
Sampai Naya melihat beberapa orang masuk ke dalam mobil hitam, yang sedikit jauh dari sana dan masih bisa terlihat. Dan samar - samar mendengar suara anak kecil menjerit di dalamnya.
Tanpa menunggu lama lagi Naya langsung berlari ke arah mobil itu.
" Kesana Pak " panggil Naya yang menunjuk ke arah mobil itu.
Mendengar itu Dirga langsung mengangguk lalu mengikuti Naya dari belakang sambil berlari mengejar mobil hitam itu yang hendak pergi.
" BERHENTI... " kata Naya yang berdiri tepat di depan mobil itu sambil merentangkan tangannya.
Orang yang berada dalam mobil itu terus membunyikan klakson, sambil menginjak - injak gas menakuti Naya, tapi Naya tidak takut sedikitpun dan tetap berada di situ.
" Keluar kalian... " panggil Naya.
Beberapa orang yang berada di dalam mobil itu begitu sangat marah, dan akhirnya mereka mematikan mobilnya lalu keluar menghampiri Naya.
" Beraninya kau menghalangi jalan kami, minggir, mau mati kau HAH... " kata orang itu yang begitu sangat kesal terhadap Naya.
" Aku tidak akan minggir sebelum kau melepaskan anak itu, beraninya sama anak kecil, dasar preman pasar. " kata Naya sambil memancing kemarahan mereka agar tidak pergi dari situ.
__ADS_1
" Wah wah wah... Berani juga kau perempuan, anak ini tidak ada urusannya dengan mu, minggir, pergi dari sini, kalau tidak jangan salahkan kami kalau kami akan berbuat kasar padamu " kata ketua dari beberapa orang itu.
" Coba saja kalau kau berani " kata Naya yang tidak ada takutnya sama sekali.
Hiiiiiiaaaaa...
Dua orang penculik itu langsung maju hendak menghajar Naya, tapi belum sempat Naya hendak melawan tiba - tiba...
" BERHENTI... Beraninya sama perempuan, lawan aku jika kalian berani " kata Dirga yang sebenarnya sedang menahan amarah pada semua penculik itu.
" Mundur Nay, biar saya yang menghadapi mereka, beraninya mereka berbuat buruk pada putriku." kata Dirga yang sudah sangat kesal kepada semua penculik itu.
" Baiklah, hati - hati Pak " ucap Naya, dan langsung di anggukan Dirga, lalu Naya langsung mundur membiarkan saja Dirga mengatasi semuanya.
Dirga langsung melawan beberapa orang itu, sementara Naya langsung mencari cara untuk menyelamatkan anak asuhnya itu.
Sementara di dalam mobil hanya ada satu orang yang menjaga gadis kecil itu agar tidak kabur, dan selebihnya sudah keluar dari mobil untuk melihat perkelahian itu.
Tanpa menunggu lama lagi, Naya juga langsung menghadapi beberapa orang yang berdiri di depan mobil itu.
__ADS_1
" Wah berani sekali kau perempuan, hiiiiiiaaaaa..." Semua preman yang tersisa tiga orang itu langsung menghadapi Naya, perkelahian pun tak kalah sengit.
Buk buk buk buk BRAAKH... Dengan beberapa kali serangan Naya berhasil mengalahkan dua orang preman itu. Begitu juga dengan Dirga, ia juga tidak membutuhkan waktu lama untuk mengalahkan dua orang yang menghadangnya itu. Dalam sekejap Dirga juga langsung mengalahkan kedua preman itu.
" Cepat serahkan anak itu " Kata Dirga yang juga di anggukan Naya.
Tapi salah satu orang yang di hajar Naya tadi memberikan kode untuk orang yang berada mobil itu, seketika mobil itu langsung di hidupkan dan berjalan mundur menghindar lalu langsung pergi dari situ.
Naya yang melihat itu tidak tinggal diam.
" Kejar mobil itu Pak " teriak Naya
Mendengar itu Dirga langsung berlari mengejar mobil yang sudah berjalan di susul Naya di belakang.
Mereka berdua terus mengejar mobil yang sudah melaju itu.
" Haaah sial... " kata Dirga yang tidak dapat menyusul mobil itu.
" Hah hah hah... Kurang ajar " kata Naya Juga yang baru sampai di samping Dirga berdiri melihat mobil itu yang sudah berlalu kencang, jauh meninggalkan mereka.
__ADS_1
" Bagaimana ini Nay, dia membawa putriku " kata Dirga yang sangat bingung Sekarang.
" Sebaiknya kita... " perkataan Naya langsung terpotong karena tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di samping mereka.