
Setiap hari Alina selalu mencoba menjalin komunikasi yang baik dengan Violet dan juga kedua anak tirinya.
Alina selalu menyapa mereka mengajak mereka berbicara meskipun Alina selalu mendapat umpatan dan kata kata kasar dari mereka.
Dan sebutan pelakor yang selalu dikatakan Dinar untuknya.
Gadis itu terlihat begitu sangat membenci Alina.Terlebih saat Biru tidak di rumah ia memperlakukan Alina secara tidak baik.Ia dan kakaknya Damar sering sekali melakukan hal jahil untuk melukai Alina.
Seperti salah satunya memasang tali yang mereka bentangkan di tangga dan membuat Alina terjatuh hingga beberapa bagian badannya memar.
Alina selalu berusaha memaklumi itu menerima dengan sabar perlakuan mereka. Ia tahu itu adalah resikonya menikah dengan lelaki beristri.
Namun apa daya ini semua bukan kemauan Alina. Ia hanya terpaksa menjalani dan kini ia mulai membiasakan diri menerima semuanya.
Biru juga selalu memberi semangat padanya untuk selalu bersabar menghadapi kedua anaknya.
Biru tahu kedua anaknya belum menerima Alina sepenuhnya.Maka dari itu Biru selalu menyemangati Alina dan menghabiskan malamnya menemani Alina berbagi cerita bersama.
Alina tak pernah memberitahu Biru tentang perlakuan kasar yang ia terima dari Violet ataupun Dinar dan juga Damar.
Namun beberapa pelayan sempat mengadukan pada Biru tentang perlakuan anak anak dan istri pertamanya itu pada Alina saat Biru tidak di rumah.
Setiap pulang dari kantor Biru merasa bahagia selalu di sambut dengan senyum dan wajah teduh dari Alina membuat segala penatnya berkurang dengan melihat wajah cantik istri mudanya itu.
Yang Biru harapkan selama ini.Pulang kantor di sambut di depan pintu oleh istri tercintanya.
Sudah hampir 19 tahun menikah dengan Violet. Dan tak sekalipun Violet melakukan itu.
Terkadang Violet justru belum berada di rumah saat Biru pulang.Itu kenapa segala keperluan Biru ia tak paham justru bik Darmi yang lebih mengerti.
Namun sudah beberapa hari ini semenjak Alina tinggal di rumahnya,segala keperluan Biru di ambil alih oleh Alina. Dengan di ajari bik Darmi di hari kedua ia tinggal di rumah Biru.Biru senang Alina cepat belajar dan mudah mengerti hal yang telah di ajari bik Darmi tentang keperluan Biru sedari bangun tidur hingga menjelang tidur lagi.
Hal ini tidak menggangu Violet sama sekali.Karna menurut Violet yang di kerjakan Alina sama saja dengan pekerjaan para pelayan jadi ia tak ambil pusing dengan itu.Yang terpenting baginya sikap Biru tidak berubah padanya seperti sebelum Biru menikah dengan Alina.
Biru memang menepati janjinya ia tidak berubah sama sekali pada Violet dan juga kedua buah hati mereka.
Setiap pulang dari kantor,,setelah menyegarkan diri,Biru selalu menghabiskan waktu bersama kedua buah hatinya sebelum makan malam.
Setelah makan malam baru ia akan menemui Alina dan menghabiskan malam bersama Alina. Selama satu minggu ke depan.Karna minggu berikutnya Biru akan menghabiskan malam bersama Violet.Berbeda jika hari sabtu,Biru akan menemani Violet seharian penuh.Dan di hari minggunya Biru bebas menentukan keinginannya.Dan hari minggu ini Biru memilih menghabiskan waktu bersama Alina.Membawa Alina pergi ketempat favorite Biru,,pantai.
