
Lama tidak mendapatkan sahutan membuat Dian kembali kesal, dan langsung masuk kedalam ruangan putranya begitu saja.
" Dirga Kam... " perkataan Diana langsung terhenti setelah masuk kedalam ruangan itu.
" Mamah..." kata Dirga yang sangat tidak enak dengan klien sekaligus mertuanya itu karena mereka sedang berbicara serius.
" Eh ada tamu ya, maaf kalau mamah mengganggu, silahkan di lanjutkan lagi, kalau begitu mamah tunggu di luar saja, permisi... " kata Diana yang juga merasa tidak enak dan sangat malu saat ini.
Setelah mengatakan itu Diana langsung kembali keluar dari ruangan putranya itu. Sedangkan Nadiya dan Dirga serta asisten mereka langsung saling pandang melihat itu.
" Ya sudah kita lanjutkan lagi pembahasan kita tadi Mom " kata Dirga dan yang merasa tidak enak karena di ganggu ibunya yang datang tiba-tiba.
" Baiklah mari kita lanjutkan lagi. " sahut Nadiya, meskipun Dirga adalah menantunya, tapi masalah pekerjaan Nadiya tetap bersikap profesional begitu juga dengan Dirga.
Sedangkan di luar Diana kembali kesal karena tidak bisa mengungkapkan kekesalannya itu pada putranya karena saat ini Dirga sedang sibuk.
Lalu Diana kembali pulang kerumahnya, menemui Lala dan menceritakan segalanya.
__ADS_1
Sesampainya di rumahnya, Diana langsung masuk begitu saja, dan melihat Lala sedang asik nonton TV, kemudian Diana langsung mendekatinya untuk menceritakan semuanya.
" Kamu harus membantu Tante Lala, pokoknya kita harus buat perempuan miskin itu menyesal sudah mau menjadi istri dari Dirga. " kata Diana saking marahnya.
" Tante tenang saja, Lala akan buat perempuan itu tidak betah berada di rumah kak Dirga, dan dengan keinginannya sendiri ia pergi meninggalkan rumah itu. " kata Lala dengan sangat yakinnya.
" Memangnya apa yang akan kamu lakukan ?" tanya Diana yang penasaran dengan rencana Lala.
" Kita akan menyiksanya Tan, kita buat dia menderita karena sudah menjadi istri kak Dirga, dan Lala akan dengan perlahan mengambil hati kak Dirga supaya ka Dirga berpaling dari perempuan itu. " kata Lala juga dengan sangat yakinnya.
" Kamu benar, Tante setuju dengan rencana mu dan Tante akan selalu mendukungmu karena hanya kamu menantu yang Tante mau. Tapi jika cara itu tidak berhasil membuat perempuan itu pergi dari hidup Dirga, maka Tante akan membuatnya pergi untuk selama-lamanya. Hmm... lihat saja nanti " kata Diana dengan tersenyum sinis membayangkan semuanya.
" Baiklah Tante besok kita akan mulai mengusik ketenangan perempuan itu " kata Lala lagi dengan sangat senangnya.
" Kamu benar, Sekarang kamu temani Tante ke salon ya Tante mau perawatan, takut tumbuh keriput karena hari ini sungguh sangat membuat emosi tinggi terus. " kata Diana dan langsung di anggukan Lala dengan sangat antusianya.
Kemudian kedua perempuan beda usia itu langsung pergi ke salon untuk memanjakan dirinya.
__ADS_1
Di tempat lain saat ini Naya sedang asik bermain bersama dengan gadis kecil itu di rumah, hingga Dirga pulang dari kantor.
" Assalamualaikum kesayangan papah " salam Dirga yang langsung menghampiri kedua perempuan yang sangat di sayanginya itu.
" Walaikum salam, Eh papah sudah pulang " sahut Naya dan gadis kecil itu bersamaan.
Lalu mereka bermain bersama, hingga rasa lelah yang Dirga rasakan karena capek bekerja seharian langsung lenyap begitu saja setelah berkumpul dan bersenda gurau bersama keluarga kecilnya.
Dan tidak terasa malam pun tiba, saat ini Naya dan Dirga sudah berada di kamar, begitu juga dengan gadis kecil itu ia sudah terlelap tidur di kamarnya sendiri.
Bagaimana kalian di rumah Nay, apa mamah menyakitimu ?" tanya Dirga sambil membaringkan tubuhnya di tempat tidur sambil memeluk istrinya.
" Tidak Mas, mamah cuma menggertak dengan omongan yang pedas saja, tapi aku tidak masalah kok, cuma kasihan Flo saja yang selalu mendengarkan perkataan neneknya yang sebenarnya tidak pantas di dengarkan anak itu " sahut Naya yang memang tidak mau menyembunyikan apapun.
Berbeda dengan Anggun dulu yang rela menahan sakit untuk menutupi perlakuan mertuanya yang kasar dari suaminya itu.
__ADS_1
" Jadi mamah menggertak mu, keterlaluan sekali beliau huh... " kata Dirga yang kelihatan begitu sangat kesal, bahkan Dirga sangat tidak terima istrinya diperlakukan seperti itu meskipun oleh ibunya sendiri.