Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung

Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung
Part 80


__ADS_3

Mendengar itu Dirga semakin meradang dan sekuat tenaga ia menahan amarahnya mengingat ia adalah ibu yang disangka ibu kandungnya, setelah mendengar semuanya membuat Dirga semakin yakin dengan tindakan yang akan ia lakukan sekarang.


" Hmm... Bagus dengan mengetahui semua ini aku tidak akan ragu lagi untuk melakukan yang selama ini seharusnya ku lakukan. " kata Dirga dengan tatapan yang sangat tajam.


" Seperti hal nya kau melakukan kekerasan pada istri dan anak ku dulu hingga membuat putriku trauma sampai sekarang, maka akan ku lakukan juga hal yang sama agar kau merasakan apa yang sudah mereka rasakan " kata Dirga lagi dengan senyum sinisnya.


Mendengar itu Naya dan Alan juga tersenyum sinis pada Diana, karena mereka berdua mengerti dengan apa yang di katakan Dirga.


Sedangkan Diana walau bingung tidak mengerti dengan apa yang di katakan Dirga tapi egoisnya menutupi itu sehingga tidak membuat Diana takut sama sekali.

__ADS_1


" Tapi sebelum itu aku bertanya siapa ibu kandung ku yang sebenarnya, dan kenapa kau bisa ada di kehidupan ku ?" tanya Dirga menatap tajam Diana.


" Cari tahu saja sendiri, tapi yang pasti kau lah penyebab penderitaan ku selama ini, dan karena mu lah aku kehilangan putraku satu - satunya aku sangat membencimu cuuiiihh... " kata Diana yang membalas tatapan tajam Dirga.


" Baiklah jika kau tidak mau mengatakannya, aku bisa mencari tahunya sendiri. dan sebelum itu ku ucapkan terima kasih karena sudah membesarkan ku hingga aku seperti ini dan terima kasih juga atas masalah yang selalu kau berikan padaku sehingga menjadikan ku kuat seperti sekarang ini. Selamat tinggal mamah sambung ku tersayang. " kata Dirga yang langsung berbalik membelakangi Diana yang masih terikat dengan penampilan tidak biasanya.


" Ayo sayang kita pergi dari sini... Alan urus dia seperti biasa tapi berikan dulu sesuatu yang spesial seperti apa yang sudah ia lakukan pada mendiang istri dan putriku, kau mengerti kan " kata Dirga yang langsung merangkul bahu Naya dan di anggukan Naya.


" Alan, ini adalah cairan yang di berikan Lala pada mendiang istri Mas Dirga dulu sehingga Anggun mengalami penyakit yang sampai merenggut nyawanya. Jadi gunakanlah ini untuk melakukan hal yang sama agar ia juga merasa apa yang di rasakan Anggun dulu. " kata Naya setelah keluar dari ruangan eksekusi itu.

__ADS_1


" Cairan, darimana kamu mendapatkannya Nay ?" tanya Dirga yang juga di anggukan Alan.


" Sebenarnya tadi... " Naya pun menceritakan tentang Lala yang menyerangnya pada saat di rumah, dan menceritakan apa yang bi Ijah ceritakan padanya seperti yang di katakan Anggun pada bi Ijah dulu.


" Brengsek... Ternyata dia benar - benar membenci ku. Alan lakukan hal yang sama, pakai juga cairan ini padanya agar dia merasakan bagaimana sakitnya Anggun dulu. Dan bawa juga wanita tidak tahu diri itu untuk menemani perempuan iblis itu di dalam, agar mereka berdua merasakan hal yang sama secara bersamaan. " kata Dirga yang langsung di anggukan Naya.


" Baik tuan akan segera saya laksanakan, Tuan dan nyonya tidak perlu mengotori tangan kalian untuk mengurus kedua orang itu, biar kami yang akan mengatasinya " Sahut Alan yang juga di anggukan para anak buah yang lainnya.


"Baiklah kalau begitu kami pergi dulu, ingat atasi seperti biasa dan jangan sampai meninggalkan jejak, terserah kalian mau melakukan apa, karena mereka sekarang tidak ada sangkut pautnya lagi dengan ku. " kata Dirga sebelum pergi dari tempat itu dan langsung di anggukan Alan dan yang lainnya.

__ADS_1


" Ayo sayang kita pergi dari sini " ajak Dirga dan langsung di anggukan Naya.


Lalu mereka berdua pergi meninggalkan tempat itu dan membiarkan saja anak buah mereka yang mengatasinya.


__ADS_2