Takdir Alina

Takdir Alina
Kembali..


__ADS_3

Pagi itu seperti biasa Alina duduk di bawah pohon tempat biasa ia menunggu angkot. Namun bedanya kali ini Alina menunggu jemputan dari sang suami yang pagi tadi telah mengirim pesan padanya. Sesuai isi pesannya bahwa Biru akan menjemputnya sendiri. Kini Biru tengah duduk dengan gagahnya di belakang kemudi yang kemudian berhenti di depan Alina dan membuka sedikit kaca mobil penumpang di sebelahnya.


"sayang,,,ayo." titah Biru setelah kaca terbuka.


"iya baiklah." dengan senyum tipisnya Alina membuka pintu mobil dan duduk di samping Biru.


"selamat pagi istriku." mengecup kening Alina setelah memastikan kaca tertutup rapat.ia tak ingin kemesraannya di lihat banyak orang.


"pagi juga." jawab Alina datar dengan tangan sibuk mencari seatbelt.ia tahu bila di dalam mobil ia harus menggunakan ini untuk mematuhi peraturan lalu lintas yang ada. Dulu Bagus yang mengajarinya memakai dan membuat Alina terbiasa.


"sini biar aku yang memasangkannya." Biru menarik seatbelt yang hendak di pasang Alina.


Wajah mereka sangat dekat membuat Alina merasa canggung dan salah tingkah ketika Biru selesai memasangkannya dan kemudian menatap Alina intens.


"hmm,,,,sudah selesai." ucap Biru masih tidak mengalihkan pandangan pada Alina.


"mmm tuan,,eh maksud ku suami ku.ayo segera jalan aku bisa terlambat nanti kalau lama lama di sini." Alina mencoba mengalihkan pandangan Biru. Dan berhasil membuat Biru kembali ke kemudinya dan melajukan mobilnya membelah jalanan yang ramai pagi itu.


"sayang kau sudah sarapan pagi ini??maaf kan aku semalam aku tidak menelfonmu." ucap Biru memecah keheningan di antara mereka.


"aku sudah sarapan,,dan,,,,,tidak apa apa lagi pula semalam aku langsung tidur jadi tidak masalah.kalaupun di hubungi jg pasti tidak terangkat karna aku tidur." jawab Alina dengan senyuman di buat semanis mungkin.


Biru sesekali mencium mesra tangan Alina yang sedari tadi ia genggam dengan tangan kirinya tangan kanannya ia gunakan untuk mengemudi.


"sayang,,orang tua ku ada dirumah,aku belum bisa membawa mu pulang kerumah ku karna aku takut mereka akan memikirkan hal buruk kepadamu.jadi untuk sementara kamu tinggal di kost an dulu gimana?." ucap Biru saat mobil sudah berhenti di parkiran mall.


"oh..ya udah ga papa." menjawab dengan senang. Kareba artinya itu Alina masih bisa bebas.


"begini saja untuk menebus kesalahan ku,kamu bekerja saja dulu sampai kamu mau." Menurut Biru itu adalah cara menembus kesalahannya. Namun bagi Alina itu adalh kesempatan.


"benarkah???." tampak antusias dan sangat senang.

__ADS_1


"ya,,,tentu tapi ga lebih dari dua minggu ya." Biru memperalat ucapannya yang tadi.


"tadi bilangnya semau ku." Yachhh meskipun boleh bekerja,, namun tetap saja di batasi waktunya.


"jangan cemberut gitu nanti aku bisa memakanmu di sini." mengecup Bibir Alina sekilas.


"ya baiklah,,baiklah." Alina mengalah dan hendak membuka seat belt untuk turun dan kembali bekerja seperti yang ia inginkan.


"jangan ngambek,,,jelek,jadilah selalu Alina ku,Alina yang selalu ceria,itu yang ingin aku lihat." mendekat ke Alina dan membuka seatbelt Alina.


Tak membuang kesempatan ia kembali mencium lembut bibir istrinya yang sedari tadi menggodanya.


Alina hanya diam menerima ciuman dari suaminya.Ia masih sedikit kesal pada Biru karna ucapannya yang awalnya boleh kerja semaunya Alina menjadi semaunya Biru. Merasa tidak ada perlawanan dari sang istri Biru mengigit kecil bibir Alina yang membuat Alina terbelalak dan kemudian membalas ciuman Biru. Mereka hanyut dalam ciuman panas pagi ini.


Beruntung kaca mobil Biru gelap sehingga membuat aktifitas pengantin baru ini tak terlihat dari luar. Setelah sama sama susah bernafas Biru melepaskan ciumannya dan merapikan baju Alina juga lipstik sang istri yang sedikit berantakan akibat ulahnya.


"tidak usah di jemput aku ingin pulang sendiri." pinta Alina sebelum keluar dari mobil. Ia mencium punggung tangan Biru sebelum turun dari mobil dan dibalas ciuman di pucuk kepalanya oleh Biru.


Biru melihat punggung Alina yang kian jauh dan kemudian menghilang di balik pintu masuk mall. Ia pun bergegas ke kantornya.


Pagi ini ia menurunkan supirnya di jalan dan memintanya pergi ke kantor dengan taksi.Semua ia lakukan demi bisa berdua dengan Alina.


