Takdir Alina

Takdir Alina
Sebelum pulang,,,


__ADS_3

Setelah melihat Alina menangis tanpa suara, Biru akhirnya menghentikan aksinya. Tiba tiba saja ia memeluk lembut Alina. Tidak sekasar tadi. Biru gelap mata saat Violet dan Dinar memberi tahunya mengenai Alina.


Seakan menegaskan bahwa Alina hanya miliknya dan hanya boleh di sentuh olehnya. Biru dengan paksa dan secara kasar menyetubuhi Alina membuat Alina merasa kesakitan.Tidak seperti biasanya, Biru yang selalu memperlakukannya lembut di atas ranjang. Kali ini Biru benar benar seperti bukan dirinya. Biru murka dengan cerita karangan Violet tentang Alina.


Alina hanya bisa menerima itu setelah sebelumnya beberapa tamparan ia terima. Dan bahkan sekujur tubuhnya membiru karna sabetan ikat pinggang Biru. Entah apa yang membuat Biru benar benar gelap mata saat itu. Alina menangis dalam diamnya. Merasakan sakit bukan hanya di tubuhnya. Namun juga hatinya. Tak pernah ia mengira bahwa Biru yang selalu lembut padanya. Bisa berbuat sekasar itu padanya.


Alina memang ingin berpisah dari Biru. Tapi bukan ini yang Alina inginkan. Namun dengan kejadian ini. Setidaknya Alina menjadi tahu sikap tempramen Biru.


" sayang,,,, aku mohon,, maaf kan aku." ucap Biru mengusap lembut air mata Alina setelah ia menutupi tubuh Alina yang tak terbalut sehelai benang pun itu dengan selimut.


" aku emosi tadi, aku takut kehilangan mu. Aku takut kamu benar benar punya lelaki lain di luar sana. Maafkan aku." Biru merengkuh tubuh Alina dalam balutan selimut yang sama.


Alina hanya menangis sesenggukan dalam pelukan Biru. Dengan posisi membelakangi Biru. Dan Biru terus mengucap maaf. Ia bahkan kini menyesal setelah melihat tubuh Alina yang memar. Bahkan bibir Alina mengeluarkan darah yang tampak sudah mengering akibat tamparannya tadi. Juga gigitan gigitan yang ia lakukan saat mencumbu Alina. Pipi Alina pun masih terlihat bekas tamparannya. Biru sadar akan perbuatannya tadi yang melukai Alina.


Setelah kejadian semalam, hari ini Biru tidak pergi bekerja dan menemani juga merawat Alina di kamar. Ia merasa bersalah sebab itu ia saat ini melakukan itu.


Violet kebingungan karna semalam pun Biru tidak ke kamarnya. Ia sudah menduga bahwa Biru di kamar Alina. Padahal rencananya, setelah mengompori Biru kemarin Violet yakin Biru tidak akan sudi bersama Alina dan akan selalu bersamanya di setiap harinya. Dan ternyata Violet salah, Biru bahkan sama sekali tidak mengunjunginya.


Dengan geram Violet memencet tombol di pintu kamar Alina. Hari sudah siang dan Biru tidak juga menemui Violet, itu lah yang membuatnya geram dan ingin membuat perhitungan dengan Alina juga Biru.


" Vi,, ada apa." tanya Biru setelah membuka pintu dan melihat Violet di depannya.


" kamu di sini? dan nggak ketempat pertemuan?" Violet balik bertanya dengan kesal. Ia sudah menduga bahwa Biru bersama Alina.


" kerjaan ku sudah selesai, dan tinggal malam nanti ada acara makan malam sebagai penutup acara pertemuan bisnis beberapa hari ini." ujar Biru.


" makan malam?? baik lah aku akan mempersiapkan diri ku untuk menemani mu ke acara itu." Violet lupa akan kemarahannya dan antusias untuk mempersiapkan diri menemani Biru malam nanti. Ini adalah kesempatan untuk Violet bisa bersama Biru.


" tapi Vi, aku akan datang bersama Alina." ucap Biru yang membuat Violet kembali kesal.


" Biru,, apa apaan kau ini, dengan mengajaknya ke acara besar itu, tentu citra mu akan turun. Dan keluarga kita akan malu tentunya jika tahu semuanya." Violet tersulut emosi.


" aku akan mengaturnya, tenang saja. Semua akan baik baik saja." Biru masih kekeh.


" terserah kau saja Biru, yang pasti gadis itu akan membuat mu malu di depan para rekan bisnismu itu." ucap Violet dan pergi dengan kesal.


