Takdir Alina

Takdir Alina
Terbongkar,,,


__ADS_3

Hati itu,, saat Candra berpamitan pada Alina akan menemui seseorang. Membuat Alina penasaran. Karna nalurinya sebagai ibu ingin segera menemukan putrinya. Ia memaksakan diri mengikuti Candra dengan menaiki taxi. Dan ia terus mengikuti Candra. Saat Candra berhenti di rumah kakak pertamanya, Alina menunggu di sisi jalan memantau Candra dari sana. Ia mengenali perempuan yang mengantar Candra sampai di ujung pintu saat Candra keluar. Ia tahu itu kakak tertua Biru, dulu Biru pernah memberitahunya dan menunjukan foto sang kakak.


* kenapa dia menemui kakaknya Biru??* gumam Alina pelan melihat Candra dari dalam taxi.


" pak ikuti lagi mobil itu." titah Alina ketika melihat mobil Candra keluar dari halaman rumah kakaknya.


" tapi nona,, ini sudah di luar kota." elak sang supir taxi.


" berapapun saya bayar pak,, ayo cepat ikuti." ucap Alina meyakinkan sang supir taxi.


Alina pandangannya tak lepas dari mobil Candra di depannya. Namun sayangnya ia kehilangan jejak saat memasuki sebuah hutan kecil di pinggir kota. Alina sempat ingin menyerah dan kembali kerumah. Namun ternyata ia melihat beberapa mobil dengan orang orang berseragam hitam itu melaju melewatinya. Ia pun meminta supir taxi untuk kembali mengikuti mobil mobil itu. Tanpa Alina duga dari barisan paling belakang ia melihat Abimanyu,, ia tahu karna saat itu kaca pintu mobil Abimanyu terbuka. Ia semakin di buat heran saja. Ada apa sebenarnya.


Akhirnya Alina sampai di sebuah rumah di pinggiran kota. Ia melihat sekeliling dan melihat beberapa orang turun dari mobil dan membawa orang orang berbadan besar yang sudah terkapar itu. Mereka memasukan orang orang yang sudah tak berdaya kedalam mobil yang mereka bawa tadi. Alina sempat takut ingin melanjutkan masuk.


" non,,, kita pulang saja,, saya ngeri lihat orang orang itu. Kayaknya sedang terjadi perkelahian non." ucap sang supir taxi yang juga merasa ketakutan.


" ya sudah,, bapak pulanglah,, saya turun disini." ucap Alina memberikan beberapa uang untuk membayar argo taxi yang ia lebihi dari tarif sebenarnya.

__ADS_1


Alina memutuskan untuk turun karna ia melihat mobil Candra ada di sana dan ia juga melihat Abimanyu dengan beberapa orang menaiki dinding dengan tali dan menuju ke atas rumah.


Semakin membuat Alina penasaran saja. Dan saat mendekati pintu dan akan membuka pintu, Alina mendengar suara Biru memanggil manggil Kirana.


Alina segera masuk kedalam dan berjalan mengendap,, ia mencari sumber suara. Dan sungguh Alina di buat terkejut,, saat ia melihat Sekar juga ada disana.


Saat itu Alina bingung harus bagaimana,, namun ia sungguh ingin tahu ada apa semua ini. Alina memberanikan diri untuk melihat dan mendengar apa yang sebenarnya terjadi.


Dan sebuah fakta mengejutkan Alina dengar dari Sekar. Bahwa mereka bertiga adalah adik dan kakak.


Sungguh saat itu Alina merasa benar benar tak menyangka. Candra yang selama ini ia anggap malaikat penolongnya itu. Ternyata adalah salah satu dari orang yang ingin ia hindari selama ini.


Sebelum akhirnya, ia mendengar suara Kirana. Ia bangun dari lamunannya sendiri. Dan melihat ke arah suara itu. Ingin rasanya saat itu Alina segera menghampiri Kiran yang ia rindukan beberapa hari belakangan.


