
BRAAKH...
Lala menghentak meja sehingga membuat semua yang ada di situ sangat terkejut.
" Maaf Nona sepertinya perusahaan itu di lindungi oleh orang luar sehingga kami tidak bisa menembus, dan hampir saja kami ketahuan untung kami cepat menghentikannya. " kata salah satu anak buah Lala.
Mendengar itu Lala menghembuskan nafas kasarnya dan kembali menggebrak meja.
BRAAKH...
" BRE****K... Siapa yang ada di belakang mereka, kurang ajar... Cepat cari tahu, kalau perlu langsung saja kalian bereskan. Aku ingin perusahaan itu hancur. " kata Lala dengan tatapan yang sangat tajam.
" Baik Nona... " sahut salah satu orang itu lagi yang juga di anggukan yang lainnya.
" Cepat pergi dari sini... Aku ingin kalian secepatnya menghancurkan perusahaan itu. " kata Lala dengan tatapan yang sangat tajam menatap satu persatu anak buahnya.
Mereka semua mengangguk dan langsung pergi dari sana, dan hanya tinggal Lala sendiri yang masih berada di sana.
__ADS_1
" Awas saja kamu kak Dirga, tidak perduli siapa yang sudah melindungi mu, aku akan tetap menghancurkan mu dengan cara apapun jika aku tidak bisa memilikimu HM... " BRAAKH... kata Naya yang kembali menggebrak meja dengan tatapan tajamnya.
Di tempat lain tepatnya di kediaman Diana saat ini ia masih bersembunyi dan tidak berani menampakkan diri di hadapan menantunya.
" Apa yang harus aku lakukan, ya tuhan ternyata Naya bukan orang sembarang, ku kira ia juga sama seperti Anggun jadi dengan mudahnya ku singkirkan dari hidup Dirga. Tapi ternyata ia anak orang yang paling berpengaruh di kota ini. " kata Diana yang mondar mandir di dalam kamarnya.
" Lala... ku harap dia menghentikan semua rencananya, Kalau tidak bisa terbongkar semua yang pernah kami lakukan terhadap Anggun dulu, tidak, aku tidak mau di benci anak ku sendiri. Tapi bagaimana cara menghentikan Lala, haaah... anak itu sangat susah sekali di beri tahu. " kata Diana lagi yang masih memikirkan semuanya dan sangat tidak tenang saat ini berada dalam rumahnya.
" Tante... " panggil orang itu dan langsung duduk di hadapan Diana dengan angkuhnya.
" Lala... Ada apa denganmu, kenapa kamu sembarang sekali masuk kedalam rumah Ku. " kata Diana yang kesal karena sudah mengagetkannya.
" Sudah biasa Tante, Tante saja yang perasa hari ini, memangnya kenapa Tante seperti itu ?" kata Lala lagi dengan santainya.
" Kamu ini... Tante ingatkan sekali lagi hentikan semuanya Lala, Tante tidak mau berurusan dengan Naya, berbahaya Lala berbahaya... " kata Diana yang masih merasa sangat terkejut.
__ADS_1
" Tante ini kenapa sih, bukankah sudah ku bilang, aku tidak akan pernah berhenti sebelum aku mendapat apa yang aku inginkan. Dan aku mau kali ini Tante membantuku lagi, kita buat perempuan miskin itu menyusul mendiang istri kak Dirga ke neraka " kata Lala lagi dengan santainya.
" Haah... Kamu ini keras kepala sekali Lala, tidak Tante tidak mau membantu mu kali ini, asal kamu tahu Naya bukan orang miskin seperti yang kamu kira, ia juga sama kayanya seperti kita, bahkan ia adalah putri orang yang paling berpengaruh di kota ini " kata Diana yang mencoba memberi pengertian pada Lala.
" APA... Apa maksud Tante, memangnya si Naya itu anaknya siapa ?" tanya Lala dengan masih sangat terkejutnya.
" Anak Bu Nadiya CEO dari salah satu perusahaan terbesar di kota ini, dan lebih parahnya lagi,ia adalah putri dari queen mafia yang sangat terkenal itu. Jadi jangan coba-coba mendekatinya Lala. " kata Diana yang mengatakan tentang siapa Naya.
"APA...BRE***K... Oh pantas saja mereka gagal. " kata Lala dengan sangat marahnya.
Memangnya apa yang kamu lakukan, Apanya yang gagal ?" tanya Diana lagi yang menatap tajam ke arah Lala.
" Eh tidak Tante, tidak apa-apa " kata Lala yang langsung salah tingkah karena keceplosan mengucapkan kata kasar.
" Huuh dasar kamu ini, Tante kira kamu sudah bertindak, ingat Lala pikirkan dulu sebelum bertindak " kata Diana yang kembali ke mode biasanya.
Mereka berdua kembali terdiam dengan pikiran masing-masing dan tanpa di ketahui Diana, Lala mengepalkan tangannya sambil menggenggam botol kecil.
__ADS_1