
Merasa tidak dipedulikan sama sekali oleh Dirga membuat Diana dan Lala begitu sangat kesal dan langsung meninggalkan rumah itu dengan perasaan yang sangat marah.
Di kamar Dirga mengeluarkan amarahnya yang dari tadi ia tahan.
" Keterlaluan sekali Mamah, dasar tidak punya perasaan, aku sangat malu sekali punya mamah seperti itu " kata Dirga yang terlihat begitu sangat kesal terhadap ibunya sendiri.
" Sabar Mas, biarkan saja kita berdoa saja semoga mamah berubah dan bisa menghargai orang lain, terutama bisa menerima cucunya sendiri, kasihan Flo yang sangat ketakutan sekali ketika bertemu dengan beliau. " kata Naya sambil mengusap bahu suaminya untuk menenangkannya.
" Semoga saja Nay, kasihan putriku punya nenek seperti itu. Aku minta maaf karena mamah seperti itu padamu " kata Dirga yang menurunkan emosinya dan menatap anak dan istri dengan rasa kasihan.
" Tidak apa-apa Mas, aku bisa terima semuanya, asal Mas tidak seperti itu pada ku dan putri kita ini, aku tidak akan mempermasalahkannya " sahut Naya
" Aku berjanji sayang, doakan selalu suamimu ini agar hatiku ini tidak terpengaruh oleh mamah dengan niat buruknya itu, aku akan berusaha untuk selalu menjaga rumah tangga kita, agar langgeng selamanya. " kata Dirga yang langsung memeluk anak dan istri yang sangat di sayanginya itu.
" Aamiin, semoga ya tuhan " sahut Naya yang berada dalam pelukan suaminya itu.
__ADS_1
" Aamiin, semoga papah sama bunda selalu kuat menghadapi nenek yang kejam itu " kata gadis kecil itu dengan polosnya.
" Hush tidak boleh bicara seperti itu sayang, doakan saja semoga nenek bisa berubah menjadi baik ya, anak bunda ko bicara seperti itu rasakan hukuman dari bunda ini " kata Naya yang menegur anak sambungnya dengan kasih sayang.
" Hahaha... iya ampun Bunda geli hahahaha... " kata gadis kecil itu sambil tertawa karena di gelitiki oleh Naya dan Dirga bersamaan.
" Janji ya sayang jangan takut lagi, masa sama nenek saja takut, kaya papah dong berani, rasakan ini anak papah... " kata Dirga juga yang ikut menggelitik putrinya.
" Tu kan papahnya juga ngomong begitu, rasakan ini hukum dari bunda, papah " kata Naya yang berpindah menggelitik Dirga dan mereka bersamaan saling menggelitik.
" Anak bunda mau lagi rasakan ini " kata Naya yang kembali menggelitik gadis kecil itu.
" hahahaha... iya Bunda ampun, hahahaha... " jerit gadis kecil itu juga dengan tertawa puasanya.
" Ayo kita serang bunda sekarang sayang hahahaha.. " kata Dirga mengajak anaknya menggelitiki Naya dan langsung di anggukan gadis kecil itu dengan senangnya
__ADS_1
Hahahaha... hahaha...
Mereka tertawa bersama sehingga gadis kecil itu tidak kambuh lagi traumanya.
Dan merasa sangat bahagia karena sudah menjadi keluarga yang sangat bahagia sekarang.
Di tempat lain saat ini kedua perempuan beda usia itu masih merasa kesal dan marah setelah sampai di rumah Diana.
" Kurang ajar sekali mereka, berani mereka tidak memperdulikan kita, lihat saja nanti akan ku buat perempuan miskin itu menyesal sudah menikah dengan putraku. " kata Diana yang langsung duduk di sofa setelah tiba di rumahnya.
" Benar Tante, enak sekali dia menikah dengan kak Dirga, seharusnya aku, aku yang jadi nyonya di rumah itu dan hidup bahagia bersama kak Dirga bukan perempuan miskin itu, huuuh keterlaluan.. " kata Lala juga yang masih kesal duduk di hadapan Diana.
" Pokoknya kamu harus bisa mengambil hati Dirga Lala, karena Tante hanya mau kamu yang jadi menantu Tante bukan perempuan miskin itu. " kata Diana yang masih dengan geramnya.
__ADS_1
" Tante tenang saja, Lala akan berusaha merebut kak Dirga dari perempuan miskin itu, punya apa dia masih mendingan aku kemana - mana, kaya dan cantik. Sedangkan perempuan itu sudah jelek miskin lagi, bukan tandingan ku Tante hmm... " kata Lala dengan gaya sombongnya, dan langsung di anggukan Diana yang juga sependapat.