saja. " sahut Nadiya lagi.
" Ya sudah kalau begitu bibi tutup dulu ya Nya, maaf sudah mengganggu nyonya " kata bi Imah
" Baiklah Bi. " Sahut Nadiya yang langsung mematikan ponselnya.
Setelah itu Nadiya kembali meletakkan ponselnya dan kembali bersandar di kursi kebesarannya, dan baru saja Nadia memejamkan matanya ponselnya kembali berdering dengan nada khusus sehingga Nadiya begitu sangat terkejut.
__ADS_1
" Ya halo ada apa...? " sahut Nadiya yang bergegas mengangkat ponselnya yang baru saja berdering itu.