Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung

Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung
Part 56


__ADS_3

Ke esokan paginya, setelah menikah Naya tidak bangun kesiangan lagi karena sudah ada suaminya yang setia pagi membangunkannya.


Dan sekarang Naya Dirga dan gadis kecil itu sedang sarapan bersama.


Tidak ada percakapan dia antara mereka saat lagi makan, sampai seseorang datang dan langsung ikut sarapan bersama mereka.


" Wah pas banget nih, kamu lagi sarapan ya nak, ayo Lala cepat layani Dirga ambilkan dia makanannya " kata Diana yang baru datang bersama Lala dan langsung masuk begitu saja.


" Baik Tante, kak Dirga mau makan lauk apa biar Lala ambilkan " kata perempuan itu dengan tak tahu malunya padahal sudah ada Naya di situ.


Gadis kecil itu langsung menghentikan makannya dan langsung bersembunyi di belakang Naya karena masih takut bertemu dengan neneknya itu.


Mendengar itu Dirga bukannya menyahut malah diam saja sambil menahan amarahnya, ingin sekali ia memaki perempuan tidak tahu malu ini, tapi Naya menahannya dengan menggenggam tangan Dirga di bawah meja, sambil menggelengkan kepalanya.


" Ko diam saja kak, apa kak Dirga mau minum, ini Lala ambilkan " kata Lala sambil mengambilkan air untuk Dirga.


Ingin sekali Dirga menggebrak meja itu sekarang saking marahnya ia saat ini, tapi lagi - lagi Naya menahannya sambil menggelengkan kepalanya, mau tidak mau Dirga hanya diam saja.

__ADS_1


Melihat perempuan tidak tahu malu itu mengambil air untuk Dirga membuat Naya sangat kesal tapi ia akan membalasnya dengan bermain cantik.


" Terimakasih Mbak, oh ya sekalian ya mbak ambilkan lauk yang itu, suami saya sangat suka dengan lauk itu. " kata Naya dengan santainya memperlakukan Lala seperti halnya pelayanan.


Mendengar itu membuat Lala mengepalkan tangannya karena begitu sangat kesal karena sudah di suruh Naya.


Begitu juga dengan Diana, ia tak kalah kesalnya melihat semua itu.


" Kamu ambil saja sendiri memangnya Lala pelayanan yang seenaknya kamu suruh, dasar tidak tahu diri " kata Diana yang begitu sangat kesal.


Bertambah kesal Lala saat ini dan terpaksa mengambil lauk yang di suruh Naya tadi.


" Terimakasih Mbak, ini Mas lauknya, aku juga mau " kata Naya yang langsung mengambil lauk yang ada di tangan Lala lalu menuangkannya ke piring Dirga dan piringnya.


Melihat itu Dirga seketika tersenyum.


" Kamu pintar sayang, terimakasih " kata Dirga yang tersenyum hangat pada Naya, dan langsung di anggukan Naya sambil tersenyum juga.

__ADS_1


" Sayang mau " kata Naya yang menawarkan makanan untuk gadis kecil itu yang sedikit tersenyum melihat bundanya seperti itu.


" Iya Bunda, Flo juga mau " sahut gadis kecil itu yang mulai tidak takut lagi.


Lalu Naya menuangkan lauk itu juga pada gadis kecil itu, sehingga mereka bertiga makan dengan lahapnya, tanpa memperdulikan kedua perempuan itu sama sekali dan hanya menganggap Lala sebagai pelayan saja.


Bertambah kesal yang Lala rasakan saat ini karena tidak di perduli kan Dirga sama sekali. Apalagi Diana ingin sekali ia menampar Naya, yang sudah seenaknya memperlakukan Lala sebagai pelayan. Tapi tidak bisa Diana lakukan karena ada Dirga yang masih berada di sana.


Setelah selesai sarapan seperti biasa Dirga langsung berangkat kekantor, Naya dan gadis kecil itu langsung mengantarnya ke depan rumah.


" Pergi dulu ya sayang, hati - hati di rumah kalau ada apa-apa langsung hubungi saya ya " kata Dirga sambil mencium kening istri dan anaknya.


" Iya Pah, hati - hati di jalan juga " sahut Naya dan gadis kecil itu bersamaan dan langsung mencium punggung tangan Dirga.


Setelah itu Dirga langsung berangkat ke kantor, dan melihat tadi Dirga sangat yakin dengan istrinya itu kalau Naya akan bisa mengatasi ibu dan perempuan tidak jelas itu menurut Dirga.


Melihat Dirga sudah pergi Naya dan putrinya langsung melangkah masuk ke dalam rumah, tapi langkahnya terhenti saat melihat ibu mertuanya itu berdiri di depan pintu bersama Lala sambil berkacak pinggang dan menatap Naya dengan tatapan yang sangat tajam.

__ADS_1


__ADS_2