
Mendengar itu Nisa sangat yakin kalau sudah terjadi sesuatu pada temannya ini di kantin.
" Apa sudah... " perkataan Nisa terhenti saat melihat beberapa orang berjalan ke arah mereka.
" Ada apa ?" Tanya Flo yang langsung mengikuti arah pandangan Nisa.
" Hey cupu... Tadi kau berani menyakiti tangan ku, dan di kantin tadi kau juga berani membantahku, tidak tahu diri sekali kamu dasar cupu miskin. " kata Rosa sambil berkacak pinggang di hadapan Flo dan Nisa.
" Asal kamu tahu, di sekolah ini tidak ada yang berani membantahku, dan kau dengan beraninya melawan ku, harus di beri pelajaran nih anak " kata Bobi yang juga berkacak pinggang berdiri di samping Rosa.
Nisa yang mendengar dan berhadapan dengan mereka sudah sangat ketakutan dan gemetar, berbeda dengan Flo, ia terlihat santai, tapi sebenarnya ia juga sangat kesal pada kedua orang di hadapannya ini yang sedari ia tiba di sekolah ini sudah bermasalah dengan mereka berdua.
" Kalian semua cepat hukum anak tidak tahu diri ini, pukul dia dan siram keduanya dengan air " perintah Bobi pada siswa yang ia anggap sebagai anak buahnya.
__ADS_1
Nisa sangat ketakutan dan seperti biasa ia akan memohon untuk tidak di bully, tapi sebelum itu Flo langsung memegang tangan temannya ini agar tidak takut dan berani menghadapi mereka.
" Jangan coba-coba kalian menyentuh kami berdua, kalau tidak jangan salahkan aku kalau kali ini kalian semua berakhir di rumah sakit " kata Flo menatap tajam kearah mereka semua.
" Hmm... dasar tidak tahu diri, cepat siksa dia biar dia tahu siapa yang berkuasa di sekolah ini CEPAT... " kata Bobi dengan kesalnya terhadap Flo.
Tanpa menunggu lama lagi, beberapa anak buah Bobi langsung menghampiri Flo dan ingin menyiksa Flo.
Tapi belum sempat itu terjadi, mereka semua langsung mendapat pukulan keras dari Flo, dan dalam sekejap mereka semua langsung babak belur jatuh tersungkur di hadapan Bobi dan Rosa.
Melihat semua temannya babak belur dan jatuh tersungkur, membuat Bobi dan Rosa sangat terkejut, mereka tidak menyangka kalau si cupu Flo dapat mengalahkan mereka semua dalam sekejap.
" Awas kamu dasar tidak tahu diri, tunggu pembalasan kami, ayo yank kita laporkan dia pada kepala sekolah karena sudah melukai mereka semua " kata Bobi untuk menutupi rasa takutnya karena tidak mau babak belur seperti semua temannya itu.
__ADS_1
" Iya ayo, tunggu saja pembalasan kami " kata Rosa juga, yang sebenarnya juga merasakan takut melihat semua itu.
Tanpa menunggu lama lagi Bobi dan Rosa langsung meninggalkan tempat itu di susul beberapa temannya yang sudah babak belur itu.
" Silahkan, akan ku tunggu, pergi sana masih untung kalian juga tidak ku hajar sekalian, huuuh menyebalkan... " kata Flo sambil mengatur nafasnya yang sedikit ngos-ngosan.
Melihat mereka semua sudah pergi, Nisa sangat lega, berbeda dengan Flo yang masih saja merasa sangat kesal dan ingin lagi menghajar mereka, biar mereka tidak mengganggunya lagi dan tidak berbuat macam-macam lagi pada mereka berdua.
Setelah itu Flo dan Nisa langsung kembali ke kelas mereka dan bel pun berbunyi tanda waktu istirahat sudah habis dan melanjutkan kembali pelajaran mereka.
Tanpa Flo ketahui, sedari ia datang ke sekolah Flo sudah mencuri perhatian seseorang dan orang itu terus memperhatikan Flo dari kejauhan.
SELESAI...
__ADS_1
🌹 Terimakasih teman - teman sudah mampir, dan yang masih penasaran bagaimana kisah Flo, dan siapakah pengagum rahasia Flo, sabar ya author sedang membuat novel baru untuk melanjutkan kisah ini, yang pasti kisah masa muda Flo dan kisah cintanya, tak ketinggalan juga dengan twins boy adik kembar Flo. 🌹
🌹 Karena tidak sesuai lagi dengan judul ini, jadi author buatkan judul baru saja untuk kisah Flo, di tunggu ya kisahnya... Terimakasih 🙏🌹