Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung

Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung
Part 28


__ADS_3

" Bunda... Flo takut " gumam gadis kecil itu yang masih memeluk erat Naya karena sangat ketakutan melihat perkelahian itu.


" Tenang ya sayang, wah berani - berani mereka memukul paman supir, akan Bunda libas mereka semua. " kata Naya berusaha menenangkan gadis kecil yang sudah sangat gemetar itu.


Gadis kecil itu langsung memandang wajah Naya yang seperti sangat meyakinkan itu.


" Bunda mau melibas mereka, sama seperti paman - paman jelek kemarin ?" tanya gadis kecil itu sambil menatap dalam Naya.


" Tentu, Flo lihat ya bunda akan libas mereka biar mereka semua terbang seperti balon, Flo tunggu di sini ya, jangan keluar biar Bunda yang mengurus mereka semua oke..." kata Naya membujuk gadis kecil itu agar melepaskan pelukannya, supaya bisa membantu supir itu menyelesaikan preman - preman itu.


" Bunda berani, mereka banyak bunda... " tanya gadis kecil itu lagi.


" Berani dong, coba Flo lihat ya, mereka semua mah gampang bagi Bunda, oke tunggu di sini ya. " kata Naya lagi.


Akhirnya gadis kecil itu melepaskan pelukannya dan membiarkan Naya keluar dari mobil untuk membereskan sampah masyarakat itu.


" Akhirnya lepas juga tu pelukan, wah kasian sekali pak supir, terlambat nih, sudah babak belur tu pak supir. " kata Naya yang keluar dari mobil itu.

__ADS_1


Tak di sangka pak supir itu tersungkur di hadapan Naya karena serangan para preman yang main keroyokan itu.


" Bapak tidak apa-apa ?" tanya Naya dan membuat supir itu sangat terkejut.


" Kenapa neng Naya ada di sini, berbahaya neng mereka semua orang jahat, cepat masuk ke dalam mobil neng " kata pak supir itu yang tidak mengkhawatirkan dirinya tapi malah khawatir dengan pengasuh nona kecil mereka ini.


" Wah wah wah... Ada cewek cantik nih keluar, pas banget, sebaiknya neng ikut kita, kita janji tidak akan ngapain neng asal neng bisa puasin kita semua hahahaha... " kata ketua preman itu dengan senangnya.


" Cuuiiihh... dasar sampah masyarakat, bisanya cuman begal, tapi kalau di lihat - lihat bagus juga mobil kalian, lebih baik kerja yang halal sana, jadi taksi online ke kan bermanfaat juga tu mobil. " kata Naya yang malah mengomentari mereka.


Para preman yang mendengar itu, wajah mereka langsung memerah menahan amarah, karena tidak terima dengan ucapan Naya barusan.


" Hmm... Gaya kalian saja yang selangit, ayo sini kalau berani. " tantang Naya dengan pedenya.


" Wah berani juga nih cewek, kasih pelajaran dia biar tahu siapa kita " kata ketua preman itu lagi dan di anggukan salah satu anak buahnya.


" Cepat pergi dari sini neng Naya, mereka sangat berbahaya " kata pak supir itu yang sudah ketakutan melihat preman itu bersiap menghajar Naya.

__ADS_1


" Bapak yang cepat masuk ke dalam mobil sekarang, kasihan Flo sendirian di dalam, temani dia mereka semua serahkan saja sama saya pak " sahut Naya.


" Tapi neng... " perkataan supir itu langsung terpotong oleh Naya.


" Tidak usah pakai tapi - tapian pak, cepat masuk ke dalam, mereka semua biar saya yang urus. " kata Naya yang maju mendekati para preman itu.


" Jangan satu majunya kelamaan, kalian semua saja biar cepat kelar nih. " kata Naya dengan pedenya berdiri di hadapan mereka semua.


" Wah berani juga Nia cewek, cari mati dia bos " kata anak buah preman itu.


" Sesuai permintaan mu nona, jangan menyesal sudah berkata seperti itu hahahaha... serang perempuan itu. " kata ketua preman itu dengan sangat yakinnya.


Hiiiaaaa... buk buk buk perkelahian sangat sengit satu lawan delapan dengan lawan yang sangat tidak seimbang apalagi posisi perkelahiannya adalah perempuan di keroyok delapan laki - laki yang berbadan besar dan kekar.


Pak supir itu sudah sangat gemetar ketakutan melihat semua itu, begitu juga dengan Flo, gadis kecil itu sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi melihat bundanya di keroyok.


Buk buk buk... BRAAKH

__ADS_1


Buk buk buk... BRAAKH


Suara perkelahian itu sungguh sangat menyeramkan.


__ADS_2