Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung

Tak Disangka Menjadi Ibu Sambung
Part 99


__ADS_3

Dengan bergegas Nadiya langsung menuju ke ruang bersalin untuk menemani putrinya yang sedang berjuang melahirkan saat ini.


" Sayang bertahan lah, kamu pasti bisa nak, berjuanglah... " kata Nadiya yang memberi semangat pada putrinya itu.


" Mom, mommy... huh huh huh... " ucap Naya yang langsung memegang erat tangan Nadiya sambil mengejan.


Dokter terus memberikan instruksi pada Naya dan Naya pun mengikuti apa yang di katakan oleh dokter dan ibunya.


Dengan sekuat tenaga Naya mengejan, dan dengan penuh semangat juga Nadiya terus menyemangati putrinya itu.


" Ayo nyonya, kepalanya sudah terlihat, dorong lagi Nyonya, tarik nafas lalu buang lakukan terus nyonya sedikit lagi... " kata dokter itu yang terus memberikan instruksinya.


Naya melakukan apa yang dokter itu katakan, termasuk mengejan dengan kuatnya karena memang merasakan sakit yang luar biasa.


Dengan perjuangan yang begitu melelahkan bahkan sampai bertaruh tenaga dan nyawa, akhirnya...


Owe owe owe...


Suara tangisan bayi memenuhi ruangan itu, tangis Nadiya tidak terbendung lagi melihat perjuangan putri semata wayangnya untuk melahirkan cucunya.


" Hiks hiks hiks... kamu berhasil sayang, selamat nak hiks hiks hiks... " cup cup cup... Nadiya sangat bahagia dan langsung mencium seluruh wajah putrinya yang penuh dengan keringat.

__ADS_1


Naya hanya tersenyum lemah melihat ibunya yang begitu sangat bahagia, dan tiba - tiba Naya kembali merasakan sakit yang luar biasa...


" Sepertinya masih ada satu lagi, kembali mengejan nyonya, sepertinya anda melahirkan anak kembar, ayo Nyonya berjuang sedikit lagi, tarik nafas dan dorong sekuat tenaga... " instruksi dokter itu lagi dengan semangatnya.


Mendengar itu bertambah menangis lah Nadiya yang tidak menyangka dengan apa yang di dengarnya.


" Ayo sayang, sekali lagi, kamu pasti bisa sayang hiks hiks hiks... " kata Nadiya yang kembali menyemangati putrinya itu.


Tapi karena tadi Naya sekuat tenaga untuk mengejan, sekarang ia sudah sangat lemas bahkan tenaganya sudah hampir habis, dan rasanya ia sudah tidak sanggup lagi untuk melakukan apa yang di katakan dokter dan ibunya itu.


" Bertahanlah Nyonya... ayo Nyonya... sedikit lagi lihatlah kepalanya juga sudah mulai terlihat, dorong sekali lagi Nyonya dengan sekuat tenaga... " Kata dokter itu lagi dengan sangat semangat dan menyemangati Naya.


" Ayo sayang, sekali lagi nak, bertahanlah sayang, demi anak - anak dan suamimu bertahan dan terus berjuang nak hiks hiks hiks... " kata Nadiya terus menyemangati dan menangis tiada hentinya menghadapi putrinya seperti itu.


Naya sudah semakin lemas dan sudah tidak mampu lagi untuk mengejan lalu dengan perlahan Naya hendak menutup matanya karena sudah sangat tidak berdaya, tapi sebelum Naya menutup matanya tiba-tiba...


" Sayang bertahanlah, ayo dorong sekali lagi, aku mencintaimu Nay... " kata seseorang yang langsung mencium wajah Naya yang sudah sangat pucat itu.


" Ma... Mas Dirga, kamu di... di sini Mas... " ucap Naya terbata karena begitu sangat terkejut melihat suaminya berada di dekatnya sambil memegang erat tangannya.


" Iya sayang, ayo berjuanglah untuk kami, untuk ku dan anak - anak kita... " kata Dirga lagi yang duduk di kursi roda dan berada di samping istrinya.

__ADS_1


Nadiya juga tak kalah terkejutnya melihat keberadaan menantunya yang saat ini juga ikut menemani Naya melahirkan, sampai - sampai Nadiya mematung dan tidak bisa bicara apa - apa lagi saking bahagianya melihat keadaan menantunya yang berada di sampingnya saat ini.


Mendengar dan melihat itu Naya begitu sangat bahagia, ia tidak menyangka suaminya akan menemaninya di saat seperti ini, dan dengan semangat yang di berikan suaminya membuat Naya kembali bertenaga, dengan sekuat tenaga Naya mengejan sambil memegang erat tangan suaminya dan ibunya, dan akhirnya...


Owe owe owe...


Bayi kedua berhasil Naya lahirkan dengan seluruh tenaga yang dimilikinya, atas dukungan dan semangat dari ibu dan suaminya.


" Selamat Pak, nyonya... Nyonya melahirkan bayi kembar dan keduanya laki - laki dengan sempurna dan tidak kekurangan suatu apapun. " kata dokter itu sambil memberikan bayi kedua Naya pada suster untuk di bersihkan sedangkan yang pertama juga sudah lebih dulu di tangani oleh suster yang juga ada di situ.


bertambah menangis lah Nadiya, Dirga dan Naya mendengar itu, mereka bertiga tidak menyangka kalau Naya akan melahirkan anak kembar, dan itu sungguh memberi kebahagiaan yang sangat luar biasa untuk mereka.


" Sekarang bapak dan nyonya boleh keluar, kami akan membersihkan pasien terlebih dahulu lalu akan memindahkan nya ke ruang rawat. " kata dokter itu lagi.


" Baiklah dokter... sayang kami keluar sebentar ya, sekali lagi selamat sayang " cup cup cup... " Nadiya mencium seluruh wajah putrinya yang sangat pucat dan penuh dengan keringat itu.


" Sayang, terimakasih kami keluar dulu " cup cup cup... " kata Dirga juga yang mencium seluruh wajah istrinya itu.


Naya hanya mengangguk sambil tersenyum karena sudah tidak kuat lagi walau hanya untuk bicara, tenaganya sudah terkuras habis karena melahirkan secara normal dan dua bayi sekaligus.


Setelah itu Nadiya langsung mendorong kursi roda Dirga dan membawa menantunya itu keluar ruangan, agar Naya bisa di bersihkan bersama kedua bayinya, setelah itu langsung di pindahkan ke ruang rawat.

__ADS_1


__ADS_2