
" Ya hallo ada apa... ?" sahut Nadiya yang bergegas mengangkat ponselnya itu.
" Begini Quin, seseorang menyusup masuk ke dalam perusahaan menantu anda, dan sepertinya mau menghancurkan perusahaan menantu anda, kami akan berusaha menghentikannya, sebaiknya Quin segera hubungi tuan Dirga sebelum terlambat " kata orang yang berada di sebrang sana.
" APA... Beraninya mereka apa mereka tidak tahu siapa yang akan mereka hadapi, berani juga nyali mereka. Apa kalian tahu siapa orang itu ?" tanah Nadiya lagi.
" Sepertinya suruhan seseorang dan sepertinya orang itu juga dari dunia bawah sama seperti kita " sahut orang itu lagi
" Baiklah, masalah perusahaan Dirga biar dia yang mengatasinya sendiri, kalian cukup mencari tahu siapa orang yang sudah menyuruh mereka melakukan itu, aku hanya ingin tahu siapa orang yang ingin menjatuhkan menantuku " kata Nadiya lagi dengan tenangnya.
" Baiklah Quin, kalau begitu saya tutup dulu " kata orang itu.
" Hmm... " sahut Nadiya singkat dan langsung mematikan ponselnya.
" Huuh... Siapa lagi yang akan berurusan dengan mu Dirga, aku harus menghubungi Naya biar dia dan suaminya bisa lebih waspada. " kata Nadiya yang langsung mencari nomor kontak putrinya.
Tanpa menunggu lama lagi, Nadiya langsung menghubungi putrinya itu, meskipun ia memiliki nomor Dirga dan bisa saja langsung menghubunginya, tapi itu tidak Nadiya lakukan, karena bagi Nadiya menghubungi menantunya lewat putrinya akan jauh lebih baik.
__ADS_1
" Hallo sayang kamu lagi apa ?" tanya Nadiya setelah telponnya tersambung.
" Kami baru selesai makan malam Mom, mommy sudah makan ?" sahut Naya dari sebrang sana.
" Belum mommy lupa nanti setelah ini mommy makan. " kata Nadiya yang sangat senang mendengar suara putrinya itu.
" Tu kan mommy kebiasaan deh, jaga kesehatan Mom, jangan terlalu sibuk bekerja " kata Naya lagi yang begitu sangat mengkhawatirkan ibunya itu.
" Iya mommy tahu sayang nanti mommy makan, oh ya suamimu ada Nak, mommy mau bicara penting dengannya " kata Nadiya dengan santainya.
" Ya sudah dari pada kamu penasaran, los spikernya biar kamu juga bisa dengar ya. " kata Nadiya lagi yang sudah tahu dengan sikap putrinya itu yang kepoan orangnya.
" Iya Mom, nih sudah Naya los, ngomong saja Mom ada apa ?" kata Naya lagi.
" Dirga... Kamu dengan mommy kan " panggil Nadiya
" Iya Mom Dirga dengar, ada apa Mom ?" tanya Dirga sedangkan Naya hanya mendengarkan saja.
__ADS_1
" Begini Dirga, tadi anak buah mommy menghubungi dan melaporkan kalau... " Nadia mengatakan pada menantunya itu apa yang di laporkan anak buahnya tadi, dan langsung memperingatkan menantunya itu untuk segera mengatasi sebelum terlambat.
" Baiklah Mom, Dirga akan segera mengatasinya, terimakasih atas informasinya Mom " kata Dirga yang langsung bergegas mengambil ponselnya dan langsung menghubungi anak buahnya.
" Naya, kamu juga harus waspada ya sayang, karena kita tidak tahu musuh kita berada dimana sekarang, yang penting jaga terus keluarga mu, kalau ada apa - apa langsung hubungi mommy ya " kata Nadiya lagi menasehati putrinya itu.
" Iya Mom, terimakasih kami akan selalu waspada, Mommy juga disana ya, selalu berhati-hati " kata Naya yang sangat mencemaskan ibunya yang sendiri di luar sana.
" Iya sayang kamu tenang saja, ya sudah mommy hanya menyampaikan itu saja, Mommy tutup dulu ya salam untuk cucu mommy " kata Nadiya lagi yang langsung mematikan ponselnya setelah mendapatkan sahutan dari Naya.
Setelah selesai menghubungi keluarga putrinya, Nadia langsung memesan makanan untuk dirinya, karena begitu sangat lapar.
Di tempat lain saat ini seseorang tertawa dengan puasnya karena sudah memulai rencana besarnya.
" Hahaha... lihat saja kamu kak Dirga, belum tahu kamu siapa Lala, akan ku buat perusahaan mu hancur sehingga kau bertekuk lutut di hadapan ku untuk meminta bantuan, setelah itu aku akan memilikimu selamanya. hahahaha... Selamat tinggal gadis tidak tahu diri... Ku pastikan setelah besok kau akan menyusul perempuan kampung itu dulu ke neraka hahahaha... " kata Lala dengan puasnya tertawa sambil memegang sebuah botol kecil yang entah apa isinya.
__ADS_1