Sudah tiga kali di setiap hari minggu Biru membawa Alina ke pantai mengisi waktu mereka berdua menghabiskan hari bersama menjalin hubungan lebih dekat lagi memahami satu sama lain dan menghangatkan hubungan mereka.Menggunakan kaos santai celana pendek dan bertopi, Biru mengubah penampilannya agar tak di kenali banyak orang.Sedangkan Alina tidak perlu menyamar seperti yang di lakukan Biru.Mengenakan dress pantai selutut dengan lengan menutupi pundaknya dan topi pantai sebagai pelengkap Alina tampak menikmati suasana pantai dengan deburan ombak yang sesekali menyapa kaki telanjangnya.Sambil menggenggam erat tangan Alina Biru sesekali memandangi wajah berseri istrinya itu.
__ADS_1
Sikap Alina yang tak banyak menuntut dan selalu patuh padanya membuatnya semakin dalam mencintai Alina. Bahkan sudah tiga bulan belakangan ini Biru terbiasa menjalani hari hari bersama Alina yang membuat moodnya selalu bagus. Mereka memutuskan untuk pulang ketika hari sudah sore.Dan sampai di rumah menjelang malam.Begitu setiap minggunya.
Malam itu di meja makan.
"papa,,kapan akan mengajak kami liburan lagi." celetuk Dinar setelah menghabiskan makan malamnya.
"papa sudah beberapa bulan ini tak lagi mengajak mama dan kami berlibur." sambungnya lagi ketika Biru hanya diam saja mendengarkannya.
"udah lah Din,papa itu sedang sibuk sekarang,sibuk memanjakan istri mudanya itu." Damar menimpali dengan ketus menatap tajam Alina yang masih menyuapkan makan malamnya.
"kalian ingin kemana memangnya." Biru merespon kedua anaknya setelah menghabiskan makan malamnya.
"papa sudah sering bilang bukan,,,saat makan tidak ada yang boleh bicara.papa baru selesai sekarang." Biru melanjutkan kata katanya.
"Biru,,mereka sudah lebih dulu selesai makan,,jadi mereka berbicara." Violet membela kedua buah hatinya.
"mama benar." jawab Damar dan Dinar serempak.
"pap,,sudah beberapa bulan setiap hari minggu papa selalu pergi bersama dia," protes Dinar dan menunjuk Alina dengan mata melotot,membuat Alina hanya diam menyaksikan itu.Alina sudah terbiasa dengan perlakuan Damar dan Dinar. Sehingga saat itu ia tampak tak menggubris mereka.
"papa sudah ga adil sama mama,,papa hanya bersama mama di hari senin sampai jum'at dan itupun saat papa pulang kerja.dan hanya satu minggu sekali.ketika hari minggu papa hanya memilih pergi bersamanya tanpa mengajak mama ataupun kami." Dinar melanjutkan protesnya berusaha membela mamanya.tanpa tahu bahwa di setiap hari sabtu Biru menghabiskan harinya bersama Violet mamanya.
Dinar dan Damar bila hari sabtu mereka memang tidak akan dirumah.Sejak pagi buta mereka akan pergi ke tempat khusus belajar bisnis yang turun temurun di lakukan di keluarga Biru.Dan mereka akan pulang sore hari.
" iya Dinar yang di katakan papa itu benar." Violet membenarkan penjelasan Biru karna memang itu yang terjadi.
"tapi ya ga harus melupakan kita kita juga ma sebagai anaknya." Damar masih tidak terima dan menatap sinis pada Alina yang sedari tadi hanya diam menyimak.
"ya sudah minggu ini kalau mama kalian g sibuk kita pergi.kalian mau kemana." Biru malas berdebat dengan anak anaknya.karna tidak ingin Alina semakin di benci.
"Aku ada waktu minggu ini." jawab Violet yang di sambut teriakan gembira oleh Dinar dan senyum nyengir kuda ala Damar,seolah mengejek Alina.
"yei.......akhirnya kita liburan." Dinar tertawa bahagia memeluk Violet di sampingnya.
Setelah memutuskan tempat tujuan mereka yang di inginkan oleh Dinar,Biru berdiri beranjak dari kursinya.Namun belum sempat beranjak Damar menyela nya.
"liburan keluarga,,tanpa adanya parasit,itu yang kita mau pa." menatap tajam ke arah Biru dan Alina bergantian.
"aku setuju dengan kak Damar tanpa parasit atau benalu." ucap Dinar berdiri dan mendukung Damar.
Alina hanya menunduk diam mendengar hinaan yang ia terima.
