
Kini Naya sudah selesai mandi dan bersiap, lalu ia bergegas keluar kamar untuk menemui anak asuhnya itu.
" Sayang lagi ngapain ?" tanya Naya saat melihat ayah dan anak itu hanya diam saja.
" Nunggu bunda, bunda sudah siap ?" tanya gadis kecil itu.
" Sudah dong, yu berangkat " ajak Naya dan langsung di anggukan gadis kecil itu dengan sangat antusianya.
" Papah boleh ikut ?" tanya Dirga
Kedua gadis kecil beda usia itu saling pandang satu sama lain, dan sama - sama mengangguk.
" Baiklah papah boleh ikut, ayo kita pergi sekarang " kata gadis kecil itu dan langsung di anggukan di anggukan Dirga.
Mereka bertiga keluar bersama, berjalan - jalan di sekitar kompleks sambil mencari es krim seperti yang di katakan Naya tadi.
Sesampainya di tukang es krim, kedua gadis beda usia itu sedang memilih es krim favorit mereka, sedangkan Dirga hanya diam saja sambil memperhatikan keduanya.
Tanpa mereka sadari dari kejauhan ada seseorang yang sedang merekam aktivitas mereka, Lalu mengirimkannya ke seseorang.
__ADS_1
Setelah selesai membeli es krim, mereka bertiga duduk di taman sambil melihat anak - anak bermain di sana.
" Bunda Papah, Flo mau main ke situ ya " ucap gadis kecil itu dengan sangat bersemangatnya.
" Iya sayang, jangan jauh - jauh ya " sahut Naya dalam Dirga bersamaan.
Gadis kecil itu langsung menuju perosotan yang tak jauh dari Naya dan Dirga duduk.
" Terimakasih Nay, kamu sudah membuat putriku bahagia lagi " kata Dirga sambil memandang putrinya yang asik bermain perosotan bersama anak-anak kecil sebayanya.
" Sama - sama Pak, sudah kewajiban saya, karena dia anak sahabat saya, jadi saya sudah menganggapnya sebagai anak saya sendiri " sahut Naya yang juga memandang ke arah gadis kecil itu sambil sesekali tersenyum.
" Apa... mau ngapain Pak, bapak tidak serius kan tadi pagi ?" tanya Naya yang kembali terkejut mendengar semuanya.
" Saya tidak pernah bercanda dalam hal apapun Nay, saya sangat serius untuk meminta mu untuk menjadi istri saya, jadi Bundanya Flo sesungguhnya " ucapan Dirga lagi dengan tatapan yang dalam.
" Mm... gimana ya... " kata Naya sambil memikirkan segalanya.
" Bagaimana Nay, bersediakah kamu menerima ku yang sudah pernah menikah dan sudah memiliki anak ini ?" tanya Dirga yang bicara dari hati ke hati dengan Naya.
__ADS_1
Mendengar itu Naya begitu bingung, tapi ia teringat kembali janjinya terhadap sahabatnya itu.
" Mungkin ini adalah jalan dari Tuhan untuk memenuhi permintaan terakhir Anggun, mungkin dengan begini aku bisa menjaga mereka " kata Naya dalam hati yang sudah memikirkan semuanya.
" Baiklah pak, jika bapak benar tulus dan sungguh - sungguh, maka saya menerimanya pak, saya tidak perduli dengan status dan keadaan bapak sekarang, saya menerima bapak, seperti bapak yang menerima saya apa adanya " ucapan Naya yang membalas perasaan Dirga.
" Terimakasih Nay, terimakasih sudah menerima perasaan saya. " kata Dirga yang langsung memeluk Naya saking bahagianya.
Naya yang di perlakukan seperti itu sangat terkejut, ia tidak menyangka kalau akan di pelukan oleh orang yang sangat di kagumi nya itu.
Setelah puas memeluk Naya, akhirnya Dirga melepaskannya.
" Maaf Nay, saya sangat bahagia sekali bisa memilikimu sekarang " kata Dirga yang salah tingkah setelah memeluk Naya.
" Tidak apa-apa Pak, saya mengerti " ucap Naya sambil tersenyum.
Kemudian senyum Naya yang sangat indah itu langsung memudar setelah melihat ke arah tempat gadis kecil itu bermain.
" FLO... FLORA... " teriak Naya yang langsung bangkit dari duduknya meninggalkan Dirga yang juga sangat terkejut mendengar Naya berteriak memanggil putrinya.
__ADS_1