
" Dirga... " panggil orang itu dan langsung mengagetkan mereka bertiga.
" Mamah... Mau apa mamah kesini " kata Dirga yang masih merasa kesal terhadap ibunya itu.
" Mamah mau bicara sama kamu, ayo ikut mamah sekarang " ajak Diana yang langsung menarik tangan Dirga.
Sedangkan Naya dan gadis kecil itu hanya diam saja melihat semua itu.
" Mau apa nenek, bunda ?" tanya gadis kecil itu
" Tidak tahu sayang, ayo kita ke kamar saja, biarkan papah sama nenek bicara " kata Naya yang tidak mau ikut campur urusan antara ibu dan anak itu.
Gadis kecil itu mengangguk lalu Naya langsung membawanya ke kamar, tapi sebelum masuk ke dalam kamar.
" Bi ijah sini " panggil Naya yang sudah berada di depan pintu kamar gadis kecil itu.
__ADS_1
Sedangkan Dirga langsung di bawa ibunya ke ruang kerja Dirga karena ada yang ingin di bicarakan ibunya.
" Iya neng, ada apa ?" tanya bi ijah yang langsung menghampiri Naya.
" Begini bi sini saya bisikin " kata Naya yang langsung membisikan sesuatu pada bi Ijah, dan langsung di anggukan bi Ijah sambil tersenyum mengerti.
" Baiklah neng Naya bibi mengerti, ya sudah bibi pergi dulu " kata Bu Ijah lagi.
" Iya Bi, tolong ya bi " kata Naya lagi yang langsung di anggukan bi ijah sambil tersenyum dan mengangkat jempolnya dan langsung pergi dari sana.
Sedangkan di ruang kerja Dirga saat ini ia sedang bicara serius dengan mamahnya itu.
" Pokoknya mamah tidak mau tahu Dirga, kamu harus meninggalkan perempuan dan juga bocah itu, biarakan bocah itu perempuan itu yang urus, mamah sangat tidak suka dengan mereka " kata Diana yang mengutarakan semuanya.
" Tidak bisa Mah, Naya sudah menjadi istriku, dan Flo adalah putri kandungku, bagaimana bisa mamah bicara seperti itu pada darah daging ku sendiri, mamah keterlaluan " kata Dirga yang sangat kesal pada ibunya itu.
__ADS_1
" Untuk apa kamu mempertahankan mereka Dirga... Mereka hanya menjadi beban untuk mu, lebih baik kamu buang saja dan menikah dengan Lala perempuan yang mamah mau. "kata Diana dengan kerasnya.
" Tidak bisa Mah, seharusnya mamah menjauhi perempuan tidak tahu diri itu, karena seharusnya mamah lebih menyayangi Naya karena sekarang dia adalah menantu mamah. " kata Dirga lagi dengan kerasnya juga.
" Apa sih yang kamu banggakan dari perempuan miskin itu mamah tidak habis pikir, lebih baik kamu sama Lala sudah cantik kaya lagi dia tidak akan menjadi beban untuk mu " kata Diana lagi yang masih keras dengan keinginannya.
" Asal mamah tahu, dan dengarkan ini baik - baik buka telinga Mamah lebar - lebar... Sebenarnya Naya juga kaya mah, dia bukan perempuan miskin yang mamah kira selama ini, mamah tahu Bu Nadiya rekan bisnis Dirga yang sangat terkenal dengan ke suksesnya " kata Dirga yang menghentikan sejenak penjelasannya untuk melihat reaksi ibunya itu.
Diana sangat terkejut mendengarnya dan langsung mengangguk karena sangat penasaran dengan penjelasan Dirga selanjutnya.
Kemudian Dirga kembali melanjutkan penjelasannya.
" Mamah tahu kan dengan Bu Nadiya CEO pemilik perusahaan besar yang sama besarnya dengan perusahaan ku, asal mamah tahu Naya yang sekarang menjadi menantu mamah adalah putri satu - satunya Bu Nadiya dan pewaris tunggal semua harta ibunya itu. Dan lebih parahnya lagi, asal Mamah tahu Bu Nadiya adalah ketua Mafia yang sangat di takuti di dunia bawah, jadi jangan coba - coba mengusik beliau apalagi sampai menyakiti putrinya, kalau Mamah berani melakukan itu maka kita akan tinggal nama saja " kata Dirga dengan sangat serius menjelaskan semuanya, karena ia tidak mau ibunya berbuat sembarang yang akan berimbas pada kehidupan dan juga perusahaannya.
Meski tanpa di ketahui siapapun sebenarnya Dirga juga adalah ketua salah satu kelompok Mafia, maka dari itu ia tidak mau berurusan dengan sesama ketua Mafia dan kalau itu terjadi maka ia tidak akan bisa hidup tenang.
__ADS_1
Mendengar itu Diana langsung tertunduk lemas, ia langsung syok setelah mengetahui semuanya, sampai - sampai sesak nafas dan hampir tidak bisa menelan ludahnya sendiri setelah mendengar semuanya.