
Lala masih menjambak rambut Naya dan mengancamnya sehingga semua maid yang bekerja di rumah ini sangat ketakutan takut terjadi sesuatu terhadap Naya.
" Asal kamu tahu perempuan tidak tahu diri, dulu mendiang istri kak Dirga ku buat menderita dan sekarang giliran mu rasakan ini " kata Lala yang semakin kuat menjambak rambut Naya.
Setelah itu Lala langsung mengambil botol kecil dalam saku celananya dan berusaha meminumnya pada Naya.
Di perlakukan seperti itu Naya tidak tinggal diam, ia langsung merampas botol kecil itu dari tangan Lala lalu menginjak kaki Lala lagi.
Merasakan sakit kakinya lagi, tak sengaja Lala melepaskan Naya, dan tidak di sia - siakan naya, Naya langsung menarik rambut Naya dan langsung menuangkan botol kecil itu ke dalam mulut Lala pada saat Lala menjerit kesakitan. Setelah itu Naya langsung melepaskan Lala dengan kasar hingga jatuh tersungkur di lantai.
" Rasakan itu, setelah ini kamu akan merasakan hal seperti yang anggun rasakan dulu,HM... rupanya kamu juga belum tahu siapa aku sebenarnya " kata Naya sambil tertawa mengejek.
" Awas kamu Nay... " Lala kembali bangkit dan mau menyerang Naya lagi.
Tapi dengan sigap Naya menampar dan kembali mengunci Lala dengan tangannya.
" Brengsek kamu Naya, lepaskan saya, ku balas kau Naya... " jerit Lala yang sudah tidak bisa berkutik di tangan Naya.
" Coba saja kalau kau bisa, mulai besok kamu akan merasakan seperti apa yang Anggun rasakan dulu, kamu juga akan mati perlahan RASAKAN ITU PEREMPUAN MURAHAN... " kata Naya dan Lala langsung tersungkur lagi ke lantai.
__ADS_1
" Ambil tali bi " panggil Naya dan langsung di laksanakan bi Ijah.
" Ini neng talinya " kata bi ijah memberikan tali yang lumayan panjang.
Dengan gerakan cepat Naya langsung mengikat Lala dan membiarkan Lala terikat tali di bawah kakinya.
" Sudah saya bilang kan, jangan macam-macam kamu sama saya, tapi saya akui kamu memang benar-benar berani melawan saya berhadapan langsung tanpa menggunakan orang lain, karena selain kamu tidak ada yang berani berhadapan langsung dengan saya. " kata Naya yang sudah selesai mengikat Lala dengan tali.
" Tapi maaf kamu kalah kuat kawan, dan satu lagi kamu bilang kamu mau saya seperti mendiang istri Dirga dulu kan, dan lagi - lagi senjatamu itu makan tuan hahahaha... rasakan itu, katakan pada ku siapa yang sudah menyuruhmu melakukan itu pada mendiang istri Dirga, apa tujuan mu mencoba menghancurkan perusahaan Dirga kali ini HAAAH... " Bentak Naya
Sedangkan gadis kecil itu sangat bahagia melihat itu.
" Apa maksud mu, dari mana kamu tahu kalau aku..." kata Lala dalam keterkejutannya.
" Maksudmu, aku tahu kalau kamu di suruh seseorang. Hmm... Sangat mudah bagiku untuk mengetahui semuanya. " kata Naya.
Setelah itu Naya langsung menghubungi seseorang, untuk membereskan Lala, sedangkan gadis kecil itu begitu sangat bahagia, karena sakit hati dan trauma yang dirasakannya saat masih ada ibunya kini sudah terbalaskan.
" Terimakasih bunda " ucap gadis kecil itu yang langsung memeluk Naya.
__ADS_1
" Iya sayang, sekarang Flo tidak usah takut lagi ya, ada bunda di sini " sahut Naya yang mengerti dan langsung memeluk gadis kecil itu.
Sedangkan Lala masih tersungkur dan terikat tali di depan mereka semua dan di jaga oleh para maid yang bekerja di rumah itu.
Tidak lama menunggu beberapa orang datang dan membuat semua yang ada di situ sangat terkejut.
" Mereka siapa Bunda ?" tanya gadis kecil itu.
" Mereka semua teman Bunda sayang... " jawab Naya sambil mengusap pipi putrinya itu.
" Selamat pagi Nona muda " salam salah satu dari beberapa orang berbadan besar dan berjas hitam yang berjumlah lima orang itu.
" HM.. Pagi, bawa dia ke markas, urus orang ini seperti biasa " kata Naya dengan tegasnya.
" Baik Nona, serahkan pada kami, kami pergi sekarang permisi " kata orang itu dan langsung di anggukan oleh Naya.
Kemudian beberapa orang itu langsung membawa Lala yang terikat tadi pergi dari sana.
Semakin kagum lah gadis kecil itu terhadap Bunda sambung yang sangat di sayanginya ini.
__ADS_1