Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung

Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung
part 81


__ADS_3

Setelah urusan di markas milik Dirga, Dirga dan Naya langsung pergi meninggalkan tempat itu.


" Memangnya Mas Dirga tidak pernah mengetahui semua ini ?" tanya Naya dalam perjalanan.


" Tidak Nay, karena selama ini dia bersikap wajar padaku, hanya saja waktunya lebih banyak di luar dari pada bersama ku di rumah saat kecil dulu, dan ku sangka itu sesuatu yang wajar, tapi ternyata... " jawab Dirga sambil memukul setir karena saking kesalnya.


" Lalu bagaimana kita mencari tahu siapa ibu kandung Mas yang sebenarnya ?" tanya Naya lagi.


" Aku akan mengerahkan semua anak buah ku untuk menyelidiki semuanya, dan aku juga butuh bantuan mu Nay, karena semakin banyak yang mencari informasi maka akan semakin cepat terungkap apa yang sebenarnya terjadi " kata Dirga.


" Baiklah Mas, aku akan membantu sebisa dan semampuku, dan aku juga akan meminta mommy untuk membantu, karena biasanya Mommy akan lebih dulu tahu dan menemukan semuanya. " sahut Naya sambil mengusap lengan suaminya yang masih terlihat sangat kesal itu.


" Hmm... Sahut Dirga dan masih melanjutkan perjalanan mereka menuju ke rumah.


Sesampainya di rumah Dirga dan Naya langsung masuk ke dalam.

__ADS_1


" TIDAK... JANGAN SAKITI FLO... " suara jeritan gadis kecil itu dari dalam.


" Itu suara Flo Mas, apa yang sudah terjadi... " kata Naya yang langsung bergegas masuk setelah mendengar jeritan itu.


" Ayo kita lihat... " sahut Dirga yang juga langsung masuk dengan terburu-buru.


" Tenang Nona kecil tenang... " kata bi Ijah yang berusaha menenangkan gadis kecil itu.


" Jangan hiks hiks hiks... jangan sakiti Flo hiks hiks hiks... " jerit gadis kecil itu sambil memeluk lututnya terduduk di pojok ruangan tamu.


" Apa yang sudah terjadi, kenapa Flo seperti ini ?" tanya Dirga setelah sampai di situ.


" Bun... Bunda hiks hiks hiks... " ucap gadis kecil itu yang masih sesenggukan berada dalam pelukan Naya.


" Iya sayang ini Bunda, tenang ya sayang jangan takut Bunda ada di sini " kata Naya yang terus mengusap kepala dan punggung gadis kecil yang masih berada dalam pelukannya.

__ADS_1


" Kenapa dengan putriku bi Ijah ?" tanya Dirga yang sangat bingung melihat putrinya seperti itu.


" Tadi nona Lala kesini marah - marah dan mengamuk tuan, dia memarahi kami semua yang ada di sini, serta hendak menganiaya nona kecil. Untung Nona kecil sempat bersembunyi dan menghindar, kami semua sempat melawan tapi ia lebih kuat dari kami semua tuan. Dan ketika Nona Lala hendak menampar nona kecil untung nyonya Nadiya cepat datang dan langsung membawa nona Lala pergi dari sini bersama anak buahnya, kalau tidak kami tidak tahu lagi apa yang terjadi pada nona kecil tuan " jelas bi Ijah sambil ketakutan menjelaskan semuanya.


" Kurang ajar... Berani perempuan tidak tahu diri itu membuat kekacauan di rumah ku, keamanan mana kenapa wanita itu bisa masuk dengan seenaknya HAH... ?" kata Dirga dengan kerasnya dan memandang satu persatu dari semua maid yang ada di situ.


" Para sekuriti dan para penjaga lainnya sudah babak belur dan terluka tuan karena di hajar oleh nona Lala, kami semua tidak bisa menghadapinya ia terlihat seperti kesetanan tuan. " jelas bi Ijah lagi.


" Kenapa tidak ada yang menghubungi ku HAH... " kata Dirga lagi dengan kesalnya.


" Kami takut tuan, kalau kami menghubungi tuan maka ia akan langsung menganiaya Nona kecil tadi " Sahut bi Ijah lagi dengan masih menunduk tidak berani melihat wajah tuannya yang sangat marah itu.


" KURANG AJAR... " kata Dirga sambil mengepalkan tangannya dan meninju angin.


" Sudah - sudah, yang penting sekarang semuanya sudah aman, kita tidak usah khawatir lagi karena kalau Mommy Nadiya yang mengurusnya pasti sudah baik - baik saja. " kata Naya yang akhirnya bersuara setelah mendengarkan semuanya.

__ADS_1


Bi Ijah dan para maid mengangguk sambil tertunduk karena melihat Dirga yang masih terlihat sangat kesal.


Sedangkan Dirga sendiri langsung menghampiri anak dan istrinya, lalu memeluk keduanya karena sangat sedih melihat keadaan putrinya saat ini.


__ADS_2