
Setelah Dirga pergi Naya dan putrinya melangkah masuk ke dalam rumah, tapi langkahnya terhenti saat melihat mertuanya berdiri di depan pintu masuk bersama Lala sambil berkacak pinggang dengan menatap Naya dengan tatapan tajam.
Melihat itu gadis kecil itu langsung menghentikan langkahnya dan langsung bersembunyi di belakang Naya.
" Sayang, bagaimana kalau kita beli es krim yu ke depan sana Flo mau nggak " ajak Naya yang mengerti ketakutan putrinya itu.
Gadis kecil itu hanya mengangguk tidak berani menjawab karena takut dengan tatapan tajam neneknya itu.
" Ya sudah yu kita pergi sekarang " ajak Naya yang langsung membawa putri sambungnya itu pergi dari sana.
" Eh eh eh mau kemana kamu hey... " panggil Diana tapi tidak di perduli kan Naya sama sekali.
Yang penting bagi Naya saat ini adalah menenangkan gadis kecil itu agar tidak kembali trauma dengan cara menjauhkan sementara dari nenek yang sangat di takutinya itu.
Diana begitu sangat kesal, apalagi Lala, ia begitu sangat marah pada Naya yang sudah memperlakukan nya sebagai pelayan.
" Ya sudah Tante ayo kita pulang, untuk apa kita di sini kak Dirga nya juga sudah pergi, dan perempuan kampung itu juga sudah pergi ngapain lagi kita di sini " kata Lala dengan sangat kesalnya.
__ADS_1
" Iya ayo kita pulang sekarang " kata Diana yang juga tak kalah kesalnya.
Lalu kedua perempuan itu langsung pergi meninggalkan rumah Dirga dengan perasaan yang begitu sangat kesal.
Sedangkan di kedai eskrim Gadis kecil itu kembali ceria lagi karena Naya bisa membuatnya kembali tertawa.
" Sudah puas belum makan eskrim nya " tanya Naya yang juga ikut memakan eskrim itu.
" Sudah bunda, Flo sangat senang sekali, makasih eskrim nya Bun " sahut Flo dengan sangat bahagianya.
Gadis kecil itu pun mengangguk seakan sudah melupakan tentang keberadaan neneknya tadi.
Mereka berdua berjalan hingga sampai di rumah, dan benar saja sudah tidak ada lagi Diana dan perempuan bawaan Diana tadi. Jadi dengan tenangnya mereka berdua masuk kedalam rumah itu tanpa harus beradu urat leher berhadapan dengan mertuanya itu.
Di dalam rumah, Naya langsung membawa anak sambungnya itu ke taman belakang.
" Mau ngapain kita kesini Bunda ?" tanya gadis kecil itu.
__ADS_1
" Sayang, Bunda mengajak Flo kesini karena bunda ingin Flo berani, tidak takut lagi dengan siapapun. Jadi di taman ini Bunda mau mengajarkan sedikit ilmu bela diri untuk Flo, agar Flo kuat dan tidak takut lagi sama siapa pun ya " kata Naya yang sudah berada di taman belakang rumah itu.
" Benarkah bunda, baiklah Flo mau belajar, agar Flo bisa menghadapinya orang - orang yang akan berbuat jahat sama Flo " sahut gadis kecil itu dengan sangat antusias nya.
Meskipun sebenarnya Naya tidak tega mengajarkan gadis kecil itu ilmu bela diri karena usianya baru lima tahun dan bagi Naya usia seperti itu masih sangat kecil.
Tapi mau bagaimana lagi, demi menyembuhkan rasa trauma yang dirasakan gadis kecil itu, Naya pun mengajarkannya tapi dengan cara yang sedikit ringan saja.
" Baiklah sayang, kita pemanasan dulu, ikut gerakan bunda ya " kata Naya yang memulai gerakan pemanasan dan gerakan dasar bela diri.
" Siap bunda " sahut gadis kecil itu yang mengambil posisi lalu mengikuti setiap gerakan yang Naya praktekkan.
Sudah lebih dua jam mereka berlatih bela diri setelah itu mereka berdua langsung membersihkan diri bersama lalu istirahat bersama karena sudah sangat lelah.
Dan baru saja Naya merebahkan tubuhnya dan melihat anak sambungnya itu sudah terlelap tiba-tiba.
" Naya... dimana kamu Naya... " panggil orang itu dengan sangat kerasnya sehingga mengagetkan Naya yang baru saja memejamkan matanya.
__ADS_1