__ADS_1
"jaga bicara kalian.papa sudah bilang bukan kalau akan berlibur bersama kalian,itu artinya waktu papa untuk kalian.tidak usah mengatai Alina.Hormati dia jangan selalu berkata tidak baik padanya." Biru sedikit emosi melihat kedua buah hatinya mengintimidasi Alina dengan kata kata mereka.
"Biru,,tidak seharusnya kamu marah pada mereka." Violet berdiri dan membela kedua buah hatinya.
"aku tidak memarahi mereka,aku hanya ingin mereka sedikit lebih sopan pada Alina." jelas Biru yang kemudian berlalu meninggalkan meja makan.
"Biru!! tunggu aku belum selesai bicara." Violet berteriak dan mengejar Biru.
"lihat,,kau puas kan membuat papa dan mama bertengkar." Damar memukul meja dan berkata pada Alina.
"aku yakin di dalam hatimu itu kau tertawa melihat ini semua.dasar wanita munafik." Dinar menimpali ucapan Damar dan menyiramkan sisa air di gelasnya tadi ke wajah Alina.
Alina tidak melawan perlakuan dari kedua anak tirinya itu.Ia hanya mengelap wajahnya dengan tisu yang berada di depannya setelah Damar dan Dinar berlalu meninggalkan meja makan.
Di kamar Violet dan Biru.
"Biru,,kamu keterlaluan seperti itu pada anak anak." Violet mendekati Biru yang sedang duduk di sofa.
"Vi,aku hanya tidak suka mereka berkata tidak sopan pada orang yang lebih tua." Biru melihat ke arah Violet.
"Alina tidak jauh beda dengan mereka umurnya." Violet masih terus membela kedua buah hatinya.
"sudahlah Vi aku lelah,hari ini di kantor banyak sekali pekerjaan ku.aku ingin istirahat.besok hari sabtu aku akan menemani mu kemanapun kamu mau." Biru berusaha menyudahi perdebatan mereka. Hatinya perih mendengar umpatan demi umpatan yang di lontarkan anak-anaknya pada wanita yang ia cintai.
"hari ini hari ku berasama mu jadi jangan membuat ku kesal seperti yang sudah sudah.kau selalu berbicara buruk tentang Alina membuat ku kesal saja saat kita bersama." jelas Biru yang kemudian berdiri dan mengajak Violet duduk menonton film kesukaan Violet agar Violet tidak merasa kesal lagi pada Alina.
"baiklah kau memang selalu bisa membuat aku kalah saat berdebat." ucap Violet mengikuti Biru dan duduk berdampingan.
"jadi berhentilah menjelekan Alina.atau aku akan selalu merasa tidak nyaman saat bersama kamu." kembali Biru mengingatkan.
"hmm...asal kau selalu adil membagi waktumu untuk kami." Violet bergelayut manja di lengan Biru.
"kurang adil dimananya Vi,,bahkan kau selalu lebih banyak dalam segala hal dari Alina." Sanggah Biru membela diri mengatakan hal yang sebenarnya. Selama ini memang Violet mendapatkan lebih banyak dari Alina. Namun masih saja Violet merasa tidak cukup.
"iya,,memang sudah seharusnya begitu." Violet melihat ke Biru.
Di kamar Alina hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang setiap hari terasa berat ia jalani walaupun sudah beberapa bulan menjalaninya.
Alina merasa ingin menyerah dan mengakhiri semuanya.Menangis di saat sendiri seperti ini selalu ia lakukan untuk sekedar menghilangkan beban di hatinya.
Ia hanya berharap bisa di terima dan di perlakukan dengan baik suatu hari nanti. Entah dengan cara apa namun Alina akan terus mencoba dan menguatkan hatinya menerima keadaan ini. Mungkin suatu saat nanti Violet dan kedua anak tirinya akan lelah bersikap buruk padanya dan akan menerimanya dengan baik. Ya mungkin saja.
__ADS_1
Terima kasih suda membaca,,semoga suka ya...Di tunggu kritik juga sarannya di komen..Mohon jangan lupa tinggalkan LIKE nya ta setelah membaca ceritanya. TERIMA KASIH