Alina sampai di tempat kerjanya dan langsung menemui bu Siska atasannya. Hendak menjelaskan alasannya absen beberapa hari ini.


Belum sempat Alina menjelaskan justru ia di buat bingung karna penuturan sang atasan yang mengatakan bahwa sehari setelah Alina pamit pulang seorang lelaki datang mengaku paman Alina dan meminta ijin untuk Alina mengurus ayahnya di kampung halaman untuk beberapa hari.


Ia pun menyimpulkan bahwa orang itu pasti suruhan Biru.Karna dari awal dia tahu Biru telah mengatur semua rencana pernikahan mereka. Dengan lesu Alina keluar dari ruangan bu Siska dan dengan wajah jengkel dan juga kesal merasa Biru mempermainkan kehidupannya.


Namun segera ia sembunyikan ekspresinya itu saat Heni berteriak dan datang menghambur ke pelukannya.


"kangen Lin,,," dengan nada manja bak anak kecil.

__ADS_1


"malu ih Hen lepasin,banyak pelanggan yang ngelihat tu." berusaha melepaskan pelukan Heni karna kini banyak mata tertuju pada adegan mereka.


"biarin aja mereka ga tau gimana repotnya kita ga ada kamu.ini ekspresi bahagia ku karna kamu kembali lagi bareng kita." mengeratkan pelukannya.dan membuat teman teman yang lain ikut berhambur memeluk Alina.


"hallo mbak mbak udah kali ya kangen kangenannya.kita kita masak di cuekin kita pembeli lo." protes seorang pelanggan yang kemudian di dukung suara suara protes pelanggan yang lain juga.


Akhirnya mereka mengakhiri adegan berpelukannya dan kembali bekerja.Alina pun sama riang nya melayani para pembeli dan dengan senyum yang tak hilang sedari tadi ia mampu membuat pembeli puas dengan belanjaan mereka. Hal seperti ini yang Alina rindu,ia senang bercengkrama dengan banyak orang setiap harinya. Dan ada kebahagian tersendiri untuk Alina saat melihat para pelanggannya juga puas dengan berbelanja di gerai tempatnya bekerja.


Sudah seminggu sejak Alina kembali bekerja Biru tak lagi menjemputnya setiap pagi atas kemauan Alina yang tak ingin Biru selalu menjemputnya.


Seperti sebelum menikah dengan Biru Alina kembali bekerja seperti biasa pulang dan pergi dengan angkutan umum. Yang berbeda hanya setiap hari sesekali Biru selalu mengiriminya pesan.Biru di sibukkan dengan urusan kantor dan setelahnya harus menemani kedua orangtuanya yang telah jauh jauh sengaja datang.


Lebih tepatnya di minta datang oleh Violet yang awalnya berencana untuk membuka pernikahan tersembunyi Biru dan Alina dengan memberi kejutan pada Biru saat datang bersama Alina.


Violet pikir dengan mendatangkan kedua mertuanya dan membuat Biru tertangkap basah menikah lagi dengan wanita yang bukan berdarah Biru akan membuat pernikahan kedua Biru hancur dan Violet akan tetap bersama Biru tanpa adanya istri kedua. Dan dengan Alina,,Violet ingin wanita itu hancur dengan tangan dingin mertuanya.


Namun sayang usaha Violet gagal karna Biru tidak pulang bersama Alina seperti yang sudah di rencakan sebelumnya. Walaupun begitu Violet cukup bahagia karna sudah berhasil membuat Biru dan Alina tak lagi bertemu beberapa hari ini.


Violet berfikir untuk memberi rasa sakit pada Alina seperti yang ia rasakan.


Bukan sakit yang Alina rasakan justru kini ia menikmati hari harinya seperti sebelum menikah.Kembali bekerja dan tertawa riang berbagi suasana bersama teman teman kerjanya.


Alina tentu saja bahagia karna bersama Biru hanya akan membuatnya teringat pada Bagus yang telah ia patahkan hatinya.


Teman teman Alina tak ada yang mengetahui bahwa Alina sudah menikah Alina begitu pandai menyimpan rahasianya sendiri. Ia jalani hari harinya seperti biasa. Bahkan saat libur bekerja ia juga mengunjungi anak anak panti berbagi bahagia bersama mereka seperti yang ia lakukan dulu. Alina sangat menikmati waktu dan hari harinya kembali bekerja. Ia merasa bebas saat menjadi dirinya sendiri seperti ini. Karna saat bersama Biru ia akan merasa canggung dan penuh kehati hatian dalam bersikap.


Alina sungguh senang bisa kembali bekerja.


Dan sebelum tiba hari yang di tetapkan Biru ia harus benar benar menikmati kebebasannya ini. Karna bisa saja Alina akan terkekang setelah nanti tinggal bersama Biru.


Terimakasih telah membaca. Semoga suka ya.Maafkan masih banyak kekurangannya. Jangan lupa tinggalkan like nya ya setelah membaca. Juga di tunggu komennya untuk membangun semangat dan juga mungkin sarannya untuk lebih menperbaiki cerita dan tulisan saya. Terimakasih....

__ADS_1


__ADS_2