
Hanya sebentar Dirga memeluk anak dan istrinya, setelah itu Dirga langsung menghubungi anak buahnya.
" Alan... Kenapa perempuan tidak tahu diri itu bisa berada di rumah ku, bukankah sudah ku katakan tadi untuk cepat membereskannya membawanya bersama iblis betina itu ?" kata Dirga dengan masih sangat kesalnya menghubungi asisten pribadinya.
" Maafkan kami tuan, perempuan itu sangat licik ia berhasil mengelabui anak buah kita dan berhasil kabur saat dalam perjalanan ke markas tadi. " sahut Alan dari sebrang telpon sana.
" KURANG AJAR... Apa kau tahu, wanita tidak tahu diri itu sudah membuat kekacauan di rumah ku dan membuat putriku kembali trauma, hukum mereka yang melakukan tugasnya tidak becus. " kata Dirga lagi dengan sangat kesal dan tatapan yang sangat tajam.
" Baik tuan maafkan atas keteledoran kami, wanita itu sangat licik dan sepertinya ia juga berasal dari dunia hitam sehingga tahu betul seluk beluk dunia Mafia " Sahut Alan yang masih di sebrang telpon.
" SIAL... Kalau begitu kalian cepat bereskan wanita iblis itu, aku tidak mau tahu malam ini harus beres semuanya." perintah Dirga dengan tatapan tajamnya.
" Baik tuan, akan segera kami laksanakan, sekali lagi maafkan atas keteledoran lagi tuan " kata Alan lagi.
" Hmm... Kali ini lakukan tugas kalian dengan benar, saya tidak mau lagi ada kesalahan, kalian mengerti. " kata Dirga lagi yang di tatap Naya dengan tajam karena berbicara kasar di hadapan putrinya.
" Baik tuan, kami akan segera melaksanakannya " kata Alan lagi.
__ADS_1
" Hmm... " sahut Dirga dan langsung mematikan ponselnya.
Semua maid yang mendengar itu tidak berani melihat karena sangat ketakutan mendengar Dirga bicara dengan nada yang sangat marah dan kesal.
" Bisa tidak kalau bicara seperti itu jangan di sini, tidak pantas tahu di dengar Flo " kata Naya dengan menatap tajam suaminya itu.
" Maaf sayang, aku tidak bisa mengendalikan emosi ku dengan keadaan seperti ini. " kata Dirga yang sedikit takut melihat tatapan tajam dari istrinya itu.
" Ya sudah, yang penting sekarang wanita itu sudah di urus Mommy, setelah itu baru kita ke sana untuk mengurusnya juga " kata Naya lagi sambil memeluk putrinya itu.
" Hmm... Maafkan papah ya sayang, papah hanya ingin membalas wanita yang sudah membuat Flo seperti ini " kata Dirga sambil mengusap kepala putrinya yang masih memeluk Naya itu.
" Iya papah mau memukulnya agar ia tidak bisa menyakiti Flo lagi ya " sahut Dirga sambil tersenyum pada putrinya itu.
" Yeeee... pukul Pah, jangan beri ampun orang jahat itu, pukul dia untuk Flo ya Pah... " ucap gadis kecil itu yang mulai tenang.
" Tentu sayang, akan Papah lakukan untuk Flo, jadi Flo jangan takut lagi ya " kata Dirga yang langsung di anggukan gadis kecil itu dengan sangat antusianya.
__ADS_1
Setelah itu gadis kecil itu tenang, Naya langsung membawanya membersihkan diri dan mandi bersama di kolam renang bersama Dirga juga.
Dan akhirnya gadis kecil kembali ceria, begitulah cara Naya untuk mengembalikan keceriaan putri sambungnya itu dari rasa takut yang di rasakan gadis kecil itu, setelah cukup lama mereka bertiga berenang bersama setelah itu langsung memberikan diri dan makan bersama.
Setelah selesai makan Naya langsung menghubungi ibunya sedangkan gadis kecil itu bersama dengan ayahnya.
" Mom, bagaimana dengan wanita tidak tahu diri itu, tadi Bi Ijah sudah menceritakan semuanya ?" tanya Naya saat menghubungi ibunya.
" Kamu tenang saja sayang, Mommy sudah mengurusnya, tidak akan Mommy biarkan siapapun mengganggu keluarga mu. Bagaimana dengan cucu mommy, apa ia sudah bisa tenang, tadi Mommy tidak sempat menenangkannya karena harus mengurus perempuan tidak tahu diri itu dulu " kata Nadiya yang mengkhawatirkan gadis kecil itu.
" Terimakasih banyak Mom, mommy tenang saja Flo sudah tenang sekarang, untuk sementara kami akan membawanya menginap di rumah mommy dulu karena Flo masih trauma berada di rumah ini Mom. " kata Naya menghubungi ibunya sambil melihat ke arah suami dan putrinya yang sedang bermain bersama.
" Baiklah sebaiknya begitu, ya sudah langsung saja ke rumah mommy ya, mommy mau mengurus wanita licik ini dulu, ternyata ia sangat licik, tapi kamu tidak perlu khawatir, belum tahu saja dia siapa kita Hmm... " kata Nadiya lagi yang tersenyum sinis di sebrang telpon sana.
" Iya Mom, tunjukkan siapa kita sebenarnya, belum tahu dia berhadapan dengan siapa. " kata Naya juga dengan tatapan sinisnya.
" Hmm... ya sudah mommy tutup dulu " kata Nadiya lagi yang langsung memutuskan sambungan teleponnya.
__ADS_1
Setelah selesai menghubungi ibunya Naya langsung kembali bergabung bersama suami dan anaknya.