
Setelah cukup lama berpikir, akhirnya gadis itu mengangguk dan masih terlihat sangat takut.
" Tapi kalau suster Reni nanti datang dan menyiram Flo lagi bagaimana Bun ?" tanya gadis kecil itu yang kembali memeluk Naya dengan eratnya karena masih merasa takut.
" Tenang ya sayang, kan ada bunda, nanti Bunda akan libas dia biar terbang seperti balon kalau coba - coba mengganggu kita. " kata Naya lagi sambil berusaha menenangkan kembali perasaan gadis kecil itu.
" Benar bunda, bunda akan libas suster jahat itu seperti paman - paman jelek kemarin ? tanya gadis kecil itu lagi sambil menatap wajah Naya untuk meyakinkan hatinya.
" Iya dong, Flo lihat sendiri kan bagaimana hebatnya bunda kemarin, Flo mau kuat juga sama seperti bunda, nanti Bunda ajarin Flo biar kuat juga ya, jadi sebaiknya kita mandi dulu ya sekarang " kata Naya lagi dan langsung di anggukan gadis kecil itu dengan sangat antusiasnya.
" Bi, cepat siapkan air hangat, bebek bebek kecil mainan dan kelopak bunga - bunga ya, kami berdua mau mandi " kata Naya.
Dirga yang mendengar itu langsung menatap Bi ijah dengan tatapan memerintahkan, dan langsung di anggukan bi ijah yang mengerti dengan tatapan itu.
" Baiklah neng Naya, bibi siapkan dulu air hangatnya permisi... " kata bi ijah yang dengan senang hati melakukannya.
" Baiklah semua, pak Dirga, kami berdua ke kamar dulu ya mau mandi bareng " kata Naya sambil menuntun gadis kecil itu.
__ADS_1
" Flo mandi sama bunda dulu ya pah " kata Flo dengan sangat antusianya.
" Iya sayang, bersenang - senanglah putri papah, papah ikut bahagia kalau melihat Flo senang seperti ini ." kata Dirga sambil tersenyum pada putrinya itu dan di balas senyuman oleh gadis kecil itu sebelum masuk ke kamar bersama bunda barunya.
Setelah melihat putrinya dan Naya masuk ke dalam kamar, Dirga langsung menghubungi asisten pribadinya.
" Alan, hukum seberat-beratnya perempuan brengsek itu, buat dia tidak akan pernah menghirup udara segar lagi, biar dia merasakan sakit seperti yang sudah putriku rasakan selama ini. " kata Dirga dengan sangat kesalnya sambil berbicara pada asistennya lewat ponsel.
" Baik tuan, segera saya laksanakan " sahut Alan dari sebrang sana.
Di kamar Flo, kedua gadis beda generasi itu sedang asik berendam dengan air hangat yang di campur dengan bunga-bunga dan bebek bebek karet kecil.
Sambil bercanda mereka berdua menikmati mandi, terasa sangat menyenangkan hingga tidak ada lagi rasa takut pada gadis kecil itu, apalagi saat Naya memijat pelan kepala dan telapak kaki gadis kecil itu agar rileks dan nyaman, sambil bercanda dan tertawa bersama, sehingga terlihat seperti ibu dan anak saja.
Tidak terasa sudah hampir tiga puluh menit mereka berdua mandi bersama, di rasa cukup Naya pun menghentikan kegiatannya dan mengajak gadis kecil itu berpakaian bersama.
" Kamu sekolah hari ini sayang " tanya Naya sambil mengusap tubuh gadis kecil itu dengan handuk.
__ADS_1
" Iya, tapi temani Flo ya bunda, Flo masih takut sendirian " jawab gadis kecil itu.
" Baiklah, dengan senang hati bunda temani, ya sudah ayo kita berpakaian, setelah itu kita sarapan bersama dan berangkat sekolah bersama ya. " kata Naya dan langsung di anggukan gadis kecil itu dengan sangat antusias nya.
Setelah selesai bersiap, kedua gadis beda generasi itu langsung keluar kamar menuju meja makan untuk sarapan.
Dan di sana sudah ada Dirga yang menunggu mereka untuk sarapan.
Melihat kedatangan kedua gadis beda generasi yang terlihat sangat cantik dan segar itu, sesaat membuat Dirga dan para maid yang lainnya sangat terpana dan terpesona melihat keduanya.
Sampai keduanya duduk lalu mengambil sarapan mereka, lalu mereka sarapan bersama dan terlihat seperti keluarga yang sangat bahagia, padahal status Naya di situ hanya sebagai pengasuh.
Pemandangan itu sungguh membuat para maid menjadi iri melihat kebersamaan mereka, karena Naya begitu cekatan melayani ayah dan anak itu seperti seorang ibu rumah tangga yang melayani keluarganya.
Dan baru saja mereka menyelesaikan makanannya, tiba - tiba ponsel Naya berdering berkali-kali, sehingga membuat ayah dan anak itu menatap Naya bersamaan.
" Kenapa tidak di angkat ?" tanya Dirga dan Flo bersamaan, dan itu sukses membuat Naya sangat bingung serta panas dingin jadinya.
__ADS_1