Dari tempat tidurnya Alina mendengar obrolan Biru dan Violet di depan tadi. Dan ia tidak yakin Biru akan benar benar mengajaknya ke acara makan malam itu. Mengingat statusnya yang di sembunyikan selama ini. Dan Biru tidak mungkin merusak citranya begitu saja.


" persiapakan diri mu sayang,, untuk menemani ku nanti malam." Ucap Biru setelah menemui Alina.


" emmm,, maaf aku rasa lebih baik kak Vio saja yang pergi. Bukan maksud ku menolak, tapi selain menjaga citra baik mu, aku juga tidak memiliki gaun yang bagus untuk menghadirinya." Alina memberikan alasan agar Biru mengurungkan niatnya untuk mengajaknya.


" seseorang akan datang membantumu menyiapkan semuanya." dengan dingin Biru mengucapkan itu.

__ADS_1


Alina hanya diam, karna jika ia semakin menolak bisa saja Biru akan kembali marah.


Dengan gaun berwarna merah jambu sepatu hak tinggi dan rambut yang di gerai dengan jepitan kecil di atasnya. Penampilan Alina malam ini sudah begitu memukau walau hanya polesan make up yang sederhana.


Kalau udah cantik dari sononya pake apa aja juga pasti cakep,, begitulah Alina.


Biru menggandeng Alina memasuki gedung tempat acara makan malam itu. Alina merasa sangat tidak nyaman karna ia takut kejadian malam itu terulang lagi. Rasanya ia tidak akan mampu menerima hujatan hujatan itu kembali.


" sayang,, tunggu lah di sini sebentar. Aku akan menemui seseorang dulu." ucap Biru kemudian meninggalkan Alina sendirian di kerumunan banyak orang.


Alina memilih duduk menunggu Biru. Dan saat ia sedang duduk tiba tiba seseorang datang melambaikan tangan menyapanya. Seseorang yang membuat Alina sedikit khawatir karna ia adalah sebab Biru gelap mata kemarin.


Ya Abi, dengan setelan jas rapi, penampilannya itu membuat Alina terkejut karna setahu Alina Abi hanya pekerja di sebuah kedai kopi. Karna Abi memperkenalkan diri pada Alina seperti itu. Abi yang tiba tiba mendekati Alina itu membuat Alina semakin takut saja.


" Hai Alina,,, kamu Alina kan. Meskipun kamu berdandan begini. Tapi aku tahu itu kamu. Sorot mata kamu tak bisa aku lupa." Ucap Abi yang sudaj berada di dekat Alina.


" Lalu kau adalah Abi. Apa kau juga bekerja di sini Abi??." Tanya Alina heran.


" Baju mu rapi sekali dan tidak seperti pelayanan kedai kopi". Alina lanjut bertanya.


" Iya Alina,,, sebenarnya aku." Abi baru saja hendak memberi tahu Alina siapa dia sebenarnya.


Namun Biru sudah lebih dulu datang dan duduk di samping Alina. Kemudian mengusap lembut pipi Alina.


" tuan Biru,," Abi menyapa Biru yang tidak menyadari dirinya di saja.,,, Sebenarnya tadi Abi terkejut melihat Biru yang mengusap lembut pipi Alina.


" oh,, kau,, hai Bima,, Apa kabar." ucap Biru berdiri menyalami Abi. Namun membuat Alina heran karna Biru memanggilnya Bima. Dan mereka tampak akrab. Seperti sudah saling mengenal.


" tentu saja baik." balas Abi tak kalah ramah dari Biru.


Mata Abi tertuju pada Alina walaupun saat ini ia sedang mengobrol dengan Biru. Kini Abi duduk di kursi depan Biru yang hanya berbatas meja di depan mereka. Sehingga ia bisa dengan jelas melihat Alina. Alina menjadi tak nyaman saat sesekali pandangan mata mereka bertemu.


" tuan Biru,, anda datang sendiri?" tanya Abi berbasa basi. Walau dengan jelas ia bisa melihat di bawah meja sana tangan Biru sesekali menggenggam jemari Alina.


" tidak,, aku bersama dia Bim." Biru tersenyum dan melihat Alina. Alina hanya membalas dengan senyuman tipis.


" Bima,, kenalin ini Alina." Biru memperkenalkan Alina.


" Alina,, ini Bima, Abimanyu permana." lanjut Biru.


