
" Ehemm... " deheman seseorang yang langsung mengagetkan Naya dan gadis kecil itu.
" Papah ko papah ada di sini " kata gadis kecil itu yang langsung di anggukan Naya.
" Tadi Papah pulang tapi kalian tidak ada di rumah, dan bi Ijah bilang kalian berdua di sini, makanya papah nyusul ke sini " sahut Dirga yang baru datang.
" Oh iya Mas, setelah pulang sekolah kami langsung kesini, males pulang ke rumah kasihan Flo harus mendengar kata - kata kasar yang tidak pantas di dengarnya karena tadi di rumah ada Mamah " kata Naya yang langsung mengadu pada suaminya.
Naya tidak mau seperti para istri lainnya yang hanya diam di perlakukan kasar oleh mertuanya, dan hanya memendamnya sendiri tanpa berani memberitahu suaminya apalagi di ancaman dan hanya merasakan penderitaan sendiri.
Naya akan mengatakan apapun semuanya pada suaminya, ia tidak mau memendamnya sendiri dan akan mengadu apapun yang di terimanya atas perlakuan mertuanya itu.
" Apa... Jadi Mamah kerumah lagi, mau apa lagi sih " kata Dirga yang sangat tidak suka kalau ada keributan di rumahnya.
" Biasa lah Mas menghina ku, bersama calon mantu yang mamah inginkan itu. " kata Naya sambil menuntun suaminya untuk duduk dulu.
__ADS_1
" Perempuan tidak tahu diri itu lagi, apa sih sebenarnya mau mamah, aku sampai tidak habis pikir " kata Dirga yang terlihat sangat kesal.
" Mamah ingin Mas menikah dengan perempuan itu, lalu membuang aku dan Flo, makanya setiap Mas pergi mereka langsung datang dan berusaha membuat aku menyesal dan berencana ingin menyiksa ku " adu Naya yang mengatakan sesuai yang di laporkan Bu Ijah padanya.
Gadis kecil itu hanya diam saja sambil mendengarkan orang tuanya bicara.
" Kamu tahu dari mana kalau mamah dan perempuan itu mau menyiksa mu ?" tanya Dirga lagi.
" Kata bi ijah, makanya kami pulang ke sini dari pada pulang ke rumah akan seperti itu tidak baik untuk mental putri kita. " kata Naya lagi yang memang tidak mau menyembunyikan apapun.
" Ini sudah keterlaluan Naya, aku tidak akan membiarkan Mamah seperti ini terus, lebih baik kita katakan saja yang sebenarnya, biar mamah bisa menerima mu dan membuang perempuan yang tidak tahu diri itu. " kata Dirga yang tidak tahan melihat sikap ibunya yang seenaknya pada istri dan anaknya.
" Coba saja kalau dia berani mendekatiku, akan ku tunjukkan siapa aku sebenarnya, dan jangan coba-coba mengusik ku, akan ku buat dia menyesal karena sudah berani menggangu rumah tangga kita " kata Dirga dengan serius dan tatapan matanya yang sangat tajam.
Naya mengangguk mengiyakan apa yang suaminya katakan.
__ADS_1
" Bagus Mas, aku tidak perlu menggunakan tanganku untuk menyingkirkan pelakor itu, karena dia akan dengan sendirinya menyesal karena sudah berani mencoba mendekati suamiku hmm... Belum tahu dia siapa aku, aku akan baik kalau orang juga baik dengan ku, dan aku akan lebih jahat kalau orang berani menjahati ku tidak perduli siapa pun itu. " kata Naya dalam hati sambil tersenyum sinis tanpa sepengetahuan suaminya.
" Ya sudah ayo kita pulang Mas, harinya sudah sore " ajak Naya.
" Baiklah ayo, sayang kita pulang ya " kata Dirga yang juga mengajak putrinya itu.
" Tapi Pah bunda, Flo belum ketemu omah " kata gadis kecil itu.
" Omah tidak pulang hari ini sayang karena omah lagi berada di luar kota, besok lagi ya kita kesini kalau omahnya ada di rumah " kata Naya
" Hmm... Baiklah bunda. " kata gadis kecil itu yang terlihat sangat kecewa karena tidak bertemu dengan Nadiya yang juga sudah di anggap nenek oleh gadis kecil itu.
" Ya sudah, anak papah tidak boleh sedih ya, yu kita pulang " ajak Dirga lagi yang sangat kasihan melihat putrinya kecewa.
Gadis kecil itu mengangguk walaupun masih cemberut, lalu mereka langsung pulang ke rumah mereka sendiri.
__ADS_1
Setelah sampai di rumah mereka, mereka bertiga langsung masuk rumah dengan sangat bahagianya, semua maid juga ikut senang melihat kebahagiaan keluarga majikannya itu, sampai...
" Dirga... " Panggil orang itu dan langsung mengagetkan mereka bertiga.