
Biru beserta Violet dan juga kedua buah hati mereka telah berangkat berlibur meninggalkan Alina.Mereka sepakat memajukan keberangkatan mereka karna Dinar yang ingin menginap di tempat liburan mereka.
Meskipun berat meninggalkan Alina sendirian namun Biru harus tetap pergi. Anak anak Biru berhak untuk memiliki waktu lebih banyak bersama Biru.Alina sudah terbiasa sendiri sejak tinggal di rumah itu.
Hari ini adalah hari minggu Alina benar benar merasa bosan ingin sekali ia menghirup udara di luar sana.Ia merindukan teman temannya.Seharian kemarin setelah kepergian Biru,Violet berserta anak anaknya.Alina mengisi waktunya membersihkan taman di samping rumah bersama pelayan.
Alina memang menjadi pecinta tanaman semenjak tinggal di sini.Untuk mengisi kesendirian nya ia menghabiskan waktu di taman dan berolahraga di rumah.
Hari ini ia memberanikan diri menghubungi Biru untuk meminta ijin keluar rumah menemui teman temannya.Mengobati rasa rindunya.Sudah berkali kali Alina mencoba menghubungi Biru namun tak ada jawaban.Sejak pergi kemarin Biru memang tak menghubunginya.Ia tahu mungkin Biru melakukan itu agar tak ada yang mengganggu liburannya yang sengaja ia berikan untuk istri juga anak anaknya.Alina memahami itu dan tak terlalu mengambil pusing.
Akhirnya setelah Alina putus asa untuk menghubunginya.Ponsel yang tadi ia lempar di kasur kini berbunyi.Terdengar nada dering yang khusus untuk Biru,karna Biru sendiri yang mengaturnya.Itu lagu favorite Biru.Tentu Alina sangat bersemangat dan langsung mengangkatnya.
"pagi sayang,,," sapa Biru di sebarang sana sesaat setelah telfonnya di angkat Alina.
"pagi juga suami ku." balas Alina dengan suara lembutnya.
"maaf kan aku baru bisa menghubungi kamu."
"tidak apa,,aku juga tidak ingin mengganggu waktu kamu bersama anak anak dan kak Violet." aku Alina jujur.
" Baiklah,,apa istri ku sudah sarapan pagi ini??aku sungguh sangat merindukanmu sayang."
"iya aku sudah sarapan sepotong roti tadi." jawab Alina.
"hmmm,,,suami ku maaf kan aku mengganggu waktu mu,tadi aku menelfon karna aku ingin....."Alina menjeda bicaranya karna merasa ragu mengucapkan keinginannya,ia takut Biru tidak mengijinkannya dan memarahinya.
"apa sayang,,ingin apa?? katakan lah,,hmmmm?." tanya Biru karna Alina lama diam di sebrang sana,membuatnya penasaran.
"suami ku,,apa aku boleh pergi sebentar saja,aku hanya merasa kesepian di rumah,apa boleh aku meminta ijin mu untuk sekedar berjalan jalan sebentar saja." Akhirnya dengan ragu ragu Alina mengatakan keinginannya.
"huft,,,aku pikir kau menginginkan oleh oleh dari ku." jawab Biru dengan tertawa kecil.
"tidak bukan itu." menyangkal dengan cepat.
"baiklah,,kamu boleh pergi,tapi jangan lama lama.sore ini aku akan sampai.dirumah."
"benarkah,,ah...terimakasih suami ku." menjawab dengan girangnya,akhirnya ia bisa menemui teman temannya setelah lama tak saling berkomunikasi.
"ingat ya jangan lama lama,jangan jauh jauh,cepat pulang dan satu lagi jangan dekat dekat dengan pria,siapapun itu,mengerti,?" perintah Biru.
"iya,,aku akan menuruti semua syaratnya." menghela nafas lembut agar tak terdengar Biru.
"ya sudah..lanjutkan liburannya,,maaf sudah mengganggu waktunya dan terima kasih." ucap Alina hendak menutup telfonnya.
__ADS_1
"sayang,,kiss me please"
" nanti kak Violet mendengar,sudah ya,,sampai ketemu nanti malam." malu malu mengakhiri panggilan telfon mereka.
