Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung

Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung
part 83


__ADS_3

Seperti yang di katakan Naya tadi, Naya Dirga dan gadis kecil itu bersiap untuk menginap di rumah Nadiya.


" Kita lama ya nginap di rumah Omah, bunda ?" tanya gadis kecil itu saat di perjalanan.


" Terserah Flo mau sampai kapan, Flo senang ?" tanya Naya, sedangkan Dirga hanya diam saja sambil menyetir.


" FLO sangat senang bunda, terimakasih " kata Flo lagi dengan sangat antusianya.


" Iya sayang sama - sama... " cup Naya langsung mencium pucuk kepala putrinya itu.


Tidak terasa Meraka sampai di rumah Nadiya, dan saat ini mereka sedang bermain bersama di ruang keluarga.


" Omahnya mana Bunda ?" tanya gadis kecil itu sambil melihat kesana-kemari.


" Omah nya sedang keluar sayang nanti juga pulang kita tunggu saja ya " sahut Naya sambil mengusap kepala gadis kecil itu.


Gadis kecil itu pun mengangguk dan tidak lama akhirnya Flo pun tertidur di pangkuan Naya.


" Pindahkan Flo ke kamar Mas " kata Naya.


" Baiklah " Sahut Dirga dan langsung mengangkat gadis kecil itu menuju kamar yang di tunjukkan Naya.


Setelah selesai memindahkan gadis kecil itu ke kamar, Naya dan Dirga langsung keluar.

__ADS_1


" Bi Imah, titip jagain Flo sebentar ya, kami mau keluar sebentar " kata Naya sedang Dirga hanya diam saja.


" Baiklah neng Naya akan bibi jagakan " sahut Bi Imah.


" Baiklah kami pergi dulu ya bi " pamit Naya dan Dirga.


" Iya neng tuan, hati - hati di jalan " kata bi Imah.


Setelah pamit pada Bi Imah, Naya dan Dirga langsung berangkat menuju tempat dimana Nadiya Sekang berada.


" Kita kemana sayang ?" tanya Dirga yang mengikuti arahan dari istrinya itu.


" Kita ke markas Mommy Mas " Sahut Naya.


Setelah sampai di tempat itu Naya dan Dirga langsung masuk dan langsung di sambut oleh semua anak buah mereka.


" Dimana Mommy ?" tanya Naya sedangkan Dirga mengikuti Naya dari belakang.


" Di dalam Nona, di tempat biasa " Sahut salah satu anak buah yang ada di situ.


" Baiklah, ayo kita kesana Mas " kata Naya dan langsung di anggukan Dirga.


Mereka berdua langsung menunju ke tempat Nadiya berada, sampainya di ruangan itu belum mereka berdua masuk, sudah terdengar suara jeritan perempuan yang seperti ketakutan.

__ADS_1


" Kau bisa mengelabui siapa pun, tapi tidak dengan ku, karena bagaimanapun yang kau lakukan aku sudah bisa menebaknya karena aku jauh lebih licik darimu, KAU TAHU... " kata Nadiya menatap Lala dengan tatapan sangat tajam sambil menggoreskan pisau tajam di wajah perempuan tidak tahu diri itu.


" Lepas... lepaskan sialan, awas kau " jerit Lala yang menatap tajam Nadiya yang seperti orang psikopat yang sangat menyeramkan.


" Menjerit lah sekuatmu, karena aku tahu umurmu tidak akan lama lagi, sebaiknya kau merenungi diri yang sebentar lagi akan lenyap dari muka bumi ini Hmm... " kata Nadiya sambil tersenyum sinis memandang perempuan yang ada di hadapannya itu.


" Mommy...." panggil Naya yang sudah dari tadi melihat ibunya menyiksa perempuan tidak tahu diri itu.


" Kalian sudah datang, silahkan kalian urus perempuan ini, Mommy sudah puas bermain-main dengannya " Sahut Nadiya yang langsung menghampiri anak dan menantunya itu.


Dirga dan Naya langsung melihat keadaan keadaan Lala yang sangat mengenaskan, dengan wajah yang sudah penuh dengan goresan pisau, dan rambut Lala sudah tidak berbentuk lagi serta mata yang sudah memerah menahan rasa perih keadaan Lala sungguh sangat mengenaskan.


" Urus dia Naya Dirga, Mommy tunggu di luar " kata Nadira yang langsung melangkahkan ke luar.


" Baik Mom, sekarang giliran kami " sahut Naya yang juga di anggukan Dirga dengan tatapan sinis menatap Lala.


Nadiya mengangguk lalu langsung keluar dari tempat itu, sedangkan Naya dan Dirga mendekat dengan tatapan yang sangat tajam pada Lala.


Entah apa yang di lakukan Naya dan Dirga di dalam ruangan itu pada Lala sampai suara jeritan Lala terdengar keras sampai keluar ruangan.


Aaaaaa...


Jerit Lala yang terdengar sangat keras dari dalam ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2