Alina hanya tersenyum tipis pada dua pria di hadapannya itu. Mereka terlibat obrolan santai. Biru dan Abi atau Bima itu tampak akrab. Dan Abimanyu ternyata adalah adik dari Herjuno permana. Teman Biru yang sewaktu itu bertemu Alina saat pesta ulang tahun pernikahan Violet dan Biru. Dan juga mereka sempat bertemu di taman. Dalam obrolan mereka sesekali Abi melirik ke arah Alina yang diam saja dari tadi. Biru mengenalkan Alina sebagai saudara jauh. Dan sedang berlibur di negeri ini bersamanya. Namun Abi tahu bahwa Biru berbohong.


" Bima,, sepertinya aku harus menemui seseorang dulu. Sebentar ya, ngobrol saja bersama Alina." ucap Biru sembari berdiri meninggalkan mereka.

__ADS_1


" Alina,, ngobrol sama Bima dulu ya, dia sudah seperti adik ku sendiri. Jadi jangan canggung." Biru tersenyum pada Alina dan pergi begitu saja.


Abi dan Alina sama sama diam sesaat sebelum akhirnya Bima membuka obrolan mereka.


" jadi dia suami mu,, berarti yang kemarin marah marah itu kak Violet dong. Kenapa aku bisa tidak mengenalinya ya." ucap Bima yang di selingi tawa kecil. Dan hanya mendapat balasan diam dari Alina.


" Alina,, sorry ya aku nggak jujur sama kamu siapa aku sebenarnya." ungkap Abimanyu.


" sudahlah lupakan." Alina menjawab datar.


" Alina,, bilang saja kalau lelaki yang kemarin bersama kamu itu adalah aku, aku yakin tuan Biru tidak akan marah jika ia tahu yang sebenarnya." jelas Abimanyu. Karena Abimanyu yakin bahwa sebelum datang kesini pasti Biru sudah melampiaskan amarahnya pada Alina.


" nggak perlu jangan di bahas lagi." Alina malas membahas masalah kemarin. Hanya membuatnya semakin pilu.


" kenapa Lin,, kalau kamu jelaskan mungkin kita bisa keliling keliling lagi besok." Ledek Abimanyu yang sebenarnya masih ingin bersama Alina.


" besok aku akan pulang." perkataan Alina ini yang membuat Abimanyu tercekat.


Ya,, saat di mobil tadi Biru berkata bahwa besok mereka akan kembali ke indonesia.


" pulang?? serius?? kamu bilang masih dua atau tiga hari lagi bukan?" Abimanyu ingat betul Alina kemarin bilang padanya.


" apa karna kejadian di rumah makan itu jadi tuan Biru memajukan kepulangan kalian." tebakan Abimanyu memang benar sekali.


" sepertinya kalian cepat akrab." Biru tiba tiba datang dan menyela pembicaraan mereka.


" ya gitulah,, aku hanya memberitahunya tentang makanan indonesia disini, siapa tahu Alina ingin mengunjungi restoran di sini." ucap Abimanyu berbohong pada Biru. Padahal sebenarnya ia yang ingin berwisata lagi dengan Alina.


" sayang sekali aku harus pulang Bim,, jadi kami tidak bisa menikmati hidangan lagi." Biru mengajak Alina pulang setelah itu.


" kapan kalian kembali ke indonesia," walaupun sudah tahu dari Alina, namun Abimanyu tetap berbasa basi pada Biru.


" besok Bim,, kau juga pulanglah ke indonesia. Kakak mu terlihat begitu merindukanmu." Biru menepuk pundak Abimanyu.


" nanti, saat orang tua ku tak lagi menjodoh jodohkan aku,, maka aku akan pulang." ucapan Abimanyu yang membuat mereka tertawa renyah.


" baik lah,,, aku pamit Bim." Biru dan Alina meninggalkan Abimanyu yang masih berdiri disana.


Sesampainya di hotel Biru tidak ikut Alina masuk kekamar namun Biru ke kamar Violet untuk menemui istrinya itu tentunya.


Pagi menjelang, Alina sudah selesai mengemas barang barang nya dan siap untuk kembali ke indonesia setelah sarapan nanti. Begitulah pesan Biru semalam sebelum ia masuk ke kamar.


Pagi ini sebelum ke bandara mereka sengaja sarapan bersama di caffe hotel ini. Dan Biru terlihat bergandengan mesra dengan Violet bergabung dengan Alina juga kedua anaknya yang sudah menunggu mereka.

__ADS_1


🍒🍒🍒🍒🍒


Terimakasih sudah membaca,, Jangan lupa tinggalkan LIKE nya ya setelah membaca. Terimakasih. 🙏🙏😊


__ADS_2