
Keesokan paginya hari ini Naya, Dirga, Flo dan Nadiya sedang lari pagi bersama sambil keliling taman yang berada di halaman mansion nya.
" Ayo Bunda lebih cepat larinya Bunda, masa kalah sama Oma yang sudah tua " panggil gadis kecil itu sambil berlari lebih dulu bersama Nadiya dan di susul Naya dan Dirga di belakang.
" Oma belum tua sayang, enak saja " kata Nadiya yang tidak terima kalau di bilang tua padahal memang kenyataannya sudah tua.
Dirga hanya tersenyum mendengar putrinya bersama ibu mertuanya yang begitu sangat bersemangat berlari pagi.
Berbeda dengan Naya yang sedari tadi hanya diam tidak menyahut dan tidak bereaksi apa-apa sekarang.
" Bunda kenapa... ?" tanya Flo yang terlebih dulu menyadari keanehan Naya.
Mendengar itu Nadiya dan Dirga langsung melihat ke arah Naya.
" Sayang, hey kamu kenapa ?" tanya Dirga yang langsung memperhatikan istrinya itu.
" Nak, ada apa kenapa kamu hanya diam saja ?" tanya Nadiya juga yang langsung menghampiri Putrinya.
Naya tidak menyahut sama sekali, tapi hanya memandang mereka semua satu persatu dengan muka yang sudah pucat.
Dan tidak menunggu lama lagi seketika...
__ADS_1
. Bruukkhh...
Naya langsung tak sadarkan diri di tempat itu.
" Sayang... hey kamu kenapa bangun sayang - bangun... " kata Dirga yang langsung memangku Naya yang tidak sadarkan diri itu.
" Naya kenapa Dirga, ayo kita bawa ke rumah sakit sekarang " kata Nadiya yang begitu sangat khawatir sekarang.
" Bunda... Bunda kenapa bangun bunda " kata gadis kecil itu juga dengan sangat khawatirnya terhadap ibu sambungnya itu.
" Kita kerumah sakit sekarang " kata Dirga yang langsung mengangkat tubuh istrinya itu ala bridal style menuju mobilnya yang tidak jauh dari sana.
Begitu juga dengan Nadiya yang langsung membawa gadis kecil itu masuk kedalam mobilnya menyusul Dirga yang sudah lebih dulu melajukan mobilnya.
Tidak lama Nadiya dan gadis kecil itu tiba dan langsung menghampiri Dirga yang masih mondar mandir di depan ruangan menunggu dokter memeriksa istrinya.
" Bagaimana Dirga, apa kata dokter apa yang terjadi pada Naya ?" tanya Nadiya yang begitu sangat cemas pada putrinya itu.
" Belum tahu Mom, dokter masih memeriksa Naya di dalam " sahut Dirga yang masih mondar mandir.
" Bunda kenapa Oma ?" tanya gadis kecil itu yang juga tak kalah khawatirnya apalagi melihat ayahnya yang kelihatan sangat cemas membuat gadis kecil itu pun begitu mencemaskan bundanya itu.
__ADS_1
" Tenang sayang, kita berdoa saja semoga bunda Naya baik - baik saja ya " kata Nadiya menenangkan gadis kecil itu meskipun saat ini Nadiya juga tak kalah khawatirnya.
Mereka bertiga masih berdiri de depan ruangan sambil menunggu dokter selesai memeriksa Naya.
Tidak lama akhirnya dokter yang memeriksa Naya keluar.
" Bagaimana keadaan istri saya dokter ?" tanya Dirga yang sangat tidak sabar mengetahui keadaan istrinya .
" Bagaimana keadaan putri saya dokter ?" tanya Nadiya juga yang tidak bisa menahan rasa khawatirnya.
Sedangkan gadis kecil itu melihat kearah dokter yang hendak memberikan jawabannya.
" Keadaan istri dan Putri nyonya tidak apa-apa, beliau hanya butuh istrinya karena di fase seperti ini memang wajar terjadi hal seperti ini, karena di trimester pertama kebanyakan wanita hamil mengalami ini. Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan. " jelas dokter itu.
Mendengar penjelasan dokter itu Dirga dan Mommy Nadiya begitu sangat terkejut Dan juga bercampur dengan rasa bahagia.
" Ap... Apa Dok istri saya hamil ?" tanya Dirga memastikan lagi apa yang di dengarnya begitu juga dengan Nadiya.
" Benar Pak, jadi selamat atas kehamilan istri Bapak " kata dokter itu lagi yang langsung mengulurkan tangannya.
" Terimakasih... terimakasih banyak dokter " kata Dirga yang langsung membalas jabatan tangan dokter yang memberi selamat itu.
__ADS_1
" Syukurlah sayang sebentar lagi kamu akan memiliki adik " kata Nadiya yang begitu sangat bahagia mendengarnya dan langsung memeluk gadis kecil itu.
Dirga dan mommy Nadiya begitu sangat bahagia sekali, berbeda dengan gadis kecil itu ia langsung murung setelah mendengar penjelasan dokter kalau ia akan memiliki adik.