
BRAAKH...
Dirga langsung menggebrak meja karena saking marah dan kesalnya setelah mengetahui siapa orang yang sudah berbuat onar di perusahaannya dan hampir saja membuat perusahaan Dirga berakhir, untung sekarang sudah bisa di atasi dengan bantuan Naya.
" Oh rupanya dia mau bermain - main dengan ku, dia pikir akan bisa menghancurkan ku dengan cara seperti ini lihat saja nanti... Alan segera hubungi anak buah kita, Jemput pemilik akun yang sudah membuat kita hampir gulung tikar ini, dan bawa dia ke markas " kata Dirga dengan tatapan yang sangat tajam dan wajah yang sudah memerah menahan amarahnya.
" Tapi tuan dia kan... " kata Alan yang langsung terhenti setelah melihat kemarahan dari Dirga.
" Benar Mas, kenapa bisa ia melakukan itu bukankah ia... " kata Naya juga yang terhenti melihat Dirga mengangkat jari telunjuknya.
" Lakukan saja apa yang ku perintahkan, lalu setelah itu kita ke markas bersama agar terjawab pertanyaan kalian. " kata Dirga lagi.
Alan dan Naya mengangguk tanda mengerti.
" Kalau begitu aku antara pulang Flo dulu ya Mas, habis itu baru ikut kamu ke markas kalian " kata Naya lagi.
" Baiklah kamu pulang lah lebih dulu nanti ku jemput. " kata Dirga lagi.
" Baiklah... " Sahut Naya dan langsung menghampiri putrinya yang masih asik memainkan ponselnya.
__ADS_1
" Ayo sayang kita pulang " ajak Naya
" Baik Bunda. " sahut gadis kecil itu dan langsung bergegas bersiap untuk pulang.
Setelah selesai bersiap mereka pun pamit pulang dan langsung di anggukan Dirga dan Alan.
Setelah sampai rumah Naya langsung menyuruh putrinya itu untuk tidur siang, setelah tertidur Naya langsung menyuruh Bi Ijah untuk menjaga Flo sementara ia akan keluar.
" Titip Flo ya bi, saya keluar sebentar bersama Mas Dirga " kata Naya yang sudah siap berangkat.
" Baik neng " sahut Bi Ijah.
" Ya sudah saya pergi sekarang, permisi " pamit Naya
Setelah itu Naya langsung pergi keluar dan Dirga serta Alan sudah menunggu di depan rumah.
Dirga tidak masuk ke dalam rumah karena akan langsung pergi dan hanya menjemput Naya saja mampir.
" Flo mana ?" tanya Dirga saat Naya sudah masuk kedalam mobilnya.
__ADS_1
" Tidur siang Mas makanya aku bisa pergi, dan sudah suruh bi Ijah tadi buat jagain sebentar. " sahut Naya
" Baiklah kita langsung menuju ke markas saja. " kata Dirga yang langsung di anggukan Naya dan Alan.
Tidak lama akhirnya mereka sampai di markas tempat berkumpulnya seluruh anak buah Dirga.
Setelah Dirga Naya dan Alan masuk, semua orang yang ada di situ langsung menunduk hormat pada ketua mereka dan di balas dengan anggukan oleh mereka bertiga.
" Dimana kalian meletakkan orang itu ?" tanya Dirga dengan sangat tegasnya.
" Di tempat eksekusi biasa tuan " jawab salah satu ketua anak buah kepercayaan Dirga dan Alan itu.
Mendengar itu tanpa menunggu lama lagi mereka langsung menuju ke tempat eksekusi yang ada di tempat itu.
Sambil berjalan Naya sambil memperhatikan kesana kemari tempat markas suaminya itu, dan Naya juga tahu kalau suaminya itu adalah ketua Mafia makanya ia tidak bertanya lagi setelah melihat semuanya.
Setelah sampai di tempat itu, Dirga dan yang lainnya langsung masuk dan berhadapan langsung dengan orang misterius itu.
Dan bertapa terkejutnya Naya serta Alan setelah masuk dan melihat penampilan orang itu sekarang tidak seperti penampilan yang biasa mereka lihat, dan tidak seperti yang mereka kenal dan ketahui selama ini.
__ADS_1
Sedangkan orang misterius itu juga langsung menatap mereka semua dengan tatapan yang sangat tajam terlebih lagi saat pada Dirga, meskipun saat ini orang misterius itu sudah terikat tali duduk di sebuah kursi, tapi tidak membuatnya terlihat takut malah terlihat jelas tatapan kebenciannya terhadap Dirga.
Dan itu sungguh membuat Naya dan Alan tidak habis pikir, terlebih lagi Dirga ia sampai tidak menyangka dengan semuanya.