
Dan baru saja Naya merebahkan tubuhnya dan melihat anak sambungnya sudah tertidur lelap tiba tiba-tiba...
" Naya... Dimana kamu Naya... " panggil orang itu dengan sangat kerasnya sehingga mengejutkan Naya yang baru saja memejamkan matanya.
" Naya... dasar perempuan miskin yang pemalas dimana kamu NAYA... " dor dor dor... panggil orang itu lagi sambil menggedor-gedor pintu kamar Naya.
" Ya Tuhan, siapa sih yang ribut sekali... " gumam Naya pelan sambil memejamkan matanya karena begitu sangat lelah.
Dor dor dor...
" NAYA... " panggil orang itu lagi sambil menggedor-gedor pintu kamar Naya.
Mau tidak mau Naya membukakan pintu, karena orang itu sangat berisik sekali.
" Mamah... Ada apa ?" tanya Naya setelah membukakan pintu.
" Kamu ya enak - enakan tidur, anak saya capek-capek bekerja di kantor kamu di sini cuma ongkang-ongkang kaki, dasar istri tidak tahu diri " kata Diana yang tiba-tiba datang lagi ke rumah itu.
__ADS_1
Semua maid yang melihat dan mendengar itu sudah biasa karena dulu Anggun juga di perlakukan seperti itu dan Anggun hanya menerimanya saja.
" Lalu saya harus melakukan apa mamah mertua, semua pekerjaan rumah sudah di kerjakan oleh semua maid yang bekerja di rumah ini, jadi tidak ada lagi yang harus saya lakukan, terus dimana masalahnya " kata Naya yang sangat malas untuk berdebat karena merasa sangat lelah.
" Masalahnya kamu hanya menjadi beban untuk anak saya, seharusnya kamu juga bekerja sana bukan cuma tiduran saja di rumah, dasar pemalas... " kata Diana lagi dengan gaya sombongnya.
" Haah... Kan suami saya sudah bekerja, untuk apa lagi saya harus ikut bekerja, nanti bingung bagaimana menghabiskan uangnya. Dah ya mamah mertua, Naya capek ngantuk sekali, nanti lagi ya kita berdebatnya Naya mau istirahat dulu permisi... " kata Naya yang langsung menutup pintu kamarnya lalu menguncinya dari dalam sehingga tidak ada yang bisa masuk ke dalam.
" Dasar perempuan tidak tahu diri, hey saya belum selesai bicara.... Naya... buka pintunya Naya... " dor dor... teriak Diana yang begitu sangat emosi.
Tapi Naya tidak, ia malah selalu membantah apa yang Diana katakan, sehingga membuat Diana sangat kesal marah semarah marahnya.
" Awas saja kamu Naya, akan saya adukan kamu pada Dirga, lihat saja nanti dasar perempuan tidak tahu diri " kata Diana dengan kesalnya dan langsung meninggalkan tempat itu lalu pergi ke perusahaan putranya.
Sedangkan di kamar Naya mengelus dadanya.
" Ya Tuhan, sabar Naya sabar... Kenapa aku bisa punya mertua seperti itu, bagaimana dengan mu dulu Gun, mungkinkah kamu juga di perlakukan seperti ini atau bahkan lebih. Haah... Aku harus kuat, bagaimana caraku mengubah beliau supaya mau menerima ku sebagai menantu ya... " kata Naya sambil melangkahkan ke depan jendela dan melihat kepergian mertuanya itu dari balik jendela kamarnya.
__ADS_1
" Apakah aku harus mengungkapkan siapa aku sebenarnya, bukankah yang beliau inginkan adalah menantu yang kaya, aku juga kaya apakah aku harus mengatakannya " kata Naya lagi yang memikirkan segalanya.
" Untuk situasi sekarang, mungkin sebaiknya aku diam dulu, aku bisa menerima perlakuan beliau terhadap ku, tapi bagaimana dengan anak ini, haaah... Bingung harus bagaimana " kata Naya lagi sambil berjalan ke tempat tidur dan menatap putri sambungnya itu dengan penuh rasa kasihan.
" Haaah... ya sudah lah lihat saja nanti, apa lagi yang akan beliau lakukan, aku akan diam kalau beliau masih melakukan hal dalam batas wajar, tapi aku tidak akan tinggal diam kalau sampai beliau main kekerasan, lihat saja nanti. " kata Naya lagi yang mengikuti saja bagaimana nantinya. Dan tidak mau memikirkan semuanya lalu ia kembali memejamkan matanya menyusul putrinya itu ke alam mimpi.
Sedangkan di kantor Dirga, seperti yang di rencanakan Diana tadi ia langsung mendatangi putranya yang berada di perusahaan.
Tok tok tok...
" Dirga buka pintunya... Ini mamah Dirga... " panggil Diana yang terus mengetuk pintu ruangan putranya tersebut.
Lama tidak mendapat sahutan membuat Diana kembali kesal dan langsung masuk begitu saja kedalam ruangan putranya tersebut.
" Dirga Kam... " perkataan Diana langsung terhenti setelah masuk kedalam ruangan itu.
__ADS_1