
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang memandang mereka dengan tatapan sinis, setelah mendengar percakapan antara gadis kecil itu dengan Naya.
" Tertawalah sepuas kalian, tapi setelah ini aku pastikan kalian akan segera menyusul perempuan miskin itu dulu, dan kau bocah berbahagialah karena setelah ini kau akan bertemu dengan ibumu yang miskin itu untuk selama - lamanya hahahaha. " kata orang itu dalam hari sambil menatap tajam ke arah Naya dan gadis kecil itu.
Sedangkan Naya dan gadis kecil itu dengan senangnya menikmati eskrim pesanan mereka, sambil tertawa bersama sehingga hilang rasa takut yang di rasakan gadis kecil itu.
Di sela makannya ponsel Naya berdering menunjukkan ada notifikasi wa yang masuk.
Naya langsung membukanya, dan dan sangat terkejut melihat pesan yang di kirim seseorang ke ponselnya.
Setelah membalas dengan ucapan terima lewat pesan itu Naya kembali tertawa bersama gadis kecil itu.
" Wah hebat juga trik mu Nyonya, tapi sayang tidak akan mempan pada ku hahahaha... Gun, kenapa aku tidak mengetahui keadaan mu dulu, sehingga putrimu yang merasakan akibatnya sekarang. " kata Naya dalam hati sambil menatap nanar pada putri sahabatnya yang sedang asik memakan eskrim pesanannya .
Setelah selesai makan eskrim, kedua gadis beda usia itu langsung bersenang senang membeli keperluan untuk pernikahan nanti.
Sambil memilih mereka berdua hingga tak terasa sudah hampir dua jam mereka berbelanja keperluan.
" Ayo sayang kita pulang, harinya sudah sore " ajak Naya yang sudah membawa banyak belanjaan di tangannya.
__ADS_1
" Iya Bunda, Flo juga sudah capek, lihat nih banyak banget yang Flo beli, sudah tidak sabar Flo ingin menggunakannya di hari pernikahan Bunda dan papah nanti. " sahut gadis kecil itu dengan senangnya.
" Baiklah ayo kita pulang sekarang " kata Naya yang langsung di anggukan gadis kecil itu yang sudah kembali ceria.
Mereka berdua melangkah keluar mall dan langsung menuju mobil mereka.
" Sudah selesai neng belanjanya ?" tanya supir itu
" Sudah pak, maaf ya pak lama nunggunya " ucap Naya.
" Tidak apa-apa neng, mari apa sekarang kita akan langsung pulang, atau mau kemana lagi ?" tanya supir itu dan mereka masih berada di luar mobilnya.
" Langsung pulang saja pak " sahut Naya.
Supir itu langsung membukakan bagasi mobil untuk menaruh belanjaan yang masih ada di tangan calon istri majikannya ini.
Tapi bukannya masuk ke dalam mobil, Naya langsung berlalu begitu saja dan langsung menyetop taksi yang sudah di pesannya lewat online tadi.
" Dengan Mbak Kanaya " kata supir taksi online yang langsung berhenti tepat di hadapan Naya.
__ADS_1
" Benar pak, tolong taruh belanjaan ini di belakang ya pak " kata Naya dan langsung di anggukan supir taksi online itu.
Pak supir yang di khususkan untuk antara jemput Naya dan gadis kecil itu sangat terkejut melihat itu.
" Lho neng Naya, kenapa malah naik taksi online, kenapa tidak mau naik mobil sendiri saja ?" tanya supir itu yang sangat terkejut dan bingung.
" Iya bunda, kenapa pakai taksi kan ada paman supir untuk mengantar kita ?" tanya gadis kecil itu yang juga sangat terkejut dan bingung melihatnya.
" Tidak apa-apa Pak, ayo pak ikut kami sekalian, nanti sampai rumah saya jelaskan. " sahut Naya yang bersiap mengajak masuk gadis kecil itu.
" Kalau bapak ikut, mobilnya bagaimana neng ?" tanya supir itu yang begitu sangat bingung.
" Biarkan saja di sini, nanti ada orang bengkel yang membawa mobil ini ke bengkel pak " sahut Naya yang mengajak masuk gadis kecil itu terlebih dahulu di dalam mobil.
" Lho bukannya mobilnya baik - baik saja ya neng, kenapa harus di bawa ke bengkel segala ?" tanya supir itu lagi yang masih kebingungan dengan semuanya.
" Kan tadi sudah saya bilang pak, bapak ikut kami saja naik taksi dan biarkan mobil ini di sini, nanti sampai rumah baru saya jelaskan semuanya, cepat pak masuk " sahut Naya yang langsung masuk ke dalam taksi setelah mengatakan itu.
Dengan perasaan bingung mau tidak mau pak supir itu menurut saja, dan langsung masuk ke dalam taksi online itu bersama Naya dan Flo.
__ADS_1
Sedangkan mobil mereka, mereka tinggalkan saja di sana sampai orang - orang bengkel membawa ke bengkel.
Dan dari jauh seseorang langsung mengepalkan tangannya saking marahnya melihat dan mendengar semua itu..