Biru mencebik kecewa karna Alina menutup telfonnya begitu saja.Sudah dua hari Biru tidak melihat senyuman Alina yang menenangkan hatinya.Ia memang sedang berlibur dengan anak anak juga istrinya namun hatinya tertinggal di rumah sehingga selama liburan ia hanya memikirkan Alina.Liburan mewah yang sangat di nikmat Violet dan anak anaknya namun tak begitu dengan yang Biru rasakan.Sudah sedari dulu saat liburan keluarga seperti ini,,memang Biru tak selalu sepenuhnya menikmati.Karna kebanyakan tempat tempat yang mereka kunjungi hanyalah tempat tempat yang di sukai anak anaknya dan juga Violet.Biru menyukai pantai,, sama seperti Alina.Namun Violet dan juga anak anaknya tidak menyukai pantai karna menurut mereka pantai hanya akan merusak kulit mereka.
Di sini Alina sekarang,,di mall tempatnya bekerja dulu.Sudah hampir empat bulan ia tak lagi mengunjungi tempat ini.Tempat pertama yang ia tuju adalah gerai tempatnya bekerja dulu.Tentu saja ia ingin menemui teman temannya.
Alina terus berjalan dan sampai di gerai bu Siska yang kebetulan sedang sedikit ramai pengunjung.Alina melihat Heni,Tasya dan teman temannya yang lain sedang sibuk melayani pembeli.
Alina duduk di sofa berbaur dengan pelanggan yang juga sedang menunggu.
Pengunjung sudah tidak seramai tadi.Alina berjalan mendekati Heni yang sedang merapikan barang barang.
"ehem...." berdehem di belakang Heni.
"oh,,ada yang bisa saya bantu nona,silahkan butuh apa??" bertanya dengan sopan pada Alina.ia tak melihat wajah Alina sehingga ia tak menyadari bahwa itu adalah Alina.
Ya Alina memang mengubah penampilannya.Ia memakai dres yang panjangnya menutupi lutut berwarna peach dan memakai sepatu kets putih dengan tas kecil berwarna senada dengan bajunya,dan dengan rambut yang di biarkan tanpa ikatan.Dan semua yang di pakai Alina adalah barang branded.Biru sengaja membelikan semua itu untuk Alina.
"aku butuh waktu kamu." sahut Alina dan membuat Heni menganggkat kepalanya melihat ke arahnya.
"Alin!!!!" terlejut dan berteriak gembira melihat Alina berada di depannya.
"ini sungguh Alin kan?" Heni mastikan,dengan memutar mutar badan Alina di depannya.
" ***hei benar,,elo Alina**." kembali berteriak dan memeluk Alina*.Membuat teman teman yang lainnya berlarian ikut memeluk Alina.
"Alina,,gue kangen banget sama elo." celetuk Tasya saat mereka melepaskan pelukannya.
"aku merindukan kalian semua,jadi aku datang kesini." jawab Alina dengan senyumannya.
Mereka menarik Alina dan mengajaknya duduk di sofa dekat kasir.Gerai sedang tidak ada pembeli jadi mereka bisa bebas ngobrol haha hihi bersama.Berbagi cerita selama mereka terpisah.Canda tawa mereka terdengar hingga ke ruangan bu Siska.Karna penasaran apa yang terjadi bu Siska keluar ruangan dan melihat.
"oh astaha,,,Alina,,benarkah ini Alina." terkejut melihat Alina yang menghilang beberapa bulan dan sekarang ada di hadapannya.Dengan penampilan yang berbeda.
"eh,,,bu Siska,,bagaimana kabar bu Siska." berdiri seraya memberi hormat pada mantan atasannya itu.
"kau benar benar berubah Alina,lihatlah semua yang kamu kenakan ini,ini barang barang branded." heran melihat perubahan Alina.
"oh,,ini pemberian suami Alina bu,Alina mana mampu membelinya sendiri,hahaha." menjelaskan lalu tertawa di ikutin teman temannya.
"dia ini tega ya,,menikah nggak ngundang ngundang." Heni meledek Alina dengan mencebikan bibirnya berpura pura ngambek.
__ADS_1
"Alina katakan,siapa suami mu.apa Bagus." cerca Tasya.
"oh jadi kalian sudah menikah dan tidak mengundang kami,,hmm??"
Begitulah teman teman Alina mencercanya bergantian.Membuat Alina kewalahan menjawab.
"jadi benar kamu sudah menikah?kalian sudah menikah Alina?kenapa tidak mengundang kami." bu Siska memperjelas pertanyaannya.
