
Semua maid diam saja bingung harus menjawab apa, termasuk Bi ijah yang sangat bingung mau bilang apa dan hanya diam saja karena tidak tahu harus berkata apa sampai...
BRAAKH...
" Astaga... " kata bi ijah yang sangat kaget karena Diana menggebrak meja.
" Kenapa di tanya hanya diam saja, apa kalian semua tidak punya mulut " kata Diana yang sangat kesal karena tidak ada yang menjawab pertanyaan nya.
" Sabar Tante, jangan marah marah nanti cepat tua sabar ya " kata perempuan yang di bawa Diana ke rumah itu.
" Emosi Tante Lala, semua maid di sini semuanya bisu hanya diam saja saat di tanya, kesal Tante " kata Diana dengan gaya angkuhnya.
" Ya sudah Tante tenang ya, besok saja lagi kita ke sini, mungkin kak Dirga nya sangat sibuk " kata perempuan bernama Lala itu.
" Haah, baiklah sayang, besok lagi kita kemari, keterlaluan anak itu sudah membuat kamu datang kemari dengan sia - sia " kata Diana yang tidak enak dengan calon mantu pilihannya.
__ADS_1
Kemudian kedua perempuan itu langsung pergi meninggalkan rumah Dirga begitu saja tanpa memperdulikan lagi semua maid yang berada di situ.
" Huuh... dasar nyonya besar tidak punya perasaan, kalau saja tuan dan nyonya tidak menyuruh kita tutup mulut, sudah ku ceritakan semua tentang pernikahan yang sangat meriah tadi, biar beliau klepek klepek mendengarnya huuuh... dasar nyonya besar yang angkuh. " kata salah satu maid yang sangat geram dengan nyonya besar mereka itu.
" Benar, untung kita bekerja di sini, kalau di rumah beliau mungkin sehari saja aku sudah mengundurkan diri tidak tahan dengan keangkuhan beliau. " kata maid yang lainnya.
" Sudah biarkan saja, yang penting kita tidak boleh mengatakan apapun pada beliau tentang pernikahan dan siapa nyonya muda kita sebenarnya. Dan yang paling penting, kita harus waspada karena beliau sudah membawa perempuan yang bisa menjadi pelakor dalam rumah tangga tuan Dirga dan nyonya Kanaya. " kata bi Ijah
" Bibi benar, tidak akan ku biarkan siapapun mengacaukan rumah tangga tuan dan nyonya sudah cukup nona kecil kita menderita selama ini, tidak akan ku biarkan gadis kecil itu menderita lagi karena ada Mak Lampir selanjutnya. " kata maid itu lagi.
" Ya sudah sekarang sudah malam, ayo kita istirahat, karena besok kita harus menyambut tuan dan nyonya serta nona kecil pulang. " kata bi Ijah yang langsung di anggukan mereka semua.
Mereka semua langsung beristirahat karena sangat lelah juga setelah menghadiri pernikahan majikan mereka.
__ADS_1
Di hotel jangan tanya pengantin baru itu sedang apa, karena sudah tahu semua mereka sedang melakukan apa.
Sedangkan di kamar Nadiya saat ini ia sedang mengusap wajah gadis kecil yang sudah tertidur pulas itu.
" Wajahmu mirip sekali dengan wajah ibumu Nak, sampai aku melihat lagi Anggun yang sering bersama kami dulu. " gumam Nadiya pelan.
" Semoga kau tenang di sana Nak, mommy akan ikut menjaga putrimu dan akan selalu menyayanginya seperti cucu mommy sendiri. " cup... gumam Nadiya pelan sambil perlahan mengecup kening gadis kecil yang sangat menggemaskan itu.
Setelah puas memandang gadis kecil yang tidur bersamanya itu, kemudian Nadiya berbaring menatap langit kamar hotel itu.
" Ded... Sekarang aku sudah sangat bahagia, aku berhasil menikahkan anak kita, dan sekarang ia sudah berkeluarga, sekarang aku sudah tenang Ded tinggal menanti seorang cucu yang akan menggantikan ku di perusahaan kita nanti. " kata Nadiya pelan yang mengingat kembali dengan mendiang suaminya yang sudah lama meninggal itu.
Saat ini hati Nadiya sangat bahagia karena bisa melihat putrinya menikah dan berkeluarga.
Berbeda dengan Diana yang saat ini begitu sangat kesal karena sudah mendapat kabar kalau putranya satu - satunya sudah menikah dengan wanita pilihannya sendiri yang tidak di restui Diana sama sekali hingga...
__ADS_1
PRAAAANG...