Namun sayangnya Alina tak bisa. Dengan rasa kecewa teramat,, ia memutuskan untuk keluar dari ruangan itu dengan bayang bayang kata kata mereka tentang fakta yang baru saja Alina ketahui. Ia memutuskan menutup telinga dan memilih keluar,, menunggu Candra membawa Kirana keluar. Alina sudah muak mendengar perdebatan disini. Namun sayangnya, baru beberapa langkah. Alina mendengar suara tembakan. Ia kembali menengok ke belakang. Memastikan putrinya baik baik saja. Dan saat itu Alina melihat Candra yang menggendong Kirana. Berusaha melindungi Kiran dari amukan Sekar.


Alina sebagai seorang ibu, nalurinya ingin melindungi anaknya. Yang membuat ia maju menghampiri Kiran. Namun sayangnya, asap yang tiba tiba mengepul itu membuat penglihatannya buram. Ia kesulitan melihat keberadaan Candra dan Kirana. Ia hanya melihat Sekar dengan tidak jelas yang saat itu ia lihat terus di pegangi oleh Biru. Dan tanpa ia duga peluru itu tiba tiba menyasar padanya dan Abimanyu yang berlari di sampingnya.

__ADS_1


Alina seketika jatuh tersungkur ke lantai karna dadanya tertembak. Dan sekali lagi terdengar suara seseorang jatuh ke lantai di sebelahnya. Ya itu adalah Abimanyu yang ternyata ia pun terkena peluru dari tembakan Sekar.


Alina masih sadar saat itu ia melihat Abimanyu yang menjatuhkan diri di sebelahnya dan merengkuh tubuhnya. Berusaha membawa Alina pergi dengan menggendong Alina yang saat itu masih dalam keadaan setengah sadar. Dengan luka di lengannya Abimanyu berusaha membawa Alina keluar. Karna di dalam asap sudah semakin tebal karna ledakan demi ledakan terus terdengar.


Abimanyu berhenti sejenak karna kakinya di hantam runtuhan dinding membuat Alina yang berada di gendongannya hampir terjatuh. Beruntung saat kejadian mereka sudah berada di dekat pintu keluar. Dan dengan segera Abimanyu tertatih kembali berdiri membawa Alina meskipun dengan keadaan terseok seok.


Biru yang berada di belakang Abimanyu melihat kaki Abimanyu yang berdarah. Ia pun mengambil alih seseorang dari gendongan Abimanyu.


Yang saat itu belum ia tahu bahwa itu adalah Alina. Baru saat mereka sudah keluar Biru sadar, bahwa yang ia gendong adalah Alina. Sontak Biru menjadi sangat khawatir melihat luka di dada Alina. Dengan sarah yang begitu banyak.


Hari itu Alina mengetahui rahasia besar Candra selama ini. Dan saat ia sadar dari komanya malam itu. Ia telah memikirkan apa yang akan ia lakukan setelah sembuh nanti.


Pertama yang ingin ia lakukan adalah membuat Biru pulang. Karna yang ia dengar dari suster Biru tidak pergi dari rumah sakit sejak Alina masuk rumah sakit. Bahkan sang suster bilang jika Biru sempat beradu mulut dengan seorang wanita yang Alina yakini itu adalah Violet.


" sus,,, pindahkan saya ke ruang rawat tapi bisa tidak jika pindahnya tidak melewati pintu depan." pinta Alina saat ia melihat ada Biru dan Candra di depan ruangan malam itu. Alina masih enggan menemui mereka hingga ia menguatkan hatinya.


Kejadian hari itu benar benar mengoyak batinnya. Perlahan Alina mengusap dadanya yang terluka. Ini adalah luka yang menjadi saksi. Bagaimana akhirnya ia menemukan sebuah fakta mengejutkan yang nantinya akan merubah kehidupannya.

__ADS_1


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Terimakasih sudah membaca,,, jangan lupa tinggalkan LIKE nya ya setelah membaca. Krisan silahkan di koment. Tunggu kelanjutan cerita Alina selanjutnyaπŸ˜‰πŸ˜‰. Terimakasih πŸ™πŸ™πŸ€—


__ADS_2