Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung

Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung
Part 74


__ADS_3

Keesokan paginya saat ini Naya Dirga Nadiya dan gadis kecil itu sarapan bersama.


Tidak ada percakapan di antara mereka saat makan, setelah selesai makan, Naya dan Dirga langsung berpamitan pulang.


" Pulang dulu Mom " pamit Naya dan Dirga bersamaan.


" Iya, sering - sering main ke sini ya, dan ingat yang mommy katakan tadi malam " kata Nadiya mengingatkan anak dan menantunya itu.


" Iya Mom " sahut Naya dan Dirga lagi.


" Flo pulang dulu omah, kapan omah main ke rumah Flo " kata gadis kecil itu yang sebenarnya tidak mau pulang dan terpaksa pulang karena harus sekolah.


" Iya sayang, nanti ya kalau omah tidak sibuk pasti Omah main ke rumah Flo " sahut Nadiya yang sebenarnya juga enggak berpisah dengan gadis kecil itu.


" Ya sudah kami pulang ya Mom " kata Naya lagi dan langsung di anggukan Nadiya.


Setelah mengatakan itu Naya langsung membawa putrinya ke dalam mobil lalu mereka langsung pulang menuju ke rumah mereka.


" Menurut kamu, apa mommy sudah mengetahui siapa orang yang sudah membobol data perusahaan ku ya Nay?" kata Dirga sambil menyetir mobilnya.


" Mm... Dari kelihatannya sepertinya Mommy tidak tahu mas, mungkin mommy sedang mengumpulkan buktinya dulu baru menyampaikannya karena mommy kalau sudah tahu dan sudah ada buktinya, baru mommy langsung bertindak tidak menunggu orang lain lagi " Sahu Naya yang tidak mau mengatakan yang sebenarnya.

__ADS_1


Sebenarnya kalau seorang Mafia sudah bicara seperti itu pasti sudah memiliki bukti, tinggal menunggu waktu yang tepat saja lagi untuk mengungkapkannya.


Mendengar ucapan Naya Dirga pun mengangguk, setelah itu tidak ada percakapan lagi di antara mereka karena Dirga pokus mengemudi dan Naya sibuk dengan pikirannya sendiri.


Sesampainya di rumah Dirga langsung bersiap untuk pergi ke kantor, begitu juga dengan Naya ia juga sibuk mempersiapkan putrinya itu untuk pergi sekolah.


" Papah pergi dulu ya sayang " pamit Dirga pada istri dan anaknya.


" Iya Pah " Sahut mereka berdua dan langsung dapat kecupan kening dari Dirga untuk kedua kesayangannya itu.


Seperti biasa setelah Dirga pergi ke kantor Naya dan gadis kecil itu juga bersiap untuk pergi ke sekolah.


" Wah wah wah... kalian seperti ibu dan anak saja ya, sudah sangat akrab sekali " kata seseorang yang langsung mengagetkan Naya dan gadis kecil itu.


" Mau apa lagi kamu ke rumah ku, mau bikin gara - gara lagi HAH..." kata Naya yang sangat tidak suka dengan kehadiran orang itu.


" Tidak aku hanya bertamu di sini, seharusnya kamu sebagai tuan rumah menyambut ku karena tamu itu adalah raja jadi harus di hormati. " kata orang itu siapa lagi kalau bukan Lala.


Dahi Lala mengkerut karena merasa sangat aneh dengan orang ini.


" Maaf sepertinya saya tidak terima tamu karena saya sendiri mau berangkat sekolah, jadi sebaiknya sekarang anda pulang saja. " kata Naya yang tidak memperdulikan Lala sama sekali.

__ADS_1


" Keterlaluan kamu Naya, aku datang kesini baik - baik dan kamu mengusirku sekarang rasakan ini " kata Lala yang langsung menjambak rambut Naya.


Tapi bukan Naya namanya kalau hanya diam saja ia langsung menginjak kaki Lala hingga Lala menjerit dan langsung melepaskan jambakkannya.


" AW shiiiith... Awas kamu Naya " kata Lala dan langsung hendak kembali menjambak kepala Naya


Tapi Naya langsung menghindar dan langsung mengunci tangannya di leher Lala.


" Kamu mau macam - macam dengan ku HAH... Aku salut karena kamu mau langsung berhadapan dengan ku, baiklah ku ladeni " kata Naya yang tertawa sinis menatap tajam Lala.


" Awas kamu Naya " kata Lala dan langsung menumbuk perut Naya pakai sikutnya sehingga terlepas langsung kuncian Naya karena merasakan sangat sakit di perutnya.


" AW shiiiith... " jerit Naya karena merasakan sakit di perutnya saat di tumbuk Lala.


" Hmm... kamu belum tahu rupanya siapa aku, asal kamu tahu ya, dan kalian semua, kalau berani macam-macam aku tidak akan segan - segan membunuh kalian " kata Lala yang sudah menjambak rambut Naya lagi.


Mendengar itu para maid yang awalnya akan membantu Naya langsung terhenti saat Lala langsung menjambak rambut Naya lagi.


Kali ini Naya tidak berkutik ia ingin tahu sejauh mana perempuan ini berbuat ulah padanya, sehingga tanpa sepengetahuan Lala Naya tersenyum sinis mendengar semuanya yang di katakan Lala.


Sedangkan gadis kecil itu masih berada di samping Naya sambil melihat ke arah keduanya.

__ADS_1


__ADS_2