
Dan dari kejauhan ada seseorang yang mengepalkan tangannya saking marahnya melihat dan mendengar semua itu.
" Kurang ajar, kenapa mereka tidak jadi naik mobil itu, apa mereka tahu kalau mobil itu sudah ku rusak. Siapa sebenarnya perempuan itu, kenapa dia bisa mengetahui hal ini. Ini tidak bisa di biarkan, aku harus lapor pada Nyonya. " karena orang suruhan seseorang itu dan langsung melaporkannya pada bos nya.
-----------------------------
Di dalam perjalanan supir yang duduk di sebelah supir taksi online itu sangat bingung dan diam - diam melaporkan semuanya pada majikannya melalui ponselnya.
Sedangkan Naya dan juga gadis kecil itu sedang istirahat memejamkan mata mereka karena kelelahan berbelanja semua keperluan mereka.
" Bunda, terimakasih banyak hari ini Flo sangat senang sekali, setelah kepergian Mamah, Flo tidak pernah lagi merasakan se senang ini, karena Flo tidak di perbolehkan kemana pun oleh nenek dan suster Reni dulu. " kata gadis kecil itu yang membaringkan tubuh dan kepalanya di pangkuan Naya.
" Sama - sama sayang, mulai sekarang lupakan semua kenangan buruk Flo yang dulu ya, karena sudah ada bunda di sini, kita akan membuat kenangan yang menyenangkan bersama. " karena Naya sambil mengusap kepala calon anak sambung yang sudah di anggap Naya sebagai anak sendiri.
" Iya bunda, Flo sayang banget sama Bunda " kata gadis kecil itu sambil memeluk Naya.
__ADS_1
" Sama - sama sayang, bunda juga sangat menyayangimu. " cup... sahut Naya yang membalas pelukan gadis kecil itu sambil mencium kepala Flo.
Pak supir yang mendengar itu begitu sangat bahagia, akhirnya nona mudahnya mendapatkan ibu sambung yang sangat baik yang bisa membahagiakan anak itu.
" Anda memang tidak salah pilih tuan, selain baik neng Kanaya juga sangat pintar, semoga tuan dan nona kecil selalu bahagia sekarang. " karena supir itu dalam hati setelah mendengarkan percakapan kedua majikannya itu saat di perjalanan.
Tidak lama akhirnya mereka sampai di rumah Dirga, dan di sana sudah di sambut para maid yang membantu menurunkan semua barang belanjaan mereka.
" Tolong bawa Flo langsung ke kamarnya ya pak, kasihan pasti dia capek sekali " kata Naya yang tidak tega membangunkan gadis kecil yang tertidur di pangkuannya itu.
Setelah membayar ongkos taksi Naya langsung masuk ke dalam rumah itu.
" Wah wah wah... Sudah puas belanjanya, sudah puas menghabiskan uang anak saya, dasar tidak tahu diri, belum menjadi istri sudah seenaknya saja, bagaimana kalau sudah menjadi istri, bisa miskin anak saya hartanya kamu habiskan, dasar kebiasaan orang miskin seperti itu huuuh... " karena Diana yang sudah berada di situ.
Mendengar itu Naya sangat terkejut, tapi langsung menormalkan kembali rasa terkejutnya karena langsung mendapat sambutan dari calon mertuanya itu.
__ADS_1
" Ya Tuhan, semoga suamiku nanti tidak miskin, sehingga aku bisa terus belanja dengan harta suamiku nanti aamiin. Eh Mamah ada di sini, sudah lama datangnya ?" tanya Naya setelah menadahkan tangan berdoa lalu langsung menghampiri calon mertuanya dan tidak memperdulikan perkataannya yang kasar itu.
" Dasar kamu ya, perempuan tidak tahu diri " kata Diana yang sangat merasa kesal karena Naya tidak terpengaruh sama sekali dengan ucapannya.
" Lho dimana salahnya Mah, Naya mendoakan yang terbaik lho untuk putra mamah juga, lalu.. " perkataan Naya langsung terhenti saat Diana mengangkat tangan.
" Jangan pernah memanggilku mamah, saya tidak Sudi punya menantu miskin seperti kamu, dan sampai kapan pun saya tidak akan pernah merestui pernikahan kalian " kata Diana dengan tatapan tajamnya.
Tapi bukan Naya namanya kalau takut dengan tatapan seperti itu, karena bagi Naya tatapan ibunya jaui lebih tajam dari pada tatapan Diana kalau sedang marah, jadi tatapan yang di berikan Diana tidak ada apa - apanya untuk Naya.
" Terserah Mamah saja, tapi karena mamah adalah ibu dari calon suami saya, jadi tetap saja Naya akan memanggil Mamah, terserah di terima atau tidak itu hak Mamah. " kata Naya dengan santainya sambil duduk di sofa.
Mendengar itu Diana semakin bertambah kesal.
" Dasar perempuan kampung tidak tahu diri " kata Diana yang sudah sangat emosi dan langsung melayangkan tangannya hendak menampar Naya.
__ADS_1
" Berhenti... " kata seseorang yang langsung mengagetkan mereka berdua.