Bu Siska dan teman teman Alina tahu jelas hubungan Alina dengan Bagus.Karna Bagus sering datang ke gerai untuk mengantar dan menjemput Alina kerja.Bagus juga sering meminta bantuan bu Siska dan teman teman Alina ketika akan memberi kejutan untuk Alina.Dan menurut mereka keduanya sudah sangat serasi.
"maaf,,maaf kan aku,,pernikahan ku di langsungkan di kampung halaman." jelas Alina.
"alasan Lin,,kan bisa kali ngabarin kita.ini kamu nomer ponsel ganti aja g ngasih kabar." Tasya tiba tiba ketus menanggapi penjelasan Alina.
"lalu mana Bagus sekarang,dia ini bikin suprise minta bantuan,giliran sekarang menikah g ngasih kabar,,dasar ya." bu Siska kembali menimpali dan bergabung dengan obrolan mereka.
"maaf bu Siska,,teman teman,aku.....emmm,,,,aku." bingung mengtakannya.
"elo kenap sih Lin,,." Heni heran dengan sikap Alina.
"aku tidak menikah dengan Bagus." berkata dengan cepat.membuat semua yang ada di sana heran dan menatap penuh tanya padanya.
"seriusan Lin??!!." celetuk Tasya tak percaya.
"aku di jodohkan,," mengangguk dan memberi tahu secepatnya agar tak ada pertanyaan pertanyaan lainnya.
"Alina,,selamat untuk pernikahan kalian.ya ibu memang sedikit kecewa,kamu dan Bagus tidak bisa bersama.Tapi kalau sekarang kamu bahagia dengan pasangan kamu itu,,ya sekali lagi selamat ya." Bu siska menanggapi dengan bijak.mengulurkan tangan memberinya selamat.
"jelas dia bahagia bu,,lihat lah yang ia kenakan saat ini,semua barang mewah,sudah pasti suaminya itu memanjakannya.iya kan Lin." Dila berkata dengan menaik turunkan alisnya.
"tapi Alina kurusan sekarang,lihat saja." Heni menggoyang goyangkan tubuh Alina yang tengah duduk di sampingnya.
Mereka terlihat seru dalam obrolan itu.Walapun Alina tidak menjawab pertanyaan teman temannya yang selalu menanyakan siapa suaminya namun mereka tetap mengobrol santai.Bahkan bu Siska tidak melarang para karyawannya bersantai bersama Alina.Karna memang gerai sedang tidak ada pengunjung jadi mereka bebas mengobrol santai.Alina sudah cukup lama berada di sana.Melepas rindu dan berbagi cerita bersama teman temannya.Alina kini pamit pulang pada mereka dan bu Siska.
"Lin,,lain kali main main ke sini lagi ya.seru kalau ada kamu tu." Tasya kembali berpelukan dengan Alina sebelum Alina pergi.
"bu Siska,,Alin pamit ya,terimakasih sudah ngijinin Alin main kesini." pamit Alina sopan pada bu Siska.
"iya Lin,,lain kali main main lagi jangan sungkan." jawab bu Siska.Dengan menepuk nepuk lembut bahu Alina.
Setelah itu Alina pun pulang.Ia merasa sangat bahagia bisa menikmati hari ini.Setelah cukup lama ia hanya di dalam rumah dan selalu merasa kesepian.Hari ini ia bisa bercanda ria tertawa bersama teman temannya.Alina pulang dengan perasaan bahagia.
Violet beserta kedua buah hatinya juga merasakan bahagia bisa berlibur sesuai keinginan mereka.Mereka bebas memborong apapun yang mereka mau.Makanan barang barang dan juga souvenir souvenir yang mereka inginkan.Mereka sangat menikmati liburan mereka ini.Dalam perjalan pulang mereka tak henti hentinya mengungkapkan rasa senangnya karna Biru menuruti semua kemauan mereka.
__ADS_1
Tingkat kebahagiaan masing-masing orang berbeda-beda. Begitupun dengan Alina dan Violet. Alina bahagia meskipun hanya dengan bertemu teman-temannya dan bersendau gurau. Sedangkan Violet merasa bahagia bisa berbelanja sepuasnya. Sedangkan Biru,, ia bahagia karena bisa memiliki Alina.
Terimakasih sudah membaca,,,,semoga suka ya..Di tunggu kritik juga sarannya di kolom komentar,,dan jangan lupa juga mohon tinggalkan LIKE nya ya setelah membaca ceritanya....Terimakasih