
Dor dor dor... BUKA
Panggil orang itu yang sangat tidak tahu malunya membuat keributan di rumah itu.
Dengan merasa kesal Naya dan gadis kecil itu melangkahkan keluar kamar.
" Ada apa, kenapa bikin ribut di rumah orang, situ waras... " kata Naya yang membuka pintu kamarnya dan orang itu berdiri tepat di depan kamarnya.
" Hey wanita miskin tidak tahu diri, cepat pergi dari rumah ini dan tinggalkan kak Dirga untuk selamanya, kalau tidak kamu rasakan sendiri akibatnya. " kata orang itu siapa lagi kalau bukan Lala.
" Siapa situ menyuruh saya meninggalkan rumah dan suami saya, enak saja seharusnya Anda yang pergi dari rumah saya sekarang, dan jangan pernah lagi masuk kedalam rumah orang sembarang, MENGERTI. " sahut Naya yang tak kalah tajamnya membalas tatapan yang sama dari Lala.
" Oh berani kamu ya, awas kamu " kata Lala yang langsung melayangkan tangannya untuk menampar Naya.
PLAAAKK...
" Aw shiiiith... " jerit Lala
Bukannya Lala yang menampar Naya malah terlebih dahulu Naya yang menamparnya.
" Mau apa kamu HAH... Rasakan itu, asal kamu tahu sebelum kamu mau melakukan kekerasan padaku, aku yang akan lebih dulu melakukan, jadi jangan coba-coba mengganggu ku dan keluarga ku. " kata Naya yang langsung meninggalkan Lala dan menggandeng putrinya itu.
Sedangkan gadis kecil yang awalnya sangat ketakutan, kini kembali berani karena melihat Naya yang tidak takut sama sekali.
__ADS_1
Begitu juga dengan semua maid, mereka sangat terkejut dan senang melihat keberanian Naya.
Merasa tidak terima Lala langsung melangkah hendak menjambak rambut Naya.
" AW AW AW... shiiiith lepaskan. " jerit Lala lagi karena tangannya di pelintir dan masih di pegang Naya.
" Sudah ku bilang kan, jangan macam-macam dengan ku, sebelum kamu melakukannya aku yang akan lebih dulu melakukan itu rasakan ini... " kata Naya yang langsung menjambak rambut Lala dan masih memplintir tangan Lala.
" Shiiiith... lepaskan saya Naya awas ku Naya lepaskan saya... shiiiith... " jerit Lala yang merasa kesakitan akibat tindakan Naya.
" Baiklah akan ku turuti permintaan mu, dasar perempuan tidak tahu diri huuh... " kata Naya yang langsung melepaskan dengan mendorong Lala hingga Lala jatuh tersungkur dibawah kaki Naya.
Buukkhh...
" AW shiiiith... " jerit Lala yang merasakan rasa yang sangat sakit.
" Awas kamu Naya akan ku balas semuanya " kata Lala yang membalas tatapan Naya dengan tajam juga.
Dan ketika Lala akan kembali menyerang Naya tiba-tiba ponselnya berdering dan dengan cepat Lala mengangkatnya.
" APA... Kenapa bisa gagal dasar kalian semua tidak becus. " kata Lala yang terlihat sangat kesal setelah mengangkat ponselnya.
Sedangkan Naya malas memperhatikan Lala, Naya langsung melangkahkan ke dapur membawa putrinya untuk mencari minuman untuk meredam emosinya.
__ADS_1
Setelah mematikan ponselnya Lala langsung pergi begitu saja dari rumah Naya.
" Dasar perempuan aneh, datang tak diundang pulang tak diantar kaya jalangkung saja " kata salah satu maid yang melihat itu.
" Benar, untung cepat pergi, tidak tahu diri sama sekali, amit amit punya majikan seperti itu " sahut salah satu maid lagi.
Sedangkan di dapur setelah meneguk minuman akhirnya Naya tenang.
" Bunda hebat, biar rasakan tu orang jahat. " kata gadis kecil itu dengan senangnya.
" Flo lihat kan, jadi Flo juga begitu ya kalau ada yang ingin menyakiti Flo, Flo harus lawan biar orang itu kapok. " Sahut Naya sambil tersenyum hangat pada putrinya itu.
" Iya bunda, bunda sangat hebat... horeee... " sorak gadis kecil itu yang tak hentinya merasa sangat senang.
Cup...
Naya langsung mencium kening gadis kecil itu karena sangat bahagia melihat kegirangan putrinya itu.
Di tempat lain saat ini seseorang sedang mengamuk karena begitu sangat kesal.
" Kenapa begitu saja kalian tidak becus, biasanya dengan mudah untuk kalian menghancurkan perusahaan orang kenapa sekarang gagal, saya sudah bayar kalian mahal, bisa kerja tidak HAH... " Bentak Lala dengan begitu sangat marahnya.
__ADS_1
BRAAKH...
Lala menghentak meja sehingga membuat semua orang yang ada di situ sangat terkejut.