
" Bagaimana ini Nay, dia membawa putriku " kata Dirga yang sangat bingung Sekarang.
" Sebaiknya kita... " perkataan Naya terhenti ketika tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di samping mereka.
" Ayo cepat masuk Pak, nona, kita kejar mobil itu sekarang " panggil seseorang dari dalam mobil yang hanya membuka kaca mobilnya saja.
" Alan... Ayo Nay kita kejar dia sekarang " kata Dirga dan langsung di anggukan Naya.
Tanpa membuang waktu lagi mereka langsung mengejar mobil yang sudah menculik gadis kecil itu.
Sedangkan beberapa penculik tadi langsung di tangani anak buah Dirga.
" Itu mobilnya Alan, cepat kejar " kata Dirga yang langsung di anggukan Alan.
" Tunggu Pak Alan, jangan di salib mobil itu, kita ikuti saja kemana dia membawa Flo, agar kita tahu siapa yang sudah melakukan semua ini. " kata Naya yang melihat Alan mencoba menyalib mobil itu.
" Baiklah Nona " ucap Alan yang langsung memelankan mobilnya agar sedikit jauh dari mobil yang menculik gadis kecil itu.
Dirga hanya mengangguk saja, dan terus memperhatikan mobil itu, begitu juga dengan Alan dan Naya.
__ADS_1
Tak lama mobil yang menculik gadis kecil itu berhenti di sebuah rumah besar dan langsung masuk ke dalamnya.
Sedangkan mobil yang di tumpangi Dirga Naya dan Alan itu berhenti tepat di seberang jalan rumah itu.
" Kurang ajar, tidak ku sangka dia tega melakukan ini, apa maunya sebenarnya hhhhhggggggrrrrr... " kata Dirga sambil memukul depan mobil karena saking terkejut dan kesalnya melihat rumah itu.
" Rumah siapa ini, ayo kita masuk, aku takut terjadi apa-apa pada Flo " ajak Naya yang bergegas hendak keluar.
" Berhenti Nona, kita tidak bisa sembarang masuk ke dalam rumah itu karena rumah itu adalah rumah... " perkataan Alan terhenti saat melihat ke arah Dirga.
" Maksudnya ini rumah siapa, kenapa kalian ragu masuk kedalamnya ? Kalau begitu, kalian tunggu saja di sini, biar saya yang akan masuk ke dalam. " kata Naya yang tidak mengerti, dan hanya memikirkan keadaan anak asuhnya saja.
Mendengar itu Naya begitu sangat terkejut, tapi juga sekaligus kesal mendengarnya.
" Kalau begitu tunggu apa lagi, langsung saja kita masuk. " ucap Naya dengan nada kesalnya.
" Tunggu Nay, Kalau kita masuk sekarang dengan terang - terangn kita tidak akan tahu apa maksud tujuan orang tua itu. " kata Dirga yang langsung di anggukan Alan.
" Lalu sekarang kita harus bagaimana, tidak mungkin kan kita membiarkan saja flo di dalam yang tidak tahu bagaimana keadaannya. " kata Naya dengan sangat paniknya dan terlihat kesal jadinya karena terlalu mengkhawatirkan anak asuhnya itu.
__ADS_1
" Kita masuk diam - diam, aku ingin tahu apa yang akan dia lakukan pada cucunya sendiri, dan apa maksudnya melakukan ini " kata Dirga yang masih dalam keterkejutannya.
" Baiklah kalau begitu, tunggu apa lagi, ayo sekarang " ajak Naya dan langsung di anggukan keduanya.
Mereka bertiga langsung keluar dari dalam mobil itu dan dengan mengendap-endap memasuki rumah orang tua Dirga itu.
" Tega sekali Mamah melakukan ini pada putriku, keterlaluan " kata Dirga dalam hati sambil menahan amarahnya yang begitu kesal pada ibunya sendiri itu.
Di dalam rumah saat ini gadis kecil itu sedang menangis terduduk di lantai tepat di bawah kaki Diana.
" Kenapa kau tidak ikut mati bersama dengan ibumu dulu HAAH... kamu hanya menjadi beban untuk putraku, gara - gara kehadiran ibumu dan adanya dirimu, putraku tidak memperdulikan ku lagi. " ucap Diana dengan wajah yang terlihat sangat kesal melihat gadis kecil yang terus menangis di bawah kakinya itu.
"Hiks hiks hiks, ampun Nek, jangan sakiti Flo nek... " jerit gadis kecil itu yang sangat ketakutan.
" Jangan pernah memanggilku nenek, aku tidak menganggap mu sebagai cucuku, karena bagiku kau dan ibumu itu itulah yang membuat putraku menjauhiku. Kenapa kau tidak mati saja bersama ibumu yang miskin itu. " kata Diana sambil mendorong pundak gadis kecil itu dengan kakinya.
" Aaakkkkhhh... Ampun Nek hiks hiks hiks... " jerit gadis kecil itu.
" Kau... " BRAAKH... Perkataan Diana langsung terhenti saat seseorang menggebrak pintu dan langsung masuk tiba-tiba.
__ADS_1