
Sampai dering ponsel Naya mengagetkan mereka berdua yang masih berada di meja makan.
Naya langsung menengok ponselnya begitu juga dengan Flo yang juga melihat karena posisi ponsel Naya berada di antara keduanya.
" Nomor siapa bunda ko tidak ada namanya ?" tanya gadis kecil itu.
" Bunda juga tidak tahu, biarkan saja paling juga salah sambung. " kata sahut Naya yang memang malas mengangkat telponnya kalau ada nomor masuk tidak di kenal.
" Angkat saja bunda siapa tahu penting " kata Flo lagi yang merasa terganggu karena ponsel Naya terus berdering.
" Haah baiklah, dasar mengganggu saja... " gerutu Naya dengan malasnya mengangkat ponselnya.
Tapi melihat itu hati Naya bertambah cemas, dan itu sungguh membuat Naya bertambah bingung mau diangkat atau tidak.
" Cepat di angkat bunda siapa tahu penting " kata gadis kecil itu lagi karena sangat gemas melihat bundanya itu.
__ADS_1
Dengan perlahan Naya menggeser jarinya di ponsel tanda mengangkat panggilan, dan Naya pun tidak bersuara sampai orang dari sebrang sana membuka suara.
Lama tidak terdengar suara orang yang menghubungi itu padahal sudah tersambung, sedangkan Naya dan Flo saling pandang dan sama - sama menggerakkan alisnya.
" Hay kak Dirga sayang, lama sekali ya kita tidak bertemu, ka Dirga apa kabar, wah makin tampan saja kakak sekarang, jadi gemas deh muuuaaaaahhhh... " Suara itu terdengar melalui sambungan ke ponsel Naya yang sengaja di lakukan orang itu.
" Kamu, kenapa kamu ada di sini, maaf saya sedang sibuk kamu bisa keluar sekarang " sahut suara Dirga yang terdengar sebrang ponsel yang sengaja di sambungkan itu.
Mendengar itu Naya dan Flo kembali saling pandang, dan Naya mengangkat jari telunjuknya agar mereka berdua sementara diam dulu dan Flo pun mengerti.
" Minggir, pergi dari sini saya bilang, jangan sampai saya mengusir kamu secara paksa, cepat pergi sana " kata Dirga lagi yang terdengar begitu sangat kesal.
" Kak Dirga, aku merindukan mu tahu, cepat ikut aku, kalau tidak jangan salahkan aku kalau peluru yang berada di dalam pistol ini mendarat di kepala kakak. " kata suara perempuan itu dan itu sukses membuat Naya Flo dan Dirga yang berada di sebrang sana sangat terkejut.
" Apa maksud mu haah, apa kau mau menembak ku kalau aku tidak menuruti apa yang kamu inginkan HAAH... " kata suara Dirga marah yang sangat jelas terdengar melalui ponselnya itu.
__ADS_1
" Hahahaha... Kakak sangat benar sekali, aku mau kakak kembali padaku dan kita akan hidup bahagia bersama, tinggalkan keluarga kakak untuk ku, kalau tidak jangan salahkan aku, kalau aku tidak bisa memilikimu, maka kau pun tidak boleh di miliki oleh siapa pun termasuk keluarga mu itu hahahaha... " kata suara perempuan itu lagi yang terdengar jelas sangat menggelegar di ponsel itu.
" Jangan macam-macam kamu, pergi dari sini kalau tidak aku yang tidak akan segan - segan menembak mu... " Kata Dirga yang begitu sangat marah.
" Baiklah kalau begitu sudah di putuskan kita berdua akan mati bersama hahahaha... " cekreeekkk... suara sebuah pistol yang siap untuk di tembakan.
Kemudian terdengar lagi suara pistol yang seperti juga siap untuk di tembakan.
Mendengar itu Naya dan gadis kecil itu begitu sangat khawatir dan cemas setelah mendengar semuanya.
Tidak lama terdengar...
Doorrrr...
" PAPAH... " teriak Naya dan Flo bersamaan dan sambungan ponsel itu langsung terputus begitu saja dan itu semakin membuat Naya dan Flo begitu sangat terkejut dan khawatir pada Dirga yang entah berada dimana sekarang